Gubernur VBL Launching 7 Varian ‘Ghaura Coklat’ Produksi Pabrik Coklat Ghaura Skala Terbatas milik PT Mitra Timor Niaga

KUPANG, TOP News NTT■■Pabrik Coklat Ghaura Skala Terbatas PT Timor Mitra Niaga  melaunching 7 varian Coklat Ghaura dengan menggunakan biji Coklat Terbaik asal Desa Gaura, Sumba Barat pada Jumat, 30/10, bertempat di  Lantai 2 Apotik Ara, Jalan Jend.Soreharto no.101, Oepura.

7 varian Ghaura Coklat produksi.pabrik coklat skala terbatas PT Mitra Timor Niaga milik Hengky Lianto

Launching dilaksanakan oleh Gubernur VBL dihadiri oleh Kepala Balai POM Kupang Semuel Lapik, Esthon Foenay, kadis. Perindag.NTT, dan Dirut PT Mitra Timor Niaga Hengky Lianto, beserta seluruh keluarga besar Lianto, Direktur Pelaksana Produksi Leimena Djayadi, dan undangan lainnya.

Menurut Leimena, ada 7 varian coklat yang diproduksi oleh Pabrik Ghaura Coklat Skala Terbatas milik PT Mitra Timor Niaga   yang memiliki kandungan coklat 50%, 60% dan 100%. 7 Varian coklat asli NTT  yang memiliki rasa khas dan bakal memanjakan lidah para pecinta coklat di NTT adalah Chocolate witha Canary, Spohia Raisin, Cashew and La Moringa, Dark Chocolate, Milk Chocolate, La Moringa and Oreo, Chocolate and Moringa, yang diberi label Ghaura Chocolate.

Nama Ghaura,  jelas Leimena Djayadi, dirut pelaksana produksi,  diambil dari nama desa Gaura, di Sumba Barat tempat perkebunan Kakao milik PT Mitra Timor Niaga.

Sebagai dirut pelaksana produksi, Leimena menyatakan bahwa Ghaura Chocolate dibuat dari biji Kakao asli Sumba yang  terpilih sebagai  biji coklat terbaik pada 2015 pada  pameran coklat di Paris.

“Karena biji  Coklat Gaura, Sumba Barat, NTT ini punya kandungan asam terbaik yang menjadikannya Biji Coklat terbaik untuk memproduksi Coklat mewakili Indonesia.  Dan inilah yang menyebabkan Ghaura Chocolate menjadi spesial karena kandungan asamnya yang paling terbaik untuk menjadi bahan dasar pembuatan berbagai produk  coklat. Dan kami akan coba buat coklat juga dengan biji coklat di kebun Kakao mili PT MTN di Belu dan Malaka. Saat ajang di Paris, PT MTN hanya membawa 3 varian coklat tapi justeru terpilih sebagai coklat terbaik. Coklat Sumba  memang, dan pak Boby justeru menangkap tantangan Pak Gub VBL saat berkunjung ke boots kami di Paris untuk jangan jual biji coklat saja,tapi buat coklat, maka lahirlah Ghaura Coklat hari ini.” Jelas Leimena

Nama Coklat Ghaura, diambil dari nama desa Gaura, di Sumba Barat tempat perkebunan Kakao PT Mitra Timor Niaga milik Hengky Lianto.
“PT Mitra Timor Niaga Sumba sudah berjalan selama 27 tahun. Dan hingga sekarang sudah menghasilkan ratusan Ton biji kakao kering yang selama ini diekspor ke luar negeri. Dan sejak terpilih sebagai kakao terbaik, PT Mitra Timor Niaga memperoleh dukungan Gubernur NTT VBL untuk memproduksi coklat dengan tambahan bahan lokal seperti sophia, Kenari Alor, dan Kelor. “Bahkan kami berencana memproduksi coklat dengan bahan gula semut dan tambahan bahan lokal lainnya.” Tandas Leimena bangga. Ketujuh varian coklat produksi Sentra UKM PT MTN ini akan di jual di semua outlet di pusat perbelanjaan di Kupang.

Gubernur didampingi Boby Lianto mengunjungi pabrik Ghaura Coklat yang terletak dilantai 2 Apotik Ara di Oepura (Samping Pegadaian Oepura)

Dirut PT MTN Hengky Lianto dalam sambutannya menyatakan bahwa perkebunan Kakao miliknya sudah dibuka juga di Malaka. Berterima kasih kepada Gubernur VBL karena sudah dukung Pabrik Coklat UKM Skala Terbatas ini yang diami oleh Hengky satu dua tahun akan berskala nasiaoa. Produl coklat ini menurut Hengky sudah dijual di Bali, Labhan Bajo dan akan dilempar ke pasar Jakarta, Timor Leste dan luar negeri.

Hengky menjelaskan mengapa ia mau bula perkebunan di Desa Gaura, Sumba Barat yang kering san tandus. Ia memiliki motivasi karena mimpi di NTT harus ada perkebunan yang skala nasiaonal seperti di Kalimantan. Bahkan sudah dilunjjngi oleh menteri Pertanian. Bahkan kakao ini bahkan yang terbaik. Dari pengalamannya, Hwngky menyatakan tanah kering dan tidak ada mata air karena tidak ada hujan bisa di pancing ada hujan jika ada tanaman pohon. Ia ingin buka kebun agar bisa menyerap tenaga kerja dan menginjil. Dan penginjilan kepada karyawan dan masyarakat menguatkan imannya. Bahkan ia melepaskan pekerjaan sebagai pengadaan barang dan beralih ke kebun kakao. Hengky memberi semangat kepada masyarakat NTT bahwa NTT dengan tanah yang kering dapat menghasilkan produk tanaman berkualitas tinggi. Maka orang NTT harus rajin dan mau mengolah tanah jangan harap kerja proyek saja, tapi olah tanah. Investasi lewat bidang pertanian harus lebih digenjot. Dan juga minta dana PEN bisa dipercepat untuk bantu pengembangan perkebunan Kakao dan Kelor PT MTN Sumba.

Ia menandaskan bahwa masalah air memang kendala, dan pemerintah harus memperhatikan hal ini dengan memberi infrastruktur air, jalan, program dan anggaran yang menjawab kebutuhan masyarakat untuk pengembangan pertanian. Ia juga berterima kasih Gubernur VBL memberi jalan 8 kilometer, dan meminta jaringan listrik sampai ke kebun. Untuk kelor Hengky sudah menanam penanaman kelor bahkan menjadi kebun percontohan bibit kelor untuk seluruh Indoneska. Hengky minta gubernur VBL mulai menggalakkan penanaman kakao di NTT.

Boby Lianto menjelaskan sejarah perjalanan PT Mitra Timor Niaga yang didirikan oleh Hengky Lianto,  pada tahun 1990 memulai usaha pwmbibitan  anakan perkebunan kakao, jambu mete, kopi, kelapa dalam, beberapa tanaman lain dan kehutanan. Dan sangat berhasil dan melakukan perkebunan pembibitan ino dihampir seluruh daerah di NTT bahkan sampai ke Timor-Timur.

Hengky, papar Boby juga menerima tantangan Dirjen BUN agar jangan kejar proyek pemerintah saja, tapi mau berinvestasi di bidang perkebunan dan mendirikan Perusahaan PSBN (Perkebunan Swasta Berskala Nasioanal) pertama yaitu PT Mitra Timor Niaga, yang usahanya bukan hanya di Daratan Timor,  tapi juga di Belu ( Alas  dan Woekelo) seluas 185 h. Hengly juga peroleh restu dan ajakan kadis pertanian dan mantan bupati Sumba Barat Umbu Djima untuk investasi di Desa Gaura dengan ijin Hak Guna Usaha selama 30 tahun di lahan seluas 815 h. Penyerahan tanah dilakukan oleh kepala suku kepada pemerintah dan pemerintah menyerahkan ke Hengky Lianto dengan Ijin Hak Guna Usaha selama 30 tahun dilakukan dengan sebuat ritual adat disertai pemberian dan pengangkatan Hengky Lianto dan Mega Lianto (Suami Isteri) dengan panggilan secara adat Bani Rato dan Bani Hida. Artinya usaha perkebunan PT MTN resmi dengan Ijin HGU dari pemkab.Sumba Barat.

Gubernur VBL, dalam sambutan sekaligus melaunching 7 varian baru coklat Ghaura  Produksi Pabrik Coklat  Skala Terbatas PT MTN.

Gubernur  mengapresiasi upaya Hengky Lianto, dan ibu serta Managemen PT Mitra Timor Niaga yang sudah menyumbang pikiran-pikiran, tanaga dan uang untuk membangun sebuah  peradaban baru di NTT. Kita tahu bahwa NTT yang kering merupakan hambatan pada sebagian besar orang di NTT. Tapi banyak orang lupa bahwa dimana ada tanah kering maka muncul tanaman dengan kualitas dan taste yang berkualitas,  khas dan berbeda dari tempat lain di dunia. Dan NTT harus dikerjakan dengan cara yang seperti yang dilakukan oleh PT MTN. Ini penting untuk memperkenalkan seluruh hasil dari NTT.
“Agak bingung kita kalau orang pergi ke Eropah titip beli coklat, padahal di sana tidak ada pohon coklat. Kita punya pohon kakao, tapi tidak buat coklat. Mereka beli biji coklat saja dari luar dan buat coklat. Maka saya bilang Boby, jangan hanya tanam kakao, buat pabrik coklat. Kita berterima masih Boby dan kawan-kawan sudah buat pabrk coklat, dan kita alan bangga jika orang luar datang bawa pulang coklat NTT sebagai oleh-oleh.” Harap Gubernur.

“Tahun depan kita uang fiskal akan lebih baik maka saya minta pak Hengky desain lerusahaan dan perkebunan coklat di tempat lain di NTT untuk penuho lebutiham bahan baku pabrik coklat. Jika ada orang mau kerja, maka uang bukan jadi masalah. Masalah NTT bukan karena tidak ada uang, tali karena tidak ada orang mau kerja.  Kita diskusi untuk buka perkebunan coklat lain di selurub NTT,  untuk penuhi kebutuhan pabrik coklat lain  di NTT. Kelor juga ada banyak permintaan, tapi NTT belum sanggup sediakan kelor yang bebas bakteri. Maka kita harus produksi kelor bebas bakteri untuk penuhi kebutuhan skala nasional. Gubernur apresiasi dan berterima kasih kepada Boby seandainya tidak ada moringa coklat dari NTT, maka hanya ada satu boots moringa coklat di Pameran Coklat di Paris, maka hanya ada Filipin saja yang jual Moringa Coklat, dan saat ini banyak antrian di sana. Kita akan buat riset dan buka pabrik dan toko coklat, serta perkebunan. Dan ini tidak lepas dari semangat pengusaha. Dan harus ada triple helix, pemerintah, pengusaha dan masyarakat baru NTT bisa maju. Dan berharap agar muncul juga pengusaha perkebunan kakao, maupun pelaku usaha coklat dengan bahan dasar biji coklat asli NTT.” Katanya.

“Saya meminta minta pak Boby dan Pak Hengky, di Pabrik Coklat Ghauea Skala Terbatas ini bisa memproduksi coklat dengan campuran kopi asli NTT.” Tantang gubernur VBL.

“Untuk masalah listrik pemerintah akan  usahakan. Pulau Sumba akan hasilkan Energi Listrik Baru dan Terbarukan(RE100%) terbesar. Jika coklat NTT dan semua produk dari NTT mau dijual ke pasar global harus diproduksk menggubakan liatrik dengan standar RE100% (100 persen tenaga baru dan terbarukan atau tenaga matahari) atau Renew Energi 100 persen dari panas matahari. Sumba adalah penghasil Sumber Energi Baru dan Terbarukan kapasitas 20.000 MB Volt. Saya tantang pengusaha di NTT buat kebun kakao dan pabrik coklat di Sumba sebagai Wisata Agro Coklat.” Ujar Gubernur.

“Saya mau tidak hanya omong saja tapi kerja cepat. Karena NTT akan terjadi banyak lompatan luar biasa, dan kita bisa ikut dalam lompatan itu jika kita bergerak kerja bersama. Tidak bisa jadi penonton saja. Semua sektor  bisa di bangun dengan rencana dan kerja, bukan omong saja.  Tahun 2023 akan ada event skala dunia. Akan datang 14 ribu orang kaya dunia di NTT, Di Sumba. Kita ambil 1 persen saja. Kita harus siapkan semuanya akan bicara coklat, kelor, pariwisata, Masalah tanah akan saya urus dengan mendata tanah ulayat, dan buat sertifikat. Dan pengusaha yang datang akan berinvestasi dengan aman, tidak boleh lagi ada tanah yang memiliki sertifikat bermasalah. Kita akan jual sumber listrik tenaga matahari, dengan energi baru dan terbarukan ke Singapura.” Ujar Gubernur.

Kata gubernur masalah NTT ada pada SDM. Dan kepada pengusaha silahkan berinvestasi, kerja yang benar dan baik dengan melibatkan masyarakat. Standar investasi berdampak pada pertumbuhan ekonomi masyarakat NTT adalah penyerapan tenaga kerja disektor industri disertai peningkatan ekonomi keluarga dan daya beli. ■■juli br

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *