Gowes Wagub Nae Soi hingga Pantai Sulamanda, malah didaulat lepas 13 Anakan Penyu ke laut oleh Kades Desa Mata Air

KUPANG,TOP News NTT■■Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur (Wagub NTT) Josef A. Nae Soi pada Minggu, (4/10/2020) terlibat langsung dalam gowes bersama komunitas Kupang Cycling Club (KCC), dan sejumlah komunits sepeda lainnya di Kota Kupang dari Rumah Jabatan Wakil Gubernur NTT menuju pantai Sulamanda.

Bersama ratusan penggemar olah raga sepeda di Kota Kupang, Wagub Nae Soi menempuh perjalanan sepanjang 14,5 Km dari Kelurahan Fontein menuju Pantai Sulamanda di Desa Mata Air, Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang.
Selain itu, Wagub Nae Soi juga berpesan kepada masyarakat bahwa Covid-19 yang tengah mewabah saat ini sesuai arahan Bapak Presiden agar seluruh masyarakat berdamai dengan Covid. “Hanya dengan cara kita menjaga kesehatan dan meningkatkan imunitas tubuh dengan berolaharaga, serta makan makanan bergizi dan mematuhi protocol Kesehatan maka kita bisa bebas dari Covid-19,” katanya.
Wagub Nae Soi juga mengajak masyarakat NTT untuk terus mengkonsumsi kelor karena kandungan gizi pada kelor sangat bagus untuk menangkal segala virus dalam tubuh. “Mari rame-rame kita konsumsi kelor agar imun tubuh kita tetap terjaga, karena Tuhan mengkaruniai kita pohon ajaib ini untuk kita di NTT,” ujarnya.
Disebutkan Wagub Nae Soi, Pemerintah Provinsi NTT memberikan apresiasi yang tinggi kepada Kepala Desa Mata Air dan warganya yang telah menjaga dan melindungi habitat penyu di wilayah Sulamanda.
“Tidak ada niatan dan agenda untuk melepas 13 ekor anakan penyu, tetapi kebetulan ada masyarakat di sini yang saya sangat aparesiasi karena sudah sangat peduli dengan lingkungan. Ketika lihat induknya penyu mau bertelur mereka jaga dan setelah bertelur sebanyak 108 butir, mereka kembalikan induknya ke laut, lalu setelah menetas, mereka jaga dan hari ini dengar saya gowes ke sini mereka minta saya yang lepaskan anakan penyu ke laut, ini luar biasa,” ujar Wagub Nae Soi.
 Sebelumnya, tidak ada agenda untuk melepas anakan penyu ke laut. Namun, berkat ketangkasan Kepala Desa Mata Air, Benyamin Kanuk yang mengetahui ada Wakil Gubernur NTT dalam rombongan gowes tersebut, langsung membawa 13 ekor anakan penyuh yang selama ini dijaga dan dipelihara oleh warga untuk dilepskan kembali ke laut oleh Wagub NTT.
Wagub NTT, Josef Nae Soi bersama komunitas KCC dan komunitas sepede lainnya di Kota Kupang ketika melepas anakan penyu ke laut di Pantai Sulamana, Desa Mata Air, Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang, Minggu (4/10/2020). Foto: Dok.KCC

Kepada SelatanIndonesia.com di Pantai Sulamanda usai melepas anakan penyuh, Wagub Nae Soi menyebutkan, bersepeda merupakan salah satu kegiatan olah raga yang kini digemari oleh semua kalangan usia. “Saya ikut saja, inisiasi oleh teman-teman dari komunitas KCC dan beberapa komunitas olah raga sepeda lainnya, bahwa untuk menjaga imunitas tubuh di tengah pandemi Covid-19 salah satunya adalah dengan berolahraga. Dan salah satu olah raga yang paling digemari adalah bersepeda,” sebut Wagub Nae Soi.

Selain itu, Wagub Nae Soi juga berpesan kepada masyarakat bahwa Covid-19 yang tengah mewabah saat ini sesuai arahan Bapak Presiden agar seluruh masyarakat berdamai dengan Covid. “Hanya dengan cara kita menjaga kesehatan dan meningkatkan imunitas tubuh dengan berolaharaga, serta makan makanan bergizi dan mematuhi protocol Kesehatan maka kita bisa bebas dari Covid-19,” katanya.

Wagub Nae Soi juga mengajak masyarakat NTT untuk terus mengkonsumsi kelor karena kandungan gizi pada kelor sangat bagus untuk menangkal segala virus dalam tubuh. “Mari rame-rame kita konsumsi kelor agar imun tubuh kita tetap terjaga, karena Tuhan mengkaruniai kita pohon ajaib ini untuk kita di NTT,” ujarnya.

Disebutkan Wagub Nae Soi, Pemerintah Provinsi NTT memberikan apresiasi yang tinggi kepada Kepala Desa Mata Air dan warganya yang telah menjaga dan melindungi habitat penyu di wilayah Sulamanda.

“Tidak ada niatan dan agenda untuk melepas 13 ekor anakan penyu, tetapi kebetulan ada masyarakat di sini yang saya sangat aparesiasi karena sudah sangat peduli dengan lingkungan. Ketika lihat induknya penyu mau bertelur mereka jaga dan setelah bertelur sebanyak 108 butir, mereka kembalikan induknya ke laut, lalu setelah menetas, mereka jaga dan hari ini dengar saya gowes ke sini mereka minta saya yang lepaskan anakan penyu ke laut, ini luar biasa,” ujar Wagub Nae Soi.

Kepala Desa Mata Air, Benyamin Kanuk mengaku sangat bersyukur kepada Komunitas Sepeda Sehat dari KCC dan komunitas sepeda lainnya yang secara tiba-tiba bersama Wagub NTT mengunjungi wilayahnya. Ia berharap agar segala kekurangan yang dialami oleh warga Mata Air dan akses menuju pantai Sulamanda bisa diperhatikan dan dibangun oleh pemerintah.

“Kondisi kami di sini masih menggunakan dana desa untuk membangun fasilitas di Sulamanda, yang sangat kami butuhkan perhatian pemerintah adalah akses jalan masuk yang masih sangat sulit dan hingga sekarang belum ada listrik yang masuk. Bahkan ada tanaman mangrove yang mulai rusak karena abrasi pantai. Tembok penahan juga sudah rusak berat yang dampaknya sampai ke sawah petani. Dan kondisi ini dilihat dan dirasakan langsung oleh Bapak Wagub sehingga kami berharap ada solusinya,” ujar Kades Benyamin.■■ juli br

Sumber : SelatanIndonesia,com..

(Penulis + foto-foto : Laurens Leba Tukan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *