Fantastis!! Enam Petinju Asal NTT Meraih Kemenangan Telak Di The Border Battle 2019 Malam Ini

NTT, TOP NEWS NTT., ■■ Enam Petinju asal NTT, Eman Nahak (TTS), Silem Serang (TTS), Deffry Palulu (Sumba Timur), Maxi Nahak (TTU), dan Tibo Monebesa (TTU) dan John Ruba (Ngada), meraih juara atas 3 Petinju Asal RDTL, 2 petinju asal Philipine dan satu petinju kelas dunia asal Australia.

Sedangkan dalam Pertandingan tinju eksebisi antara Petinju Legendaris Chris John melawan Penantang utama Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat, dan Chris John melawan Menpora RI Imam Nahroni memeriahkan The Battle Border  2019 hasilnya draw.

Pembukaan kegiatan ini dilakukan langsung oleh gubernur NTT Viktor Laiskodat yang merupakan kerja sama antara Chris John Foundation dengan Pemerintah Provinsi NTT dengan promotor Tinju  dari Atambua Elza Elizabeth Liu.

Elizabeth Liu menyatakan bahwa ia sangat bangga karena merasa dengan event  ini adalah sebuah prestasi karena sudah mampu membawa Chris John melawan Guebrnur NTT dan Menpora. Dan berharap dengan The Border Battle 2019 ini mampu memberikan warna baru dalam dunia olah raga.

Sedangan petinju legendaris sebagai owner The Chris John Foundation menyampaikan rasa terima kasih kepada Menpora RI  dan Guernur NTT  dan kehadiran yang sudah mendukung event ini . Dan berharap akan lahir petinju lain dari NTT. Elza juga ungkapkan sudah ada rencana antara dirinya sebagai promotor, Chris John Foundation dan Pemprov NTT untuk membuka camp untuk melatih tinju petinju NTT dan  mengangkat potensi petinju hebat dari NTT.

Hadir juga mantan petinju Indonsia Elias Pical,  ketua PERTINA NTT Johanis  Asadoma yang adalah wakapolda NTT dan wagub NTT Drs.Josef Nae Soi.

Gubernur NTT VBL dalam sambutan sekaligus membuka event The Border Battle 2019 ini menyatakan sangat bersyukur sudah mampu laksanakan event bertaraf internasional di NTT. Dan berharap kedepan dapat membangun Olah Raga Tinju dan dunia olah raga untuk maju. “Saya bersyukur malam ini mampu menghadirkan event tinju skala internasional di NTT. Dan saya berjanji   akan mendorong terus agar olah raga di NTT akan makin hebat. NTT adalah gudang petinju  karena orang NTT begitu lahir langsung jadi Petinju. Saya ingin dari NTT akan lahir  petinju dunia. Ada Hermensen Ballo dan lain-lain yang  adalah mantan petinju terbaik NTT yang ikut harumkan nama Indonesia dan NTT,  namun sekarang  sudah hilang. Dunia tinju NTT sedang mati suri. Terbaik karena pak gubernurnya hobby tinju. Moebtum ini akan jadi saat mengangkat tinju menjadi hebat ksrena sekarang sedang mati suri. Terima kasih untuk semua pihak.” Ujarnya bersemangat.

Menpora Imam Nahroni dalam sambutannya mengapresiasi gubernur NTT yang sangat mendukung dunia tinju di NTT  dengan penyelenggaraan event ini. Menpora berharap dengan dengan dukungan pemerintah NTT bisa lahirkan petinju-petinju lainnya. “Semoga petinju terbaik dari NTT yang akan harumkan nama NTT dan Indonesia di kancah internasional.” Harapnya.

Menpora Imam Nahroni pada kesempatan ini menyerahkan penghargaan kepada dua mantan petinju teebaik Indonesia yaitu Chris John dan Elias Pical.

Pada Partai pertama pada pembukaan  The Border Battle 2019 malam ini di GOR Oepoi, adalah petinju  Ferdrindho Dorego da Costa (26 tahun)  dari Tiles melawan petinju Indonesia asal NTT Eman Nahak   (asal Kefa) dan dimenangkan Petinju Indonesia Eman Nahak hanya dalam dua ronde dengan menang KO.

Pertandingan selanjutnya antara  petinju Philipina  (Joepher Montano),   melawan petinju Indonesia John Ruba  (Bajawa).
Dalam pertandingan selama 10 ronde itu petinju Filipina lebih banyak melakukan pelukan yang sebabkan kelelahan pada petinju NTT,   petinju Indonesia John Ruba berhasil menang angka,  penyerahan sabuk oleh Menpora Imam Nahroni

Pertandingan partai ke 3 adalah petinju Tiles (Felipe Soares Atade)  melawan petinju Indonesia (Silem Serang) asal TTS. Pertandingan 5 ronde itu dimenangkan secara TKO oleh Silem Serang.

Partai ke 4 pertandingan antara Ivor Lastilla asal Filipina melawan petinju Defry Palulu asal Sumba Timur, NTT.  Dan dalam 8 ronde pertandingan dimenangkan oleh petinju NTT. Walau Petinju NTT alami bengkak diatas kedua mata, namun pertandingan diraih Defry  dengan kemenangan angka.. Penyerahan sabuk oleh gubernur NTT.

Pada pertandingan Partai ke 5 petinju Tiles Jovelio Bruno melawan Marsel Nahak dari NTT dan dalam ronde ke 3 karena keseleo bahu petinju Tiles, Maxi  Nahak menang TKO, penyerahan sabuk okeh Chris John.

Pada pertandingan penutup, atau Partai Utama adalah pertandingan antara dua petinju gelar juara dunia, berhadapan petinju kelas juara Dunia Australia (Omari Kiweri) melawan petinju Indonesia Tibo Monabesa (asal Kefa). Pada  pertandingan yang berlangsung seru dan menegangkan yang berlangsung dalam 12 ronde, akhirnya Tibo berhasil  meraih kemenangan dengan angka mencapai 1.000 lebih ketiga juri.

Sebuah moment yang membanggakan NTT karena keenam petinju ini mampu meraih kemenangan, sebagai Tuan Rumah.

Dari keenam partai pertandingan malam ini Indonesia dengan petinju asal NTT meraih semua juara dari 2 petinju Tiles, 2 asal  Filipina dan satu petinju asal Australia. Dan ini tunjukkan bahwa kualitas petinju NTT sangat bagus dan harus diperhatikan dengan serius oleh pemerintah, legislatif dan stake holder lainnya. Moga ke depannya makin banyak dan sering event skala internasional di NTT. Bukan hanya dunia Tinju. ■■Juli BR

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *