Expo REI Ke-2 Resmi Dibuka, Bank NTT Siap Dukung Penuh

KUPANG, TOP NEWS NTT ■■ DPD REI NTT kembali menggelar REI EXPO II Tahun 2019 bersama Bank NTT. Pembukaan REI Expo II 2019 ini berlangsung pada Jumat, 9 Agustus 2019. Expo ini akan berlangsung selama 10 hari yaitu dari 9-19 Agustus 2019 di lantai 1 Lippo Plaza Kupang.

Pembukaan kegiatan oleh walikota Kupang DR.Jefritson Riwu Kore, S.H., M.M dengan target penjualan 250 unit bersubsidi yang punya tage line “Merumahkan Masyarakat NTT” dan mengatasi Dead Lock masyarakat yang belum memiliki rumah layak huni, atau memiliki rumah namun tidak layak huni.  Expo yang ditarget DPD REI NTT mampu menghasilkan nominal Rp.35 milyar dari penjualan ini, diisi dengan Lomba nyanyi dan  baca pusisi berthemakan “kebangsaan” dari tingkat pendidikan PAUD, SD dan SMPN sekota Kupang,  donor darah berhadiah kerja sama dengan PMII dan Home Gospel Internasional, dan Zumba Ceria, demikian laporan ketua Panitia DPD REI NTT.

REI apresiasi dan berterima kasih kepada dukungan Bank NTT kepada program REI ini dalam rangka menuntaskan pembangunan  250 rumah yang dibutuhkan masyarakat NTT. Bank NTT dan REI NTT akan  berusaha agar  masyarakat ekonomi lemah bisa peroleh rumah dengan DP  murah yaitu Rp.1.500.000.

Hadir dalam pembukaan adalah Dirut Bank NTT Isak Eduard Rihi, kepala BI I Nyoman Ariawan Atmaja, Walikota Kupang DR.Jefry Riwu Kore yang sekaligus membuka.kegiatan ini dan ketua DPD REI NTT. Perwakilan OJK NTT, dan seluruh pengurus DPD REI NTT.

Walikota Kupang, Dirut Bank NTT dan Ketua DPD REI NTT saat memberi sambutan mereka

Ketua DPD REI NTT Bobby Timung Pitoby dalam sambutannya sampaikan terima kasih kepada Bnak NTT sebagai Bank milik masyarakat  NTT yang sudah mendukung penuh pembiayaan pembangunan rumah bersubsidi layak huni bagi masyarakat NTT yang belum memiliki rumah.
“Ini merupakan expo kedua DPD REI NTT  yang di dukung penuh oleh Bank NTT. Dan saya sangat mengapresiasi  divisi yang dipimpin oleh Bapak Sony Pelokila yang adalah  divisi khusus untuk  bantu masyarakat ekonomi lemah untuk miliki rumah. Dan NTT  masih butuh 150 unit rumah dan DPD REI NTT  punya data bahwa masih 340 ribu rumah tidak layak huni di NTT.  Saya ingin agar Bank NTT  dan REI  bisa sinergi dalam mmberikan rumah bagi masyarakat miskin. Saya juga berterima kasih kepada Bank BI yang  sudah jaga suasana perekonomian sehingga aman untuk REI  berinvenstasi dalam menolong masyarakat NTT  memiliki rumah.” Ujarnya bersemangat.

” rasa terima kasih juga kepada Walikota Kupang sudah dukung keinginan REI untuk “merumahkan masyarakat kota”  bagi masyarakan dan PNS  yang belum memiliki rumah dan yang. sudah janji akan mereview UUD BPHTB sehingga masyarakat  bebas Biaya BPHTB. Dan semoga dengan janji ini masyarakat diprmudah dalam memiliki rumah bersubsidi. Dan REI bisa terus membangun dengan aturan pembebaszn biaya BPHTB. Sejak 2018 REI sudah perjuangkan hal ini. Kami juga sudah bisa membangun sebanyak 2.968 unit rumah bersubsidi dan dalam expo kedua tahun 2019 ini kami komitmen akan membangun lagi 250 unit.  Dan moga bisa lebih lagi di 2019. REI  suda berkomitmen akan memulai dari kota Kupang sebagai barometer. Dan jika brhasil maka dikabupaten  lain juga  akan berjuang untuk  pembebassn BPPHTB.” Tandasnya lagi.

“REI NTT sudah canangkan bagi perumahan kami akan bekerjasama dengan provider untuk pasang Wifi. Karena masyarakat di perumahan  benar-benar bisa terbantu dengan adanya wifi, dengannya REI nyatakan  siap mendukung program Smart City Walikota Kupang.” Uajrnya lebih lanjut.

Yang istimewa dalam Expo ini, dalam rangka ikut memeriahkan perayaan HUT RI ke 74 tahun, pada Expo ini REI akan gelar  Lomba nyanyi dan baca puisi dengan thema kebangsaan, 12 aagustus ada aksi donor darah dg pmii dll. Spesialnya dalam Aksi Donor Darah ini, DPD REI akan bebaskan semua biaya kepemilikan Rumah Bersubsidi bagi pendonor ditanggal 12 Agustus itu. Biaya yang dibebaskan adalah DP, biaya BPHTB dll saat pengajuan ke Bank. Tapi penyetoran cicilan rumah harus tetap dilakukan.

Dirut Bank NTT Isak Eduard Rihi  menyatakan bahwa kegiatan kolaboratif antara DPD REI NTT,  BANK NTT dan BI serta Pemkot Kupang ini adalah sebuah terobosan yang sangat bagus.  Karena NTT adalah sebagai  provinsi Termiskin ke-3 nasional dengan angka diatas 30% yang sangat  berdampak pada kemampuan masyarakat ekonomi kebawah untuk  memiliki  perumahan yang layak huni. “Karena itu Bank NTT dalam kepemimpinan Managemen Baru ini bertekad untuk  fokus dan terus mendorong agar masyarakat NTT bisa memiliki rumah layak huni. Sebanyak Rp.253 Milyar sudah dikucurkan oleh Bank NTT.  Untuk Bank NTT ini bukanlah jumlah yang terlalu  besar. Dengan momentum managemen baru Bank NTT, kami  bukan sekedar jadi Bank “Bersih, terkuat dan terpercaya”  tapi akan menjadi “Rumah Perbendaharan masyarakat  NTT.” Bank NTT  akan jadi rumah yang layak bagi masyarakat NTT  untuk  menyimpan semua hartanya.” Ujar Dirut religius dan memiliki pemikiran religius ini.

Isak yang baru saja dilantik pada 15 Juni 2019 lalu di Labuan Bajo, menginformasikan bahwa Bank NTT  sudah menyusun Road Map Kesrjahteraan masyarakat NTT. Dan telah ada deklarasi Komodo dan dibicarakan bahwa dalam Road Map Perekonomian Masyarakat NTT ada sektor-sektor ekonomi yang akan didorong dan dibangun.

“Ekosistem pembiayaan seperti contoh pariwisata yang akan dibangun secara terintegrasi dengan mulai membangun destinasi sektor pariwisata dengan mendorong revitalisasi rumah rakyat untuk jadi hotel bintang 5 sehingga memberi nilai tambah atau konsepnya  adalah “sharing ekonomi” dari bidang pariwisata yang akan didorong oleh Bank NTT. Sehingga tingkat hunian rumah layak huni akan meningkat. Kita bantu merevitalisasi rumah mamsyarakat untuk menjadi hunian bagi wisatawan dengan penbiayan penuh dari Bank NTT, sehingga wisatawan menginap, maka masyarakat yang akan peroleh biayanya dan masyarakat juga akan  dipersiaptkan untuk memiliki mental hospitality pariwisata.” Jelas Isak  lebih lanjut.

Bank NTT, menurut Isak, sudah tetapkan dalam Road Map  akan bangun Economic City yaitu perumahan yang lengkap dengan semua kebutuhan. “Kami minta pak wali kasi kami tanah juga di kota. Karena dalam skema kami sudah dipersiapkan sejumlah Rp.50 trilyun untuk bangun sektor industri perumahan. Sistemnya adalah tanam dan kelola hasil. Skema Bank NTT adalah bangun perumahan  seperti  ini nantinya  di kabupaten  kota untuk perumahan economi city. Ini untuk buktikan bahwa Bank NTt adalah “Rumah Perbendaharaan Rakyat NTT.” Dengannya diharapkan NTT  akan dibangun sebagai “Nusa Tanah Terjanji.” Bank NTT janji akan didepan dalam “merumahkan masyarakat NTT.” Target kami adalah  bahwa NTT akan keluar dari stigma kemiskinan.” Tandasnya diakhir sambutan.

Walikota Kupang dalam sambutannya sekaligus membuka kegiatan ini menyatakan sangat mendukung program REI dan Bank NTT ini. Karena perumahan sebagai hal yang sangat vital. Prinsip standar kesejahteraan masyarakat bangkit adalah jika kebutuhan perumahan ini bisa di penuhi maka orang akan dinyatakan sudah keluar dari kemiskinan.

“Dukungan pemerintah Kota yang sudah dan akan  dibuat oleh  adalah memperjuangkan Perda atau perwali penghapusan BPHTB, dan jika ranperdanya belum disetujui karena menyatukan persepsi dengann dengan DPRD  sangat susah. Padahal jika bebas biaya BPHTB, maka  akan sangat membantu masyarakat kota Kupang dan  akan memberi nilai tambah bagi masyarakat. Kesejahteraan masyarakat harus ditingkatkan itu komitmen kami. Hadapi PNS  dikota sangat susah. Dan jika di tegur maka akan makin kepala batu. Pembahasan Bebas biaya BPHTB sangat sulit. Padahal masyarakat kota Kupang banyak yang belum memiliki rumah.” Tandasnya.

Masalah utama di kota kupang adalah  pembebasan tanah yang sulit sehingga developer sulit membangun.

” Pemkot sudah siapkan 25 hektar tanah di Belo untuk dibangun perumahan untuk ASN kota kupang. Maka jika program BP2BT  dan FLLPP bisa jalan maka perumahan bagi  para ASN Kota Kupang bisa  dibangun. Ada satu terobosan kami pemkot yakni mewajibkan ASN yang belum memiliki rumah Tunjangan Kinerja (Tukin) tidsk dibayarkan tapi langsung dipotong otomatis bagi biaya kepemilikan Rumah Bersubsidi. Karena pada tahun 2019 ini ada pemberian  tukin bagi ASN esalon 2, 3, dan  4. Bagi tiap esalon beda jumlahnya 3 juta  bagi Esalon 4, ,4 juta bagi esalon 3  dan 5 Juta bagi esalon 2.  Dan  akan wajibkan semua ASN  yang belum punya rumah untuk buka tabungan di Bank NTT dan Tukin akan dibayarkan secara transfer langsung ke rekening sehingga Bank NTT langsung memotongnya bagi cicilan perumahan. Intinya  Pemkot siap bekerja sama dengan REI  dan Bank NTT  untuk membangun rumah bagi masyarakat kota Kupang.” Tandas Walikota.

“Kami juga ajak REI NTT untuk bekerja sama  untuk pasang wifi bagi masyarakat Kota Kupang. Di kota sekarang ada 200 dengan biaya Rp.2.222 rupiah per  sambungan wifi gratis bagi masyarakat Kota Kupang.” Imbuhnya akhiri sambutan.

Usai peresmian yang ditandai dengan penekanan sirine bersama oleh Bank NTT, REI, Bank BI, dan Walikota  Kupang, menandai dibukanya EXPO REI NTT dan Bank NTT pada malam ini. Dan selama 10 hari 13 developer akan memamerkan produk dan program promosi rumah bersubsidi masing-masing developer dengan bebas DP. ■■ Juli br

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *