Edukasi Ekonomi Syariah, BI Kpa NTT Gelar Webinar Road to Fesyar KTI 2021 

  • Bagikan

NTT, TOPNewsNTT||Menuju persiapan Festival Ekonomi Syariah Kawasan Timur Indonesia (Fesyar KTI) 2021, BI NTT menggelar Webinar Edukasi Ekonomi dan Keuangan Syariah dan serahkan Sertifikat Halal UMKM yang dilaksanakan secara Virtual dari Lantai 1 BI Kpa NTT (Kamis, 22/7).

Kegiatan ini merupakan wujud komitmen Bank Indonesia yang akan secara kontinyu melakukan edukasi kepada masyarakat terkait terkait peran dan kebijakan Bank Indonesia.

Tujuan kegiatan  untuk memberikan pemahaman terhadap konsep ekonomi dan keuangan Syariah serta peran dan kegiatan yang dilakukan Bank Indonesia dalam mendukung pengembangan ekonomi & keuangan syariah.

Narasumber webinar adalah  Kesumawati Syafei selaku Asisten Direktur dari Departemen Ekonomi & Keuangan Syariah (DEKS) Bank Indonesia.

Acara ini dihadiri oleh berbagai kalangan seperti Kepala MUI NTT, Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Muhammadiyah Kupang, serta mahasiswa dan pelajar dari berbagai institusi pendidikan di NTT seperti Universitas Muhammadiyah Kupang, STAI, SMA Muhammadiyah, MAN 1 Kupang, dan instansi pendidikan lainnya.

Acara edukasi dibuka dengan sambutan dari Kepala Kpw BI NTT, I Nyoman Ariawan Atmaja sekaligus membuka webinar.

Nyoman menyampaikan pentingnya  perkembangan ekonomi & keuangan syariah kepada masyarakat dan peran penting Bank Indonesia di dalamnya, termasuk sinergi dengan Komite Nasional Ekonomi Syariah (KNEKS). antara lain dengan pelaksanaan seperti melalui Festival Ekonomi Syariah Kawasan Timur Indonesia (Fesyar KTI) 2021.

Ia juga paparkan  berbagai langkah konkret BI untuk mendorong pertumbuhan ekonomi syariah di NTT, seperti pengembangan ekonomi pesantren, fasilitasi sertifikasi halal, dan kurasi Industri Kreatif Syariah Indonesia atau IKRA. pengembangan beberapa pesantren seperti pesantren Walisanga pada tahun 2018, pesantren Hidayatullah pada tahun 2019, pesantren Manahil Al Irfan pada tahun 2020 dan pesantren Ikhwatul Muslimin pada tahun 2021. Kami juga terus mendorong fasilitasi bagi UMKM di NTT untuk mendapatkan sertifikasi halal agar dapat memasarkan produk-produknya sebagai produk halal, dengan mengadakan kegiatan bimbingan teknis sertifikasi halal. Tentunya dengan memiliki sertifikasi halal, kami berharap agar UMKM di NTT dapat memiliki nilai tambah agar mampu bersaing di pasaran. Kemudian, kami juga telah melakukan kurasi produk-produk dari UMKM di NTT yang dapat bergabung dalam Industri Kreatif Syariah Indonesia (IKRA) agar produk-produk unggulan dari NTT dapat masuk dan bersaing di pasar global. Contohnya yang sudah terpilih dari NTT antara lain UMKM Mama Ana, GS Organik, Rumah Tenun Ina Ndao, RUmah Tenun Alor dan lain sebagainya.

Kegiatan dalam bentuk webinar edukasi ekonomi syariah ini bekerja sama dengan Departemen Ekonomi dan Keuangan Syariah Kantor Pusat Bank Indonesia yang  bertujuan untuk menyampaikan perkembangan ekonomi dan keuangan syariah serta peran Bank Indonesia di dalamnya.

Acara juga disertai penyerahan sertifikasi halal kepada UMKM di NTT yang telah melewati proses sertifikasi dari LPPOM MUI, yakni, GS Organik, Timor Moringa, Aroma Kopi Sumba, OG Rumah Produksi, dan Mindari.

“Pada Fesyar KTI 2021 akan dilaksanakan beberapa lomba yang akan diadakan oleh Kantor Pusat BI dan tuan rumah Fesyar KTI 2021 yakni Provinsi Gorontalo, seperti lomba video kesenian tari daerah, lomba nasyid, lomba model usaha pesantren, lomba desain busana muslim, lomba wirausahan muda syariah dan lain-lain. Untuk itu mari kita doakan bersama agar wakil-wakil dari NTT dapat memperoleh hasil yang membanggakan.

Tindak lanjut dari kegiatan Fesyar ini, akan digelar Festival Ekonomi Syariah KTI pada tanggal 27 Juli – 3 Agustus 2021.

Kesumawati memaparkan konsep dasar dari ekonomi & keuangan Syariah, dan bahwa Indonesia memiliki potensi yang besar dimana Indonesia duduk pada ranking empat pada Global Islamic Economy Indicator Score Rank.

“Bank Indonesia berperan sebagai akselerator, inisiator, dan regulator pada pengembangan ekonomi & keuangan Syariah.” Ujarny.

Kesumawati juga memaparkan 3 strategi BI dalam pengembangan ekonomi & keuangan Syariah yaitu pemberdayaan usaha Syariah dengan Contoh kegiatan antara lain :  fasilitasi teknis sertifikasi halal yang dilakukan oleh Bank Indonesia dan kurasi produk unggulan pada Industri Kreatif Syariah Indonesia (IKRA),
pengembangan dan Pendalaman Keuangan Syariah dengan contoh kegiatan adalah melalui pengembangan instrumen Syariah dan penguatan regulasi, keilmuan & Kampanye Ekonomi Syariah contohnya adalah kegiatan sosialisasi dan edukasi yang dilakukan kali ini untuk mendorong literasi ekonomi & keuangan Syariah di Indonesia yang masih 16.3%.

Tanggapan Dr. Syarifuddin MM, Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Muhammadiyah Kupang yang menyatakan bahwa praktik jual beli yang baik telah diatur dengan mengedepankan konsep syariah, yakni pelaksanaannya harus berdasarkan nilai-nilai agama, dan menjauhkan dari riba.

“Sehingga dalam pengembangannya, masyarakat, dan usaha dapat mengikuti nilai-nilai tersebut agar dapat memberikan manfaat kepada seluruh masyarakat.” Ujar Syarifudin.

Abdul Kadir Makarim, ketua MUI NTT. Bapak Abdul Kadir menyatakan bahwa melaksanakan kegiatan secara syariah adalah sebuah kepentingan, dan kondisi negara pada saat ini diharapkan dapat dibantu dengan ekonomi & keuangan Syariah, dan diharapkan bahwa ekonomi & keuangan Syariah dapat berkembang, terutama di NTT. Secara keseluruhan kegiatan edukasi ekonomi & keuangan Syariah berlangsung dengan antusiasme tinggi peserta dengan beragam pertanyaan yang diajukan serta keikutsertaan dalam kuis interaktif yang disiapkan.|| juli br

sumber : hukas BI Kpa NTT (@henry)

 

  • Bagikan