Di Percaya Jadi Rektor Periode Kedua dimasa Pandemi Covid-19, Ini Komitmen David Selan Majukan UPG 45

  • Bagikan

NTT, TOPNewsNTT|| David R. E Selan, SE, MM, dilantik kembali sebagai Rektor Universitas PGRI secara virtual jadi Rektor UPG 1945  di Kupang, Provinsi NTT, Senin 21 Juni 2021.

David yang sudah dipercaya dua periode menjabat Rektor UPG 1945 ini dilantik oleh Ketua umun PBI PGRI ibu Prof Univa Rosidi M.Pd secara virtual.

Seperti apa komitmennya dalam memajukan UPG 45 ini dalam 4 tahun masa jabatannya hingga 2025 ditengah tantangan pandemi Covid yang masih melanda NTT, Indonesua dan dunia, kepada media ini David Selan, (Rabu, 23/6) di ruang kerjanya  mengungkapkan pandangan, komitmen dan strateginya dalam memajukan Lembaga PTS UPG 45 yang mampu melewati periode sulitnya usai berubah nama daru PGRI NTT menjadi UPG 45.

“Kita sementara menghadapi pandemi Covid-19 yang melanda seluruh dunia, termasuk NTT. Dan kita belum tahu kapan kapan berakhirnya, dan belum terkendali sepenuhnya dan hal itu menimbulkan resesi ekonomi dunia. Ruang gerak kita dibatasi. Dan ini bukan tantangan hanya pada Perguruan Tinggi UPG saja, tapi Perguruan Tinggi pada umumnya.” Jelas David.

“Yang kedua, seluruh dunia pendidikan saat ini sedang hadapi kondisi yang rapuh. Mengapa, karena dasar pijak kita harus ada stabilisasi. Tapi kalau tidak stabil dan semua tidak menentu, dasar pijak kita sedang rapuh. Sehingga dalam ketidakpastian ini, sementara pendidikan kita membutuhkan kondisi yang kuat dan kokoh sebagai dasar pijak dalam pengembangan ilmu pengetahuan. Ini jadi tantangan.” Ujar David.

“Untuk UPG 1945 ke dalam saya sebut sustainability atau menciptakan keseimbangan jangka panjang yang sangat ditentukan oleh jamgka pendek. Step by step setiap hari apa yang sudah dan belum dilakukan setiap harinya. Sehingga nantinya tidak akan ada kendala lagi tapi kita harus maju terus pantang  mundur. Tetapi untuk UOG 45 harus dirancang bangun strategi, jiwa dan semangat baru lewat rektor baru untuk lakukan terobosan baru yang dibatasi dengan moto UPG 45 yaitu “Change We Can Believe In’ atau perubahan yang dapat kita percayai. Dan harus dilakukan kolaborasi dan dinamisasi karena semua terus bergerak dan berubah. Tentukan etos kerja yang terukur, dinamis untuk mengejar apa yang merupakan peluang untuk survive dalam jangka panjang. Yang perlu kita lakukan adalah kita dapat melihat Covid 19  yang walaupun tantangan tapi jadi peluang. Karena dengan Covid misalnya banyak beasiswa banyak yang dikucurkan, sekarang ada beasiswa afirmasi (waktu lalu ada bidik misi). Ini adalah kampus merdeka belajar, dan untuk memenuhi standar kampus merdeka dan merdeka belajar tidak gampang. Kampus itu harus masuk dalam satu liga : liga satu, dua dan tiga. Ini yang saat ini sedang kita usahan memenuhinya. Dan keempat adalah seiring dengan regulasinya kita harus belajar potensi wilayah di daerah. Memang ada 56 PTS di NTT dan 7 PTN. Ini tidak serta merta semua boleh bertumbuh tapi tergantung kepada produk mereka mereka sudah layak untuk  masyarakat dan sesuai dengan kebutuhan stakeholder tidak?. Ini harus dapat terukur dan untuk itu maka yang paling pokok disini adalah kedekatan dan pendekatan kita dengan masyarakat dan kebutuhan, dengan topografi yang sangat luas san daerah kepulauan yang sangat luas, pedalaman yang hampir sebagian besar akses liatrik telepon wifi yang belum 4G. Bagaimana mereka mau belajar virtual. Perlu lembaga ini lakukan pendekatan dengan kondisi sepeeti diatas agar lakukan pendekatan.

Pengembangan 10 jurusan baru dan lakukan pembenahan managemen internal. Struktur  sudah lengkap hirarkienya dapat berfungsi.  Karena jika salah satu hierarkie lumpuh naka roh Tri Dharma PT tidak akan berjalan baik dan akan timbulkan distorsi. Karenanya keutuhan adalah kekuatan bagi kami untuk bergerak maju lagi. Karena pertumbuhan UPG 45 beberapa tahun teraakhir ini pertumbuhan mahasiswa grafiknya makin meningkat karena ada kepercayaan masyarakat kepada lembaga ini. Tentunya kita akan lakukan perbaikan pelayanan misalnya dalam kebutuhan administrasi mahasiswa apapun itu secara cepat, tepat dan sesuai kebutuhan. Artinya kita kembalikan semua ke arah yang benar dan rebut kepercayaan masyarakat.

Komitmen pribadi saya tetap konsen dan tinggalkan usaha pribadi saya abaikan untuk fokus lembaga ini jadi baik. Fokus lada tujuan dan program strategis yang jadi utama dan setiap tabun kita evaluasi dan perbaiki dan tingkatkan yang bagus sehingga pada akhir masa jabatan saya 202t saya bisa buat kemajuan berarti bagi lembaga ini.

Capaian kita di periode lalu yaitu dari kisruh internal PGRI hingga ke masuk ke UPG 45 Kemendikti beri waktu 2 tahun saja untuk membuat berbagai pembenahan, singkat. Dan hingga hari ini lembaga ini masih berdiri di sini dengan perkembangan yang signifikan artinya kita berhasil melewati periode sulit berekspansi ke UPG 45.

Kalau tidak capai akreditasi dalam 2 tahun maka kita akan ditutup. Tapi kita dapat mencapainya dalam waktu satu tahun setengah dan 11  prodi terakreditasi B. Kampus lain terseok-seok untuk bisa dapat akreditasi B. Kami sudah mencapainya dalam 1,5 tahun dan itu sebuah lompatan besar.

Institusi ini selama belasan tahun berjalan (PGRI-red) belum terakreditasi tapi UPG 45 dalam kurun waktu 1,5 tahun sudah terakreditasi B.

Ketika tahun pertama sempat orangtua tidak mau kuliahkan anak karena kami dianggap kampus bermasalah. Tapi saat ini lihat saja begitu banyak peminat yang mendaftarkan diri untuk kuliah di sini. Artinya selama 1,5 tahun ini kita berhasil kembalikan kepercayaan masyarakat kepada lembaga ini dengan pendekatan-pendekatan lewat sosialisasi hingga ke daerah-daerah untuk menjelaskan tentang profil lembaga ini dan program strategis kita saat ini demi peningkatan mutu pendidikan dan menjalankan tri darma PT. Kita juga mencari tahu apa kebutuhan dan permasahan masyarakat dan menyelesaikannya.

Dan jumlah capaian bidik misi kita terbesar sepanjang sejarah. 2020 hampir 500 mahasiswa. 2019 200-an dan 2021 hampir 1000. Dan itu tunjukka kepercayaan kepasa lembaga kita.

Total mahasiswa 2.000 hingga kini dan penerimaan 2021 sudah 1.100. Kuota 1.100. Jumlah mahasiswa 2019 dibanding dengan160% dan jumlah mahasiswa  2020 jumlah dibanding dengan 2021/2021 sebesar 1.100 mahasiswa atau pertumbuhan 160%. Dan semua mahasiswa datang dari semua daerah.

Kita bisa maju dalam kondisi sulit lembaga ini semua karena anugerah Tuhan. Kita juga dapat kepercayaan dari pemerintah pusat, gubernur NTT.

Penerimaan mahasiswa baru masih diperpanjang sampai Agustus karena akan ada pengenalan kehiduoan kampus dan KBM berjalan di September.

Pesan dari Ketua PBI PGRI Pusat Unifarosa M.Pd  saat sematkan toga kepada  rektor agar jaga keseimbangan dan segera siapkan sejarah PGRI sejarah kampus dalam.buki dan akan direview oleh PBI PGRI Pusat, lakukan giat strategi baru agar melbaga ini bisa maju. Karena lembaga ini pernah peroleh nomor satu sebagai PTS, dan sudah hilang karena ditutup, sehingga kita sedang keras berusaha peroleh kepercayaan masyarakat dan naikkan brand sebagai PTS.

PBI PGRI Pusat menilai sangat baik sehingga dipercaya kembali kepada saya sebagai rektor dan kepada pak sam.

Kita sudah mulai dari nol dengan melewati 21 putusan pengadilan dan terakhir 4nya MK maka ini tidak gampang karena  kita mulai dari nol.  Pesan beliau kita harus fokus pada pekerjaan dan memulai kegiatan apa yang harus dilakukan,  dalam lakukan program startegis utama sehingga sinergitas bisa dicapai, pelayanan bisa tetap berjalan sehingga kita bisa capai haraoan. Sehingga pasa periode beeikut pada saat laporan minimal laporannya kita sukses, berhasil.

“Saya orang marketing dan dalam teori marketing ada konsep teori live sequel product kondisi dimana ketika produk itu alami pertumbuhan (growth) sampai perkembangan itu bagus tapi suatu waktu dia alami desclaine atau mati, maka susah untuk dibangkitkan kembali produk itu. Produknya sudah jatuh maka susah kembalikan lagi brandnya. Tapi di UPG 1945 kita kalahkan theori itu. Dengan produk dan nama baru kita mampu bangkitkan kembali brand kita dan melewati periode sulit dan date line 2 tahun itu. Sekali lagi ini bukan kehebatan kita tapi anugerah Tuhan dan mindset dan strategi kita dan kelemahan kita jadikan kekuatan untuk maju dan bertahan.” Ujar David.|| juli br

 

  • Bagikan