Capai 0% Stunting di Kabupaten Kupang, Danone Indonesia lewat Yayasan JPM gelar Workshop

  • Bagikan

OELAMASI, TOPNewsNTT||Demi membantu pemerintah kabupaten Kupang dalam menekan angka stunting menuju 0%, Danone Indonesia hadir lewat Yayasan Jaringan Peduli Masyarakat (YJPM) dengan project Gasing Nekmese (Generssi Bebas Stunting Melalui Nutrisi Edukasi Keluarga Menuju Sehat).

Project ini  digagas oleh Danone Indonesia dan YJPM dalam menyikapi kondisi tingginya prevelensi angka stunting di Kabupten Kupang.

Salah satu kegiatannya yakni Workshop Konvergensi Penanganan dan Pencegahan stunting yang mencakup pencapaian kinerja 2021 dan perencanaan program Gasing Nekmese 2022 di kantor Bupati Kupang (Jumat, 12/11).

Kegiatan dibuka oleh Bupati Kupang Drs.Korinus Masneno,M.M didampingi Direktur Yayasan Jaringan Peduli Masyarakat (JPM) Yohanes Pakereng, Health Nutrition Community & Engagement Manager Danone Indonesia Lucy Nawaningtyas, Health & Nutition Senior Manager Danone Indonesia Yusrini Rizki Pohan, Kepala BP4D Marthen Rahakbaw, para kades dan undangan lainnya.

Kegiatan diawali dengan penyerahan plakat dan piagam dari Pemkab.Kupang.

Bupati Kupang Drs Korinus Masneno,MM dalam sambutannya membuka  Workshop  minta Danone dan Yayasan JPM jangan pergi tinggalkan kabupaten Kupang.
“Pergi kemanapun boleh, asal kabupaten Kupang selalu di hati dan kami tetap menanti.” Ujar Bupati.

Bupati juga mengingatkan bahwa tujuan workshop dilaksanakan adalah dalam rangka mengetahui kemajuan program Gasing Nekmese yang sudah dilaksanakan sejak awal 2021 di 8 desa intervensi program, yakni desa Oelbiteno, Nunsaen, Passi, Nonbaun di kecamatan Fatuleu Tengah, Desa Oesusu dan Fatukona di Kecamatan Takari, Desa Tolnaka dan Fatukona di Kecamatan Takari, Desa Tolnako dan Camplong 2 di Kecamatan Fatuleu .
“Stunting mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan otak anak khususnya di seribu hari pertama kehidupan dan memberikab resiko lebih tinggi menderita penyakit kronis di masa dewasajya.” Pungkas Bupati mengingatkan.

Bupati Masneno pun menyebutkan bahwa data stunting di kabupaten Kupang tahun 2019 balita stunting 32,34%, Agustus alami penurunan jadi 22,3% dan makin menurun pada 2021, hingga 10,04%. Dari data tersebut, Bupati Masneno menyebut prevelensi stunting di kabupaten Kupang terus menurun dan berharp pada 2024 bisa turun hingga 9,3%.

“Gubernur NTT pada Rakor percepatan dan penurunan prevelensi stunting se-NTT di Labuan Bajo Oktober lalu menegaskan bahwa angka stunting di NTT harus turun jadi nol (0%) di 2022. Dan itu yang disebut kerja keras. Oleh karenanya kita harus rubah pola kerja, pola pikir, inovatif. Dan butuh konvergensi dan kolaborasi semua pihak agar target penurunan angka stunting tercapai.” Cetusnya.

Ia berharap dengan menetapkan 100 desa lokus penanganan stunting terintegrasi tahun 2022, pihak swasta dan LSM/NGO terutama Danone Indonesia melalui Yayasan JPM terus melanjutkan programnya di kabupaten Kupang.
“Atas nama Pemkab.Kupang saya ucapkan terima kasih dan apresiasi kepada Danone Indonesia yang melalui Yayasan JPM serta LSM/NGO telah membantu Pemda dalam upaya penanggulangan dan pencegahan stunting.” Ujarnya.

Direktur Yayasan JPM Yohanes Pakereng menyebutkan bahwa yayasan JPM merupakan sebuah lembaga nirlaba yang bekerja di Indonesia sejak 2019 dengan tujuan utama untuk meningkatkan kesejahteraan dan ketahanan pangan masyarakat dalam bidang kesehatan, pendidikan.

Yayasan ini juga ikut berkontribusu dalan pencapaian kondisi masyarakat yang tangguh terhadap bencana, melalui kegiatan-kegiataj yang teratur, terencana dan berkesinambungan dan memastikan keterlibatan kelompok rentan, perempuan dan penyandang disabilitas dalam proses pengembangan dan pemberdayaaj masyarakat.

Kewajiban yayasan untuk bekerja sama dengan pemkab.Kupang secara bersama mencegah dan mengurangi stunting di kabupaten Kupang.
“Dalam pelaksanaannya program Yayasan JPM pada fase 2 fi tahun 2022 berkolaborasi dengan pemdes, puskesmas, kecamatan, dinas kesehatan dan OPD terkait kainnya, telah melaksanakan sejumlah kegiatan yaitu pelatihan dan pengembangan kebun gizi dan kolak ikan lele, pelatihan dan penfuatan kapasitas kader melalui OnThe Job Training, penguatan kelompok pendukung ibu, kampanye pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), pelatihan pengolahan bahan pangan dan sanitasi kelompok remaja.” Uajr Yohanes.

Ia sampaikan terima kasih atas kolaborasi serta dukungan Pemkab.Kupang hingga ke tingkat desa, sehingga Program Gasing Nekmese bisa berlangsung selama 2 fase.
“Tujuannya adalah demi mencapai pengurangan stunting. Tinggal mempersiapkab perencanaan program Fase 3 di tahun 2022.” Cetus Pakereng.

Rizki Pohan dari Danone Indonesi mengatakan kegiatan ini bertepatan dengan hari Kesehatan Nasional, pemberitaan stunting sangat berpengaruh pada proses produktifitas bangsa yang berkaitan dengan keadaan ekonomi Indonesia.

“Upaya pencegahan stunting di Indonesia sudah dilakukan sejak lama. Danone Indonesia berupaya untuk mencegah stunting sejalaj dengan visi misinya yaitu One Planet One Health.” Ujarnya.

Diingatkannya bahwa masalah stunting bukan menjadi tugas pemerintah sendiri, tapi juga tugas bersama.
“Pihak swasta juga punya tugas mengentaskan stunting yang harus dimulai dari remaja, ibu dan anak. Kami punya beberapa program pendukung, diantaranya program Gesit, Edukasi untuk anak-anak, STBM sanitasi dan progran air bersih hingga kolaborasi pentahelix.” jelas Pohan.|| juli br

Sp

  • Bagikan