Bupati TTU Ray Fernandez Kunjungi Marice Isu Pasien Kanker Ganas Asal TTS Di Sasando Hotel, Pemkab TTS Tidak Nampak

KUPANG, TOP NEWS NTT■■ Bupati TTU, Raymundus Sau Fernandez, sempatkan diri kunjungi Mama Marice Isu (Penderita Kanker Bahu) di kamar no 210 Sasando Hotel. Dalam perjalanan pulang ke Kefa, TTU malam itu pukul 12.34 menit usai mengiktu kegiatan bersama gubernur di Hotel Pelangi.
Sedangkan pemerintah kabupaten TTS, tempat asal Pasien Kanker Bahu tidak menampakkan batang hidungnya sejak Mama Marice dibawa dari Soe oleh Komunitas Peduli Kemanusiaan TTS dan TTS Adil pada Senin, 4/3/2019.

Bupati Ray bersama.Mama Marice

Kepada media ini, Ray Fernandes menyatakan kunjungan ini hanya semata sebagai sebuah panggilan kemanusiaan dan dalam kapasitas pemerintah yang bertetangga dengan penderita Kanker ini.
Terlepas dari jabatan pemerintahan, Ray menyatakan sebagai sesama orang Kristen dan orang Timor harus bisa memiliki hati yang berempaty kepada sesama yang menderita. Hal yang membuatnya sampai melangkah ke Sasando Hotel menemui langsung Mama Marice adalah kondisi Kanker yang sudah sangat membesar, tapi ditambah pula penderitaan sedang hamil 8 bulan  dan ditelantarkan suami. Hal ini membuatnya geram sekaligus iba.
“Sebagai sesama manusia, orang Kristen dan sesama suku Timor, terlepas dari tugas pemerintahan saya merasa sangat berempati kepada Mama Marice karena kondisinya sangat memprihatinkan. Sudah sakitnya parah, hamil 8 bulan dan ditelantarkan suami lagi. Miris saya melihat penderitaan mama ini. Berat karena secara medis ada dua nyawa yang harus diselamatkan lewat tindakan apapun yang nanti akan diambil oleh pihak RS.” Ujarnya haru.

Dalam konteks sebagai pemerintah Ray berjanji akan membicarakan hal ini dengan gubernur NTT Viktor B.Laiskodat dan Pemkab TTS bagaimana menolong mama ini. Karena Ray menegaskan bahwa mama Marice harus diambil tindakan medis
Tidak bisa tidak. Berapaun biaya dan kemana harus pergi ke Jakarta RS dr..Gatot Subroto sekalipun atau ke Singapura pun akan diupayakan dibawa. Ia akan meminta pemprov dan pemkab TTS memberikan pertolongan maksimal.
“Sebagai pemerintah, walau mama Marice bukan tinggal di wilayah kerja saya, saya akan bicarakan hal ini dengan pak gubernur Viktor Laiskodat dan pemkab TTS, bupati dan wakil bupati untuk bagaimana bentuk bantuannya. Saya harap mereka bisa memberikan bantuan maksimal sampai mama Marice pulih bahkan melahirkan dengan selamat dan sampai kepada bagaimana kehidupannya nanti setelah sehat. Ekonomi dan sebagainya. Saya rasa pemkab TTS harus peka ini. Karena kondisi seperti ini jika menimpa warga miskin harus menjadi tugas pemerintah. Pemerintah tidak boleh tutup mata. Kalau saya dari APBD TTU tidak bisa tapi dari jalan lain pasti ada. Dan APBD Kabupaten TTS dan Pemprov NTT punya itu. Segera saya akan kirimkaj foto mama ke Pak gubernur dan bupati dan wakil bupati TTS. Moga mereka terutama pemkab TTS peka melihat dan bisa segera bertindak. Karena kondisi mama ini tidak bisa menunggu mengingat waktu melahirkan hampir dekat. Sisa satu bulan moga sebelum melahirkan sudah dioperasi. “Tandas Ray berjanji.

Kepada mama Marice Bupati Ray dengan memeluk di bahu kirinya, memberikan penguatan dalam bahasa dawan agar kuat dan semangat. Semua akan diurus dengan baik oleh pemerintah. Dan persiapkan diri menjelang kelahiran bayinya.

Dengan berurai air mata kepada media ini Mama Marice ungkapkan rasa terima kasihnya atas kunjungan dan bantuan Bapa Bupati Ray yang sudah mau memikirkan  bagaimana menolongnya. Selanjutnya Mama Marice tidak mampu mengucapkan apa-apa.
“Saya ucapkan terima kasih kepada bapa bupati Ray yang sudah mau kunjungi saya dan membantu.” Ujarnya singkat sambil menangis terisak tak mampu mlanjutkan kata-kata.

Selain itu, Bupati Ray menyatakan akan menetapkan program Sosialisasi terkait kesehatan reproduksi bagi perempuan dan ibu serta pengenalan penyakit kanker payudara dan serviks, dan penyakit ll bahaya,  pengelanan dan pencegahannya. Termasuk kondisi pemicu dan penyebab kanker payudara dan serviks.

Kepada kaum perempuan seluruhnya harus rajin mengakses informasi terkait penyakit kanker terutama serviks dan payudara, penyakit menular seksual dan kesehatan reproduksi.
Sedangkan kepada para suami, bupati Ray ingatkan untuk ikut memperhatikan isteri dan ibu-ibu serta anak perempuan mereka dengan jangan jajan sembanrangan, dan tiada henti mengingatkan isteri mereka untuk memeriksakan diri dan menjaga kesehatan reproduksi mereka.
“Karena perempuan adalah yang akan melahirlan generasi penerus bangsa. Dalam kesehatan dan keselamatan mereka ada masa depan bangsa. Karena anak-anak yang dilahirkan adalah generasi penerus bangsa dan keluarga. Jika mereka sehat, maka sehat pula generasi penerus bangsa. Tapi ini semua menjadi tugas kita bersama dengan pemerintah dan stakeholder.” Tandasnya.

Kejadian seperti ini memang sering terjadi di kampung-kampung karena kurangnya informasi lewat sosialisasi dinas teknis terkait bagaimana menjaga kesehatan reproduksi dan mengenal dan mewaspadai bahaya kanker serviks dan payudara. Kadang mama-mama malas pergi ke poayandu dan puskesmas jika kena penyakit. Dan lebih percaya obat tradisional yang keampuhan dan kebersihan tidak terjamin, jelas Bupati Ray.

“Untuk perempuan pada umumnya jika ada kena penyakit seperti ini harus segera memeriksakan diri ke puskesmas sehingga bisa ditangani sejak dini. Jangan sudah stadium akhir baru mau ke RS. Selaib waktu panjang,  kemungkinan sembuh sangat kecil dan biaya besar, juga bisa menyebabkan kematian. Lambat penanganan adalah penyebab kematian.” Ujarnya lagi mengingatkan.

Bupati menyarankan agar segera mendirikan posyandu perempuan. Bukan hanya anak dan lansia.

Ruth Agnes Ratu ketua komunitas menyatakan sangat  berterima kasih kepada kehadiran dan partisipasi pak Bupati Ray dan apresiasi bahwa kunjungan ini adalah sebagai kunjungan pertama kepada kegiatan komunitas yang sudah selama 10 tahun melagani begitu banyak pasien keluarga tidak mampu dengan kondisi sakit berbahaya seperti Mama Marice. Ia akui jika selama ini mereka  berjalan sendiri.

Bupati juga sampaikan bahwa jika tidak berhalangan maka Rabu, 6/3/2019, rencanya gubernur NTT Viktor Laiskodat dan jajaran dinas terkait akan mengunjungi Mama Marice saat pemeriksaan lanjutan di RSU Yoehanes Kupang.

Saat itu bupati Ray menghubungi Bupati TTS untuk memberi informasi terkondisi Mama Marce belum memberi jawaban pasti seperti apa kontribusinya untuk mama Marce. Pertelepon  bahkan bupati TTS terpilih, hanya menjawan ia belum mendengar kabar penderita. Dan mengiyakan  saja anjuran Bupati Ray lantas menutup telepon. ■■ Juli br

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *