Bupati Belu Serahkan Secara Simbolis Beras PPKM bagi 17.237 KPM

ATAMBUA, TOPNewsNTT|| Sebanyak 17.237 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di kabupaten Belu menerima bantuan beras PPKM. Bansos beras ini sebagai kompensasi kebijakan pemkab.Belu menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) dalam rangka memutus mata rantai penyebaran Covid 19.

Penyerahan secara simbolis dilakukan oleh Bupati Belu dr.Taolin Agustinus,Sp.PD-KGEH,FINASIM kepada peewakilan KPM, menandai launching pendistribusian beras PPKM pada Selasa,.27/7 di Lantai 1 Kantor Bupati Belu.

Nampak hadir dan turut mendampingi Bupati antara lain Kadis.Sosial Beli Sabina Mau Taek,SP, Kepala Perum Bulog Sub Divre Atambua Naomi Uli dan Kepala PT POS Atambua Ricky Rahmadan.

Bupati Taolin menyebut dalam sambutannya bahwa bantuan beras PPKM ini adalah sebagai perhatian pemerintah kabupaten Belu kepada keluarga-keluarga yang saat berada dalam kondisi sulit karena Pandemi Covid-19.

Kabupaten Belu, papar bupati Taolin saat ini berada dalam level 4 penyebaran Civid 19, yang artinya semua kegiatan kemasyarakatan harus ditutup, termasuk pasar, toko dan lain sebagainya. Dan untuk mencegah peningkatan penyebaran Covid ke level lebih tinggi maka harus dilakukan pengetatan penerapan Prokes 5 M harus dilakukan dengan serius bukan hanya di bibir saja.

Bupati kembali ingatkan dengan tegas bahwa saat ini sudah masuk  Covid varian Delta di kabupaten Belu yang  penyebarannya lebih cepat dan lebih mematikan.

“Penerapan Prokes 5M adalah salah satu cara memutus rantai penyebarannya, ditambah 3 T (.Testing, Treaching dan Treatment) oleh tenaga kesehatan.” Ujar Bupati mengingatkan.

Bupati menyatakan ke  depannya  penerima bantuan harus memenuhi  lima syarat, yaitu pertama warga kabupaten Belu, kedua memenuhi ketentuan yang ditentukan, ketiga mematuhi protokol kesehatan, dan keempat sudah divaksin dengan dibuktikan sertifikat vaksin.

Selain itu akan dilakukan survey kelompok-kelompok-kelompok,

“Ibu Kadis, berikan semua data penerima, di desa mana, daerah mana, angka covidnya timggi atau tidak, taat prokes tidak?” Kata Bupati mengikstrusikan.

Menurut Bupati di kabupaten Belu hari ini  terdapat 7.000 dosis vaksin dan sudah terpakai sekitar 1000-2000 dosis, sisanya 5000an dosis untuk 5000 orang lagi yang siap.di vaksin dalam beberapa hari kedepan.

Ia berharap masyarakat dapat menggunakan kesempatan vaksin yang dilakukan oleh nakes di setiap puskesmas agar target 70-80% orang masyarakat kabupaten Belu divaksin hingga Desember 2021 bisa tercapai sehingga meringankan dampak berat jika terkena covid, dan dapat ditangani segera.

Tapi diakuinya bahwa penerapan vaksin di Kabupaten Belu masih lamban akibat lambatnya droping vaksin dari pusat.

Bupati minta PT Pos yang akan menyalurkan bantuan beras PPKM tetap memperhatikan penerapan Prokes.

Kadis.Sosial Belu Sabina Mau Taek,SP melaporkan bahwa sasaran penerima Bantuan Beras PPKM adalah KPM PKH dan BST sebanyak 17.237 KPM, dengan rincian KPM PKH sebanyak 10.601 dan KPM BST sebanyak 6.636.

“Dukungan Perum Bulog Belu terhadap program ini yaitu menyediakan sebanyak  172.370 kg beras yamg diangkut dan disalurkan oleh PT POS Indonesia ke seluruh titik, selanjutnya petugas PT POS Indonesia akan didampingi oleh Pendamping PKH dan TKSK dalam penyalurannya. Penyaluran akan berlangsung hingga 31 Juli 2021 dan setiap KPM menerima 10 Kg.” Jelas Sabina.|| juli br

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *