BPR Christa Jaya Perdana Kupang Raih Predikat Pertama “Sangat Bagus” Kinerja Gemilang TK 2019

KUPANG, TOP News NTT ■■”Untuk Kinerja Gemilang pada Tahun Kerja 2019 Predikat “sangat bagus” diraih oleh 72 BPR di kelompok aset Rp100 miliar sampai dengan di bawah Rp250 miliar, tapi Peringkat teratas ditempati BPR Christa Jaya Perdana  Kupang untuk tahun kinerja Januari sampai Desember 2019.” Jelas Christofel Liyanto, Komisaris Utama dan Pemegang Saham Pengendali BPR Christa Jaya Perdana  Kupang kepada awak media saat membuka press confress (Selasa, 15/09/2020) di BPR CJP Kupang.

Didampingi Direktur BPR CJP Lany Tadu dan Manager Marketing dan Afair, Wilson Liyanto,  Chris memaparkan bahwa  yang menjadi kriteria atau faktor penilaian Infobank dalam Kinerja Gemilang,  pertama adalah modal.
“Yaitu kekuatan modal yang dilihat dari rasio presentase, rasio kecukupan modal yang tinggi dan pertumbuhan modal.  Hal kedua adalah kualitas Aset (NPL) dan tingkat pertumbuhan kredit yaitu dari tahun ke tahun kredit yang kita lepas alami pertumbuhan yang wajar. Aspek ketiga adalah  kemampuan hasilkan laba,  ada dua kriteria ekonomi yaitu kemampauan hasilkan laba dibandingkan data total aset dan kemampuan hasilkan laba dibandingkan modal yang dimiliki oleh perusahaan. Dan aspek berikuy adalah tingkat efisiensi beban biaya dan pendapatan dan likuiditas atau ketersediaan dana di BPR CJP untuk melayani kebutuhan masyarakat selama Tahun Kinerja 2019.  Itulah beberapa kriteria yang menjadi standar penilaian Infobank berdasarkan laporan keuangan yang kita publish yang sudah diperiksa oleh OJK dan diaudit oleh Publik Acountan dan disahkan dalam RUPS BPR. Final di bulan Mei kemudian dipublikasikan kemudian infobank bisa mwmvwrifikasinya. Datanya valid dan sudsh diverifikasi dan dirating oleh infobank.” Jelas Chris.

Dibandingkan Pertumbuhan Tercatat selama 2019 BPR CJP Kupang berhasil memiliki Aset sebesar  Rp236,20 Miliar (13,09%), Kredit sebesar Rp178,62 Miliar (9,72%), DPK sebesar Rp188,63 Miliar (3,84%), Modal sebesar 34,89 Miliat (19,11%).
“Kondisi ini menunjukkan pertumbuhan yang positif dari kinerja gemilang Christa Jaya Kupang.

Menurut Chris,  sebanyak 72 bank perkreditan rakyat (BPR) mencatatkan kinerja gemilang pada tahun kerja 2019.

Bank-bank rural tersebut mendapat predikat “sangat bagus” dalam “Rating 350 BPR Versi Infoban 2020”  di kelompok BPR beraset Rp100 miliar hingga di bawah Rp250 miliar yang total penghuninya ada 170 BPR.
“Posisi lima teratas di kelompok ini diisi BPR Christa Jaya Perdana, Perumda, BPR Kuningan, BPR Nusumma Jatim, BPR İnti Dana Sentosa, dan BPR Mekar Nugraha Klepu.” Ungkap Chris bangga.

Apresiasi tinggi patut diberikan kepada BPR Christa Jaya Perdana. Pasalnya, selain mendapat predikat “sangat bagus”, BPR yang dinakhodai Lanny M. Tadu selaku direktur ini berhasil menduduki posisi paling atas di kelompok ini dengan total skor nyaris sempurna, yakni 99,29%. “Prestasi tersebut merupakan buah dari kerja keras BPR yang berasal dari Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), ini yang tecermin dari rapor keuangannya yang membiru.” Ujar Chris.

Biro Riset Infobank (biri) mencatat, tahun lau, kredit BPR Christa Jaya Perdana tumbuh 9,720/0 secara tahunan menjadi Rp178,62 miliar. Sementara, dana pihak ketiga (DPK) dan labanya masingmasing naik 9,8496 dan 19,119/0 menjadi Rp188,68 miliar dan Rp6,73 miliar. Per akhir 2019 asetnya mencapai Rp236,20 miliar atau tumbuh  positif.

Perumda BPR Kuningan menyusul di posisi kedua dengan skor 98,8596. Per 2019 BPR ini berhasil mencatatkan pertumbuhan kredit dan DPK masing-masing 12,6296 dan 14,1496 menjadi Rp162,61 miliar dan Rp114,46 miliar. Aset dan labanya juga tumbuh masingmasing 20,2696 dan 38,30%.

Selanjutnya, ada BPR Nusumma Jatim asal Jombang, Jawa Timur, di posisi ketiga yang meraih skor 98,48%. Tahun lalü kredit yang disalurkan BPR ini mencapai Rp66,97 miliar atau tumbuh 59,95%. Sementara, DPK-nya tumbuh  menjadi Rp52,65 miliar. Laba dan asetnya pun tumbuh masing-masing  dan 56,4196.

Posisi keempat dan kelima secara berurutan ada BPR İnti Dana Sentosa dan BPR Mekar Nugraha Klepu dengan skor masing-masing  dan  Pada 2019 kedua BPR ini mampu mencatatkan pertumbuhan dua digit pada 2019.

“Kiat BPR CJP tetap berjalan dan malah  berhasil meraih prestasi kinerja kerja gemilang  setiap tahunnya, karena komitmen managemen  kami bahwa setiap usaha tidak akan selamanya berjalan mulus, tapi pasti ada masalah. Tapi kami justeru mengambil hikmah dan sisi positifnya, bahwa dengan adanya  masalah justeru menjadi pelajaran untuk kami meningkatkan kinerja dan pelayanan,  sehingga kami  makin mampu aktif dan menunjukkan kepada masyarakat bahwa apa yang terjadi merupakan dinamika dari sebuah usaha. Keberhasilan kami terutama sekali  tidak terlepas dari dukungan Pak Cristofer Liyanto kepada  kami, yang tidak pernah tinggalkan pengurus dan managemen berjalan sendiri, selalu dibackup baik dari kekuatan modal dan kiat managemen bisnis yang selalu dijalankan selama ini.” Ujar Lany bangga.

“Kami juga sangat menjaga kepercayaan debitur. Prinsipnya kami asdalah tidak akan pernah kecewakan debitur.  Setiap orang yang datang ke BPR CJP akan selalu dilayani dan  nanti prosesnya seperti apa memenuhi syarat maupun tidak,  kami akan tetap berkomunkikasi dengan baik agar mereka puas.” Ungkap Lany lagi.

Sedangkan Wilson Liyanto,  Manager Marketing dan General Affair BPR CJP, kepada media menyatakan bahwa BPR ini masih bisa berjalan bahkan meraih prestasi karena kasus yang ada hanyalah 0, sekian persen saja dari nasabah.
“Namun nasabah yang puas karena terlayani ada 99 %. Kasus yang 0,sekian persen bisa diketahui masyarakat,  itupun karena peran media dalam mempubilkasikannya. Namun selebihnya BPR CJP makin bertumbuh positif setiap harinya dan tetap melayani setiap permintaan kredit dari masyarakat sesuai syarat yang berlaku, bahkan mampu tumbuh positif dan DPK juga meningkat, Permintaan Kredit meningkat dan ini membuktikan bahwa kepercayaan masyarakat masih tinggi.” Tandas Wilson bangga.

Christofel Liyanto senada dengan Lany dan Wilson, bahwa intinya BPR CJP sudah menjalankan bisnis perkreditan sesuai prinsipnya, dengan prinsip, “Nasabah Untung, Kepuasan Kami.” Dan dengan keberhasilan dan pertumbuhan positif yang dicapai ditengah segelintir kasus yang terjadi membuktikan bahwa BPR CJP masih memperoleh kepercayaan penuh dari masyarakat sebagai sebuah lembaga keuangan non-bank.

Sejak BPR berdiri sudah ada 3 ribuan lebih nasabah, yang buat masalah hanya 3 orang yang paling diketahui hanya 1 kasus saja. Itupun karena ada media online yang publikasikan, dan yang baca tidal lebih dari 100 oeang.
“BPR adalah bisnis kepercayaan, dan jika kami masih berjalan dan mampu tumbuh positif, itu membuktikan kepercayaan masyarakat makin besar.” Tandas Chris.Bahkan di tahun 2020 ini BPR CJP tetap stabil dengan ketersediaan dana Rp35 miliar saja sudah mampu memenuhi permintaan kredit masyarakat.

Terbanyak debitur di BPR CJP adalah pelaku UKM 100%, ujar Chris. Dan ketersediaan dana sampai akhir 2020 masih stabil. ■■ juli br

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *