Bondi Caffe & Coffe : Konsep Kuliner Baru Kota Kupang, Indoor & Outdoor : Manjakan Lidah dan Mata

Adalah pasangan pengusaha cathering mobile dari kantor ke kantor pasutri Ruy Rikony dan Lidya Ericha Tjahjono, kini sebagai owner Bondi Caffe n Steak memanfaatkan lopo dilahan wisata Gua Monyet milik Pemprov.NTT yang disewa selama 10 tahun di Kelurahan Kelapa Lima (depan rujab Ketua DPRD Provinsi  NTT).
“Bondi Caffe n Resto sudah beroperasi sejak 6 September 2020 lalu setelah Pandemi Covid. Caffe ini dengan konsep Indoor dan Outdoor dengan sajan utama steak dengan 5 varian dan jenis daging (Tenderloin (isi has), Sir Loin, Tomohok (Rusuk), Mix Steak (Tender Loin, Ayam, Ikan dan Lidah), Lidah Sapi Steak, Ayam Steak dan Ikan Steak dengan dua varian saus Mushroom dan Black Papper.” Jelas Lidia didampingi suaminya, Rudi.

Rudi Rikoni dan Lidix Cahyono Owner Bondj Caffe n Resto

Bondi Caffe memang berani dalam hal pemilihan tempat, konsep dan jenis makanan disaat yang sangat berani, karena untuk kota Kupang, Steak termasuk makanan mahal dan baru.

Namun, Bondi Caffe berani memilih usaha kuliner pertamanya dengan menyajikan  steak dengan konsep harga terjangkau  untuk menengah kebawah (terendah Rp59 ribu – Rp99 Ribu).

Pemilihan lokasi yang bersebelahan gua monyetpun, adalah sebagai sebuah konsep wisata alam.
“Kami awalnya usaha cathering dengan mencari pelanggan di kantor-kantor milik pemerintah dan swasta. Dan jujur awalnya kami bermaksud  membuka cafe khusus untuk kopi.  Tapi waktu buka awal  yang banyak terjual malah steak sampai 50 porsi sedangkan kopi 5 saja. Makanya kami tahu market orang Kupang sudah meningkat. Dengan harga Rp59.000-Rp99.000. Tenderloin, Mix Tenderloin ada daging has (tenderloin, lidah dan ayam, Tomahok (rusuk), Sir Loin  lemak), lisah, ayam dan ikan. Saus ada Balck Papper dan Mushroom. Ada juga nasi goreng, mie goreng ayam.” Ungkap Rudi.

Sejak dibuka  4 bulan lalu, aku Rudi, ternyata penikmat Steak lumayan tinggi.

“Omset tertinggi sejak buka dan sebelum pembatasan jam buka tutup, sehari bisa sampaj 200 porsi steak. Sehari kami bisa habiskan 40-50 kilo daging sapi jika ramai. Kami punya  20 karyawan, tapi  saat pandemi, kami rampingkan sampai 7 orang. Pengasilan agak.menurun dari Rp10 juta ke Rp2-5 Juta, karena disini mulai  ramainya jam 7 sampai 10 malam. Tapi pada dasarnya prospeknya bagus, karena kami sudah ada pelanggan. Dan kami buat usaha ini agar meningkatkan harga daging sapi NTT, peternak bisa jual daging sapinya,  bukan menjual sapi utuh.” Ungkap Rudi.
“Tujuan kami caffe ini untuk membuka lapangan kerja bagi anak-anak sekitar kelurahan Kelapa Lima sambil mereka menjaga Caffe ini.” Jelas Lidia.

Yang intimewa dari Bondi Caffe n Steak, jelas Rudi, adalah  harga steaknya.
“Jika diluar Bondi bisa mulai dari 250 tapi di Bondi harga mulai dari Rp.59-98 ribuan, murah meriah. Beta biasa makan di tempat lain 4 orang habis Rp1,5 juta. Jadi Bondi bandrol harga mulai Rp59 ribuan agar semua orang  bisa jangkau.”

Yang istimewa dari Bondi adalah konsep view laut outdoor dan indoornya yang akan manjakan pecinta kuliner kota Kupang,karena dari atas kebawah laut orang bisa makan samhil hangout dan menanti Sunset.

Kami mulai buka  jam 16.00 -123.00 sebelum pdmbatasan, dan setelah adanya pembatasan hanya sampai  pukul 19.00 wita atau jam 7 malam. ” tandas Rudi menginformasikan.

Konsep makan di outdoor jika malam hari dengan view laut sangat yang mempesona mata, adalah hal baru sehingga walaupun ada pembatasan akibat Eskalasi Covid oleh Pemkot Kupang, namun pengunjung tetap saja ada.

Menikmati makanan kesukaan di outdoor  dimaksudkan juga sebagai sebuah wisata kuliner untuk refeksi dari rasa lelah sehabia bekerja.

>Dilengkapi hiasan lampu warna-warni mengelilingi lopo-lopo yang ditata menuruni bukit sejauh 10 meter kebawah memberikan suasana baru bagi pecinta wisata kuliner di kota Kupang melewati sore hingga malam hari meregangkan otot dan syaraf yang lelah sehabis bekerja.
“Konsep wisata kuliner outdoor untuk yang suka makan dialam terbuka dan indoor untuk yang suka didalam ruangan memang kami tujukan bagi pecinta kuliner yang tidak sekedar makan tapi hangout. Karena kami juga siapkan berbagai pilihan kopi disini. Tapi selain steak dengan lima varian rasa bumbu berbeda, dengan komposisi jenis daging berbeda, kamimjuga siapkan jenis makanan Indonesia lain, semisal mie ayam, sup iga sapi,  sup buntut sapi, ayam goreng lalapan, dan berbagai jenis minuman panas dan dingin.” Jelas Rudi diiyakan Lidia sang isteri.

“Konsep wisata kuliner yang kami bangun ini memang untuk memberi suasana baru pada dunia kuliner Orang Kupang sehingga setiap pengunjung bisa bersantai-santai bersama teman, pasangan, keluarga bahkan sendirian. Dengan hiasan lampu aneka warna, view laut yang mempesona di sore dan malam hari.” Tandas Lidia berpromosi.

Bondi Cafe and Steak juga memberi sentuhan hangat dan romantis bagi pengunjung dengan iringan musik indoor dari Home Band dengan menampilkan penyanyi muda berbakat asal kota Kupang seperti Viky Gah, Inggid Wakano, dll.

Yang menarik dari Bondi Caffe n Steak Kupang yang mengontrak selama 10 tabu  lahan Wisata Alam Gua Monyet Kelapa Lima ini, adalah konsep melibatkan para Pelaku UKM menempati sekitar 5 Lopo lain bukan saja memamerkan hasil kerajinan mereka, tapi memperagakan cara menenun dan membuat berbagai kerajinan.
“Kami rencananya akan buka tempat untuk workshop bagi pelaku usaha tenun ikat, dan meetting dalam.mengangkat pariwisata NTT, Jadi semacam ruang pameran terbuka bagi para UKM baik bagi para penenun dan produk tenun serta produk ikutan lainnya, maupun pelaku usaha kuliner dan jajanan bahan lokal lainnya. Jika pandemi berakhir kami akan melist dan mengundang mereka masuk ke sini, membawa alat tenun, hasil tenun dan produk ikutannya juga produk jajanan bahan lokal lainnya. Pengunjung bisa makan di Bondi Cafe n Steak sambil menikmati suasana alam dengan view laut dan tentu udara segar, mempelajari cara tenun, san sekaligus membeli.oleh-oleh asli kerajinan dari NTT. Kami juga akan mengundang pelaku seni tradisional untuk memberikan hiburan nuansa lain bagi pengunjung sambil makan. Selain itu kami juga akan memberikan kesempatan bagi kelompok tukang pijat disabel agar memperoleh penghasilan dengan memijat pengunjung, semacam layanan relaksasi namun biayanya diterima langsung oleh pemijat.” Jelas Rudi bersemangat.

Lewat media ini, Rudi dan Lidia memberikan semangat untuk masyarakat kota Kupang khususnya pelaku ekonomi mikro, agar menghadapi masa-masa sulit dengan tetap semangat. Mau melihat peluang-peluang usaha dari kebutuhan masyarakat kota Kupang yang sangat butuh hiburan disaat pandemi
“Sekarang ni orang Kupang makan minum lebih senang diluar sekalian untuk relaks diri setelah kerja karena mobilitas orang Kupang makin tinggi. Selera makan juga makin beragam dan tinggi tarafnya. Jadi makan minum bagi orang Kupang buka lagi sekedar untuk dapat kenyang saja, tapi juga untuk hiburan, bersosialisasi, bicara bisnis, dll,.nah peluang itu kita tangkap dengan membuat konsep usaha kuliner yang lebih menjawab kebutuhan mereka diatas.” Pungkas Rudi tersenyum.

Rudi berharap pemkot Kupang dapat memberikan solusi bagi usaha kami agar waktu membuka usaha kuliner seperti ini jamhan jam jam malam, kalau bisa jam 10-12  malam, karena bisa kasi kesempatan orang berusaha dengan pembatasan 25%, sehingga kami pengusaha mikro bisa dapat uang. Karena kami butuh uang dan karyawan kami juga kasian. Kami rumahkan.” Keluh Rudi.

Pelaku usaha lihat peluang usaha kopi karena penikmat kopi di NTT ada 200 ribu orang. Kopi asli kita sangat bagus. Di spot-spot taman. Tenun dan kuliner.asli NTT juga sangat bagus prospeknya. Biaa dititip di resto-resto, warung.

“Kami akan dukung, disini
“Saya usulkan kalau bisa pemerintah terbuka terhadap akses dana Bantuan BLT untuk pengusaha agar kami bisa kembangkan dalam usaha. Seperti di Kemenpar kan ada bantuan BLT bagi pengusaha. Maka Dinas Pariwisata  harus pintar, buka akses ke Kemenpar RI agar kami juga bisa akses dana itu, khsusus untuk kembangkan usaha. Karena kami juga kena dampak ekonomi, usaha kami hampir tutup kami butuh suntikan modal.” Usul Rudi kalem.

Oya, di Bondi Cafe n Resto juga menyiapkan layanan full bagi metting-meeting  bagi siapa saja, pemerintah dan swasta yang butuh ruangan indoor dan outdoor dengan suasana yang tenang dan menyenangkan.
“Untuk masyarakat kota Kupang datanglah ke Bondi Caffe, makanan halal dan terjangkau, serta protokol kesehatan juga dijaga malah bebas Covid-karena Outdoor” Ujar ketua Bidang Infrastruktur HIPMI Provinsi NTT ini berpromosi. || juli br

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *