BI NTT Launching S.I.A.P QRIS dan Promo Experiens Bertransaksi Pakai QRIS Di Pasar Oebobo dan Lippo Plaza

  • Bagikan

KUPANG, TOPNewsNTT||BI Perwakilan NTT menggelar Piloting atau kickoff Program S.I.A.P (Sehat Inovatif Aman Pakai) QRIS di Pasar Oebobo dan Lippo Mall Kupang dan Promo Pengalaman Bertransaksi dengan QRIS pada Natal dan Tahun Baru di Pasar dan Pusat Perbelanjaan di aula Nembrala Lantai 1 BI Perwakilan NTT (Kamis, 26/12).

Penyerahan piala sebagai penghargaan bagi pimpinan cabang Bank NTT Waikabubak

Kegiatan dihadiri oleh Kepala Perwakilan BI NTT I Nyoman Ariawan Atmaja, Wakil Walikota Kupang dr.Hermanus Man dan pimpinan OPD terkait, Kepala Dinas Kominfo NTT Abba Maulaka, Perwakilan Bank-Bank mitra, Telkom Kupang, PD Pasar Maksi Nomleni, GM.Lippo Plaza Ridwan Suryadi, Direktur Pemasaran Dana Bank NTT Yohanes Lanu Braim, Aoysius Nggeong dan pengelola pedagang pasar.

I Nyoman Ariawan Atmaja dalam sambutannya mengatakan bahwa dalam rangka untuk menggencarkan Gerakan Transaksi Non-tunai di seluruh lapisan masyarakat dan mendorong Percepatan Transformasi Digital di Provinsi NTT, Bank Indonesia bersinergi dengan Pemerintah Daerah, PD Pasar Kota Kupang, Pengelola Lippo Mall Kupang, dan Penyedia Jasa Pembayaran, melaksanakan Launching Program SIAP QRIS.

Piloting Program SIAP QRIS adalah pencanangan pasar dan pusat perbelanjaan yang (S.I.A.P) atau Sehat, Inovatif, Aman dan  Pakai QRIS untuk mendukung Pemulihan Ekonomi Nasional.

Bersamaan dengan itu dalam rangka menyambut Natal dan Tahun Baru serta sebagai upaya untuk mendorong pertumbuhan transaksi dengan QRIS di NTT maka akan diluncurkan pula Program Pengalaman Bertransaksi dengan QRIS pada Natal dan Tahun Baru 2022.

Nyoman Ariawan Atmaja  menyatakan bahwa Peluncuran  S.I.A.P QRIS di Lippo Plaza dan Pasar Oebobo dan BI meluncurkan promo  pengalaman  masyarakat berbelanja pakai QRIS untuk mendorong semua pasar dan mall-mall di kota Kupang menggunakan transaksi keuangan non tunai pada Natal dan Tahun Baru tahun ini.

Pertambahan merchand tidak cukup, tapi perlu juga pengalaman bertransaksi pakai QRIS dan mendorong semua pedagang di pasar-pasar kita QRIS-kan, termasuk nantinya di mall-mall di kota Kupang.

“Ini kegiatan kolaborasi BI dan Kemen.Perdagangan  dan Perindustrian  dalam rangka digitalisasi pasar dan  mendorong pembayaran non tunai dengan QRIS di seluruh Indonesia. Dan tahun 2021 sudah tercapai 12 juta merchand QRIS di Indonesia dan akan terus di dorong.” Ujar Nyoman.

Dengan peresmian transaski SIAP QRIS di Pasar Oebobo dan Lippo Plaza  dan promo pengalaman berbelanja dengan QRIS pada Natal dan Tahun Baru ini, maka semua masyarakat dan pedagang dapat menikmati transaksi non tunai  yang  Sehat, Inovaif, Aman, Pakai QRIS. Terutama dalam masa pandemi untuk hindari covid maka belanja non tunai pakai QRIS  adalah solusinya.

“Pandemi berdampak luar biasa, tidak hanya kesehatan tapi terutama ekonomi. Eropa sudah masukai gelombang 4 dan 5 dan Prancis lumpuh dan Indonesia ekonomi harus tetap bergerak dengan menggunakan prorokol kesehatan. Sehigga pandemi tidak  porak-porandakkan kehidupan termasuk sektor ekonomi.

Indikator Pertumbuhan ekonomi makro NTT tambah 0,83% komulatif  to komulatif ini berbeda jaub dengan pada tahun 2019 bisa capai 5,24% comulatif to comulatif, jadi jauh sekali turunnya.

Karena akibat pemberlakuan PPKM yakni WFH membuat aktifitas ekonomi turun. Dan berdampak pada perbankkan yakni perputaran uang mandek dan turun berdampak pada perbankkan. Perputaran uang pada UKM hanya bisa bertahan pada 25% dari 100% yang berjumlah 437 ribu UKM di tahun 2016 dan sangat berdampak pada masyarakat.

Inflasi turun bukan karena bisa dikendalikan oleh TPID atau klaster demand bisa tapi daya beli masyarakat menurun akibat pembatasan kegiatan masyarakat termasuk perdagangan, pegawai  dirumahkan dan di phk, semua link pekerjaan dikerjakan dari rumah sehingga mempengaruhi daya beli.

Seiring dengan menurun covid dan PKKM baru dibuka maka ekonomi mulai bergeliat. Triwulan 3 tahun 2021 PDRB NTT tambah 2,37 persen year on year Rp28,07 triliun tapi dibandingkan Bali Nusra maka NTT masih kecil. Total PDRD Bali  lebih dari Rp380 triliun setahun sebelum pandemi,  walau Bali saat ini alami penurunan juga. NTB PDRD   total  Rp138 triliun. NTT berada dibawah Rp106 triliun dan masih banyak hal bisa didorong lewat berbagai sektor. Inintantangan di NTT.

Dengan adanya program program pemerintah provinsi, kota dan kabupten akan mendorong pertumbuhan ekonomi lebih baik..

“BI perkirakan pada triwulan ke- 4 di 2021 perkirakan pertumbuhan ekonomi di 2022 4,31% year on year atau jika dikomulatifkan secara tahunan di 2021 sebesar  2,242 sampai 3,32 % y on y.  Memang masih belum seperti kondisi sebelum pandemi karena masih banyak umkm belum bergeliat, padahal pelaku ekonomi kita itu 90% adalah pelaku UMKM. Petani belum bisa optimal berporduksi karena sekali panen akibat kekurangan air di NTT menjadi masalah utama. Demikian juga sektor peternakan masih belum berkembang karena kita belum bisa optimalkan semua potensi teknologi untuk kembangkan sektor ini. Sektor perikanan dan kelautan juga sama, belim berkembang maksimal padahal laut kita kaya perlu intervensi kita semua.” Jelas Nyoman.

Ditengah ekonomi yang yang belum bergeliat, maka ada distrupsi digitalisasi hampir semua kegiatan hidup memakai digital dan ini merupakan peluang tantangan dan ancaman bagi mall dan pasar tradisional karena dengan digitalisasi maka orang akan kurang belanja langsung namun bisa dipergunakan jadi peluang. Dengan ajak masyarakat sebagai ekperience atau pengalaman berbelanja dengan QRIS.

Hingga September 2021 pemakai uang elektronik  berjumlah 935.180 user atau hampir mencapai 1 juta dari total penduduk Indonesia yang berjumlah 5,38 juta jiwa dan kita dipisahkan pulau atau naik 370,75% dan ini berkat dorongan dari pemerintah dan mitra kerja.

Transaksi baik chip atau magnet sebesar 742,92% atau 31,01 M  dari sebelumnya 4,17 M. Dorongan cukup kuat. Namun di pasar-pasar belum cukup banyak. Maka kita harus doeong semua pihak san pedagang gunakan QRIS.

Karena trabsaksi konvensional maka bnayak uang lusuh sehingga dengan QRIS maka bsa hemat pemabahruan uang lusuh. Biaya 3,37 Triliun setahub untuk daur ulang uang lusuh. Maka saya himbau semua pengguna uang rupiah, perlakukan uang rupiah dengan baik agar jangan lusuh dan harus didaur ulang

Kita berharap semakin efisien ekonomi kita dengan transaksi non tunai. QRIS kita sudah capai  89.377 merchan atau 138% dari target. Dan ssmua ini didorong oleh pemerintah provinsi,  kabupaten kota dan mitra kerja dan media yang selalu mempublikasi dan mendodong pertumbuhan QRIS.

Elektornisasi transaksi pemerintah daerah (ITETPD dengan 4 tahapan yakni inisiasi, berkembang,  maju dan digital. Rata-rata di NTT masih berkembang atau tahap kedua, harusnya sudah di tahap ketiga dan keempat.

Di tahun 2022 kita ingin pemerintahan di kota Kupang dan kabupten bisa bisa beralih ke digital tansaksi. Caranya adalah dengan seluruh pembayaran retirbusi dan pajak menggunakan kanal digital dan diperbabnyak kanalnya menggunakan Qris ataupun e-Comerce.

Kedua adalah mendorong masyarakat harus gunakan chanel untuk bayar semua kebutuhan transaski, jangan cash.

Ketiga hurus mendorong persiapan untuk intergrasi dengan SIPD karena masih bermalah dengan perencaan ditranski masih gunakan siatem yang lama. Jika semua sistem dan transaksi keuangan berubah ke digital,  maka dengan sendirinya akan trintrgisai dengan perbankkan dan semua link.

Sehingga diharapkan pada  2022, sistem keuangan daerah menjadi digital karena nanti ada insentif viskal dari Kemendagri dan Kemenkeu. Dan pada 2022, colecting retribusi akan makin bagus dan terintegrasi dengan sistem digital.

“Tidak berhenti lada pasar oebobo dan lippo saja pakai S.I.A.P QRIS ada 2022 kami berusaha agar 80-90% pasar harus pakai S.I.A.P QRIS,  ini program Simuntar di NTT pada 2022 untuk percepatan pengalihan transaksi keuangan daerah ke digital.

BI sudah salurkan program sosail BI untuk dukung  digitalisasi transaksi pasar dengan bekerja sama dengan pihak perbankkan lain dan telkom dengan memasang 26 Rueters atau Wifi yang setahunnya dibiyai oleh BI dengan tujuan untuk dukung semua PD  pasar jadi  pasar digital pada tahun 2022.

Di Kupang baru 3 pasar yang siap pakai QRIS  dan dipasang Wifi yakni pasar Oebobo, Oeba dan Inpres Naikoten 1. Di Lippo untuk program beetransaksi dg qris akan dimulai dr 16 Desember  sampai 1 Januari belanja dengan QRIS akan dapat diskon.

Ia berharap pada 2022 semua pasar dan tempat parisiwata bisa gunakan QRIS. Di NTT selama 2021 target penggunaan QRIS sudah tercapai.

Sementara Wakil walikota Kupang sekaligus  membuka kegiatan menyampaikan  apresiasi dan dukungan penuh untuk penggunaan transaksi keuangan digital di kota Kupang. Dan pemerintah Kota Kupang akan mendukungnya dengan mewajibkan semua transaksi keuangan menggunakan QRIS dan e-Commerce.

Acara dilanjutkan dengan pemukulan gong sebagai tanda peluncuran kickoff S.I.A.P QRIS dan promo pengalaman bertransaski bagi pengguna QRIS di Pasar Oebobo dan Lippo Plaza mulai tanggal 16/12/2022-1/01/2022 oleh Wakil Walikota Kupang.

Juga penyerahan program PSBI bagi kepala Komunitas Pasar  PD pasar Naikoten serta penyerahan piala sebagai bentuk penghargaan bagi Pimpinan Cabang Bank NTT Waikabubak sebagai bank cabang pendorong pemakaian QRIS Terbaik  .|| juli br

 

 

 

  • Bagikan