Anita Gah Minta Orangtua Siswa Penerima PIP 2015 Segera Aktivasi Nomor Rekening Sampai Batas Waktu 31/12/2018

Kota, Topnewsntt.com., Anita J.  Gah,SE, anggota DPR RI Komisi X Partai Demokrat,  tidak pernah berhenti menelusuri proses pencairan Dana PIP tahun 2015, 2016, 2017 dan 2018 yang didapati fakta  masih banyak  siswa penerima belum memperoleh dana itu masuk kedalam rekening padahal sudah ada sk, dan buku rekening siswa. Hal ini dijelaskan Anita usai laksanakan Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan di Jemaat GMIT Kota Kupang pada Kamis, 20/12/2018.

Dan dari hasil penelusuran Anita Gah dan Tim Rumah Aspirasinya maka ditemukan ada banyak siswa yang belum menerima Dana PIP. Dan data Kementerian Pendidikan Nasional RI bahwa ada 70 ribu lebih penerima yang belum dicairkan ke rekening penerima PIP di dapilnya yaitu Kupang, kabupaten Kupang, Sabu, Rote, Daratan Timor dan Sumba. Belum seluruh NTT. Sehingga Dalam sosialisasi inu Anita dengan tegas menghimbau orangtua siswa segera mengatifkan nomor rekening anaknya ke Bank BRI dan BNI.

Saat ini menurut penjelasan Anita bahwa sistem pembayaran adalah real account bukan virtual lagi sehingga seharusnya lima hari setelah keluarnya sk, harusnya dana sudah masuk ke dalam rekening dengan aktivasi nomor rekening oleh siswa. Dan perubahan sistem itu harusnya sudah di sosialisasikan kepada pihak siswa okeh Dinas dan kepala sekolah.
“Harusnya anak-anak sudah tahu dong perubahan sistem virtual kw real account ini. Agar aktivasi rekening sudah sudah dilakukan siswa. Dan tidak boleh dana itu mengendap di rekening bank.” Tandas Anita menjelaskan.

Anita dengan tegas sampaikan bahwa dirinya yang masih akan menjabat sampai Oktober 2019 akan terus menelusuri masalah yang terjadi dalam proses pencairan Dana PIP di NTT. Anita sangat geram melihat dan mendapati banyaknya siswa yang belum menerima haknya sedangkan ia sudah memperjuangkannya bagi masyarakat NTT.
“Saya akan terus menelusuri sampai sejauh mana proses pencairan ini. Dan jika ada indikasi pengedapan atau pemindahan dana itu ke rekenimg lain selain rekening siswa, maka.akan saya kaqal dan lapor ke KPK biar diperiksa dan dproses karena itu kejahatan bank.” Tandas Anita tajam.

Dengan spontan Anita menjelaskan tentang langkah hukum yang sedang di tempuhnya pada kasus pungli dana PIP di Kecamatan Nekamese Kabupaten Kupang. Dan sedang bergulir di Kejari Oelamasi Kabupaten Kupang dengan Tim Pengacara Benny Rafael cs.

Anita kembali ingatkan juga batas waktu pencairan yang sisa 21 hari yaitu 31 Desember 2018  dan jika tidak di cairkan ke dalam rekening penerima maka akan dikembalikan ke Kas Negara. Anita himbau agar peserta bisa sampaikan ke keluarga dan kenalan yang anaknya peroleh Dana PIP namun belum dicairkan agar segera menanyakan ke pihak Bank dan aktifasi nomor rekening.
Agar jangan sampai habis batas waktu yaitu tanggal 31 Desember 2018.

Anita nyatakan akan sangat sayangkan jika hal itu terjadi.

Kepada pihak sekolah Anita himbau agar segera sosialisasi perubahan aturan aktivasi rekening ini ke siswa-siswa dan segera membantu para siswa bagaimana mengativasi rekening dan mencairkan anggaran ini.

Kepada pihak Bank Anita dengan tegas meminta keterbukaan dalam penyampaian proses pencairan dana ini dan membantu dengan transparan agar jangan ada dana yang menunpuk atau dicairkan secara sepihak di Bank Penyalur.

Anita juga mempersilahkan jika masih ada ketidak terbukaan atau informasi simpang siur dari proses pencairan yang baru dari Kementerian Pendidikan Nasional, maka dirinya akan lakukan investigasi dan pengawasan terkait ini. Dan siapapun yang menjadi penghalang dari proses pencairan dana PIP Anita ancam akan laporkan ke KPK dan usut tuntas, tandas Anita garang. **))Juli br

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *