Andrew Rihi Iye, Petani Pare dan Kacang Panjang : “Selama Bumi Masih Berputar, Dan Manusia Hidup, Pertanian Akan Hidup Dan Petani Tidak Akan Nganggur”

Mata Air, Kupangmedia.com., Anak Muda asal Sabu Raijua, Andrew Rihi Iye (33 thn), ditemui media ini pada Rabu, 24/11/2018 saat menuju lahan perkebunan hortikulturanya yang terletak di desa Mata Air, Kupang Tengah. Andrew dalam pandangan saya masih sangat muda namun mau menjalani profesi sebagai petani. Bukan itu saja yang mengherankan kami, tapi latar belakang pendidikannya juga sarjana Hubungan Internasional Universitas Komputer Indonesia di  Bandung dan ia sendiri sempat berkarir selama 8 tahun di PT Astra (Toyota) Bandung pada tahun  2010-2016 sebagai pimpinan team Pemasaran. Sedangkan masa perantauannya selama 13 tahun dari sejak kuliah 2004 – 2017 sampai bekerja hingga pulang Kupang.   Pembaca tentu tidak bisa membayangkan keputusan drastisnya “pulang kampung” dan berkotor-kotor “maen tanah”, jika membandingkan penghasilannya di Bandung yang sampai belasan juta perbulan dan punya fasilitas hidup yang mewah, dunia pergaulan metro anak muda yang menjadi kesehariannya, mau ditinggalkannya.

Dikebanyakan kalangan muda intelektual lain mungkin menjadi petani bukanlah impian. Namun bagi Andre yang sejak 2017 menjadi petani hanya sebagai keiseingan belaka dalam isi waktu luang saja dengan tanam kacang panjang dan pare. Namun dapat hasil yang lumayan sekitar Rp.10 juta rupiah. Dan jadi ketagihan menanam terus menerus hingga sekarang.

Dengan tekad sendiri Andrew memulai pertanian hortikultura hanya dengan dua jenis sayuran yaitu kacang panjang dan pare. Dan setiap panen hasilkan uang yang lumayan. Dan itulah yang buat dirinya makin ketagihan menanam terus.

Awal berkenalan dengan sistem pendampingan dari produk Panah Merah adalah ketika ia mengorek informasi dari petani lain, dimana tempat dirinya bisa peroleh pendampingan tentang tekhnik bertani yang benar (termasuk pemberian pupuk dan penggunaan pestisida). Akhirnya ia peroleh informasi tentang sistem pendampingan pertanian di Toko Roda Tani oleh pendamping Panah Merah dan Nufarm. Dan ia menelpon pendamping Panah Merah (David ) yang juga staff Roda Tani yang dalam pandangan Andrew sangat mengerti masalah pertanian yang saat ini ditugaskan di Kefa, TTU. Pernah juga  didampingi juga oleh Engky Bria, Ali dan Lukman (Nufarm) adalah pendamping setianya di bidang pertanian yang banyak menolongnya menjalani profesi pertanian hortikulturanya.

Bagi pria lajang yang sederhana dalam berpikir bahwa profesi petani tidaklah sulit. Pendampingan pertanian dari Panah Merah dan Nufarm serta Roda Tani menurut Andre sesuatu yang sangat bagus untuk dilanjutkan. Bahkan ia mengajak petani di NTT harus mencoba pendampingan dari mereka karena pola ini baginya sudah sangat cukup untuk menolong petani konvensional menjadi petani profesional.

Dengan santun dan penuh apresiasi Andrew menyatakan bahwa pola pendampingan diberikan sejak awal persiapan lahan, penanaman, pemupukan, pemberian pestisida dan pengenalan penyakit tanaman beserta cara penanganannya.
“Managemen pendampingan oleh Panah Merah dan Nufarm serta Roda Tani sangat komplit menurut saya. Sejak persiapan lahan, pola pupuk dan penanganan hama dan penyakit tanaman sangat detil. Belum lagi kesiapan pendampingan sangat terjadwal dan kapan saja dibutuhkan para pendampingan selalu ada.” Tandasnya tersenyum kagum.

Andrew akui dirinya tidak punya pengalaman dan pengetahuan pertanian. Dan sejak awal memang ingin coba bertani hortikultura, Andrew akui sudah didampingi oleh Tim Roda Tani.

Ia juga kagum terhadap Herry Hariyanto pemilik Roda Tani sebagai motivator, sedangkan tenaga teknis pendampingan pertanian Panah Merah dan Pestisida (Nufarm) sangat membantu dan komplit
Andre juga apresiasi perhatian Toko Roda Tani yang sebagai distributor yang sangat peduli dan bertanggung jawab terhadap produk pertanian seperti bibit, pupuk dan pestisida yang dijual di toko ini.

Ia juga buka-bukaan bahwa dari dua varietas yaitu kacang panjang dan pare yang ditanamnya selama 2 tahun ini sudah kantongi sekitar Rp.70 juta ke atas. Dan ia bahkan ajak petani lain jika ingin menjadikan pertanian hortikultura sebagai profesi bisnis yang mampu merubah kehidupan ekonomi maka dengan pendampingan pertanian yang baik dan benar, maka akan jadi usaha yang menjanjikan.

Andrew juga ajak petani konvensional dan pemilik tanah agar mau melirik pola pendampingan pertanian seperti yang dilakukan oleh Roda Tani, Nufarm dan Panah Merah.

Semangat menjadi petani muncul diakui oleh Andrew muncul karena kondisinya waktu pulang ke Kupang dan tidak ada pekerjaan dan kebetulan orangtua ada tanah sehingga dengan modal niat yang baik dan penasaran juga seperti apa bidang pertanian itu dan hasilnya. Andre akui niat bertani hanya 30 persen, sisanya hanyalah coba-coba dan ingin isi waktu.

Diakhir wawancara Andrew ungkapkan cita-cita kecilnya akan jadikan pertanian sebagai lahan bisnis pertanian.

Motivasi dasarnya menjadi pertanian dengan perhitungan bahwa selama dunia belum bubar dan manusia masih butuh makanan makan pertanian tidak akan mati, selama manusia masih hidup, dan butuh makan maka petani tidak akan kehilangan pekerjaan. Andrew memberi kesaksian bahwa modal pertanian memang bukan tidak ada jika ingin hasil yang didapat besar dan berkualitas, namum dari pengalaman pribadinya Andrew pastikan akan berlipat kali ganda hasilnya jika di managemen dengan baik. Jadi kunci keberhasilan pengelolaan bisnis pertanian terletak pada pola managemen pertanian yang tepat dan managemen pemasaran hasil pertanian yang tepat dengan membaca dan mengikuti perkembangan harga dan kebutuhan dasar manusia.

Di Kota Kupang yang bukan Kota Industri, tapi Kota Pegawai Negeri ini, Andrew anjurkan bahwa bidang pertanian masih menjadi pilihan terbaik. Apalagi dengan jumlah populasi manusia perkotaan lewat kelahiran baru maupun ubanisasi dari desa ke kota, maka kebutuhan pangan warga kota akan makin meningkat.
“Sederhanaya gini ; untuk jadikan pertanian sebagai bidang usaha bisnis yang menjanjikan, maka buatlah perhitungan sederhana bahwa orang bekerja untuk peroleh hasil demi memenuhi kebutuhan primer atau utama makanan. Orang akan produktif dalam pekerjaan apapun jika sehat dan kuat. Dan untuk jadi sehat dan kuat orang siapapun itu sepintar apapun ia butuh makanan. Jadi semua siklus manusia dalam menjalankan produktifitas berawal dari makanan dan berakhir untuk makanan. Orang masih bisa hidup tanpa kebutuhan sekunder, terrier dan seterusnya seperti sandang, perumahan, piknik, dll. Tapi orang akan berkurang produktifitas fisik jika kekurangan makanan bergizi sebagai kebutuhan dasar. Kesimpulannya menjadi petani adalah profesi penting dalam mempersiapkan kebutuhan primer dan dasar manusia yaitu makanan. Dan itu artinya Pertanian tidak akan sepi sepanjang orang butuh makan. Petani akan tetap punya pekerjaan dan hasilnya paling dicari oleh semua orang selama ia masih hidup. Jadi yah… beta bangga jadi petani dan beta ni penting untuk semua manusia. Karena kebutuhan akan makanan sonde bisa ditunda, apalagi dihilangkan karena akan memberi efek negatif pada setiap orang yang hidup. Ayo jadi petani karena ini profesi sangat mulia. Kita adalah penyedia makanan bagi semua mahkluk, semua makhluk bergantung pada kita petani.” Tandasnya panjang.

Andrew juga merasa heran melihat banyak orang dari NTT mau menjadi TKI ke luar negeri yang jelas disana digaji dengan rendah dan bisa berakibat fatal. Ia himbau agar setiap orang mau menjadi penasihat bagi sesamanya agar mau menjadi petani dengan memanfaatkan lahan yang ada.
“Jika ada yang karena kondisi tidak memiliki lahan pertania yang luas, maka halaman rumah bisa dimanfaatkan dengan sistem media hidroponik. Jika air jadi kendala maka sistem irigasi tetes bisa jadi pilihan. Jangan biarkan tanah menjadi percuma dan tidur, manfaatkan sebaik mungkin. Beta sudah buktikan ni.” Ajaknya tersenyum bangga.

Andre Rihi Ie, sebelumnya adalah pimpinan team pemasaran PT ASTRA Jakarta, lulusan Universitas Komputer Indonesia jurusan Hubungan Internasional, asal Kupang. **))juli br

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *