SP2020 Lanjutan, Implikasi Strategis Wujudkan NTT Bangkit & Sejahtera

  • Bagikan

NTT, TOPNewsNTT||  Mengangkat Thema “Sensus Penduduk 2020 Lanjutan, Implikasi Wujudkan NTT Bangkit & NTT Sejahtera”, Pemda NTT lewat Biro Adminiatrasi dan Pimpinan Setda NTT menggelar Bakohumas (Kamis, 23/6) di Kupang.

Ketua Panitia Pelaksana Frans Tiran France A.Tiran,SS melaporkan latar belakang diadakannya Bakohumas III Tahun 2022 ini adalah berpijak pada pemahaman bahwa
Penduduk merupakan “modal” sekaligus sasaran utama pembangunan suatu wilayah.

Jumlah penduduk yang akurat menjadi bahan perencanaan yang ideal untuk semua pihak dalam membangun semua infrastruktur dan berbagai fasilitas lainnya. Perencanaan menjadi tidak tepat, apabila data jumlah penduduk yang valid tidak tersedia secara lengkap.

Efek berikutnya yang dapat terjadi, adalah
pembangunan menjadi tidak tepat sasaran, tidak tepat manfaat, bahkan tidak tepat anggaran.

Oleh sebab itu, sensus penduduk sangatlah diperlukan. Hasil utama yang diperoleh dari sensus penduduk adalah data mengenai jumlah, distribusi, komposisi, serta karakterikstik penduduk.

Sensus Penduduk Tahun 2020 (SP2020) merupakan langkah besar demi mewujudukan satu data kependudukan di negeri ini. Kesuksesan SP2020 akan menjamin sirnanya kesimpangsiuran data penduduk yang selama ini masih terjadi.

Gaung pelaksanaan SP2020, khususnya di Provinsi Nusa Tenggara Timur, sebenarnya sudah mulai terasa sejak September 2019. Publikasi terkait SP2020 diluncurkan berbarengan dengan pelaksanaan Puncak Peringatan Hari Statistik Nasional (HSN), tabnggal 26 September 2019. SP2020
telah dilaksanakan dalam dua tahapan, yaitu :

Pertama, Sensus Penduduk secara online dilaksanakan tanggal 15 Februari s.d. 29 Mei 2020, yang memungkinkan penduduk untuk mengisikan informasinya secara mandiri.

Kedua, SP2020 Wawancara dilaksanakan sejak tanggal 1 s.d. 30 September 2020, dimana metode tersebut, para petugas sensus melakukan wawancara kepada penduduk yang belum dapat berpartisipasi pada Sensus Penduduk Online.

Namun, karena adanya Pandemi Covid-19, kegiatan SP2020 sempat tertunda dan mengalami penghentian di tahun 2021. Dan seiring telah melandainya kurva kasus Covid-19 di Indonesia, kegiatan SP2020 ini kembali dilanjutkan pelaksanaannya di tahun 2022 ini. SP2020 memasuki babak baru, dan
diberi nama Sensus Penduduk 2020 Lanjutan (SP2020 Lanjutan).

SP2020 Lanjutan juga disebut Long Form SP2020, namun untuk publisitas kegiatan lebih sering digunakan diksi Sensus Penduduk 2020 Lanjutan atau SP2020 Lanjutan. Kegiatan ini merupakan rangkaian atau kelanjutan dari Sensus Penduduk yang dilaksanakan pada tahun 2020. Pada tahun 2022, meskipun ada diksi Sensus, pendataan rumah tangga kegiatan merupakan sampel terpilih.

SP2020 Lanjutan mempunyai misi besar dari hasil pelaksanaannya. Pertama, hasil SP2020
Lanjutan akan digunakan sebagai tolak ukur indikator kependudukan.

Kedua, hasil SP2020 Lanjutan digunakan untuk melihat potret demografi setelah Indonesia, khususnya Nusa Tenggara Timur, melewati
gelombang kedua Covid-19. Ketiga, sebagai evaluasi capaian pembangunan di bidang kependudukan pada SDGs dan RPJMN.

Terakhir, misi besar SP2020 pada 100 tahun kemerdekaan di Indonesia Emas 1945, hasil SP2020 Lanjutan digunakan sebagai pijakan pengambil kebijakan.

Tujuan SP2020 Lanjutan yaitu menghasilkan indikator SDGs dan RPJMN di bidang
kependudukan. Data yang dihasilkan yaitu Karakteristik Penduduk, Migrasi, Disabilitas, Ketenagakerjaan,

Fertilitas, Mortalitas, dan Perumahan. Hasil tersebut merupakan sumber data indikator kependudukan.

Moda pendataan yang digunakan yaitu menggunakan CAPI atau berbasis aplikasi melalui gadget (tablet/handphone), PAPI atau paper berbasis kuesioner kertas, CATI atau berbasis telepon di mana responden diwawancara melalui telepon, kemudian yang terakhir adalah CAWI atau berbasis website.

Kegiatan SP2020 Lanjutan dimulai dengan pemutakhiran rumah tangga yang telah dilaksanakan pada 15 s.d. 31 Mei 2022 pada Blok Sensus terpilih. Selanjutanya dilakukan penarikan sampel untuk mendata rumah tangga menggunakan kuesioner lebih rinci atau jenis kuesioner C2.

Pendataan dilaksanakan pada 1 s.d. 30 Juni 2022 mendatang. Berikut tahapan atau timeline kegiatan SP2020 Lanjutan, perencanaan dan persiapan instrument, perlengkapan petugas, aplikasi yang digunakan sudah dimulai dari tahun 2021 hingga April 2022.

Selanjutnya April hingga Agustus 2022, dilakukan rekrutmen petugas, pelatihan petugas, pemutakhiran dan pendataan sampel rumah tangga, penjaminan kualitas hingga pengolahan data. Bulan September hingga November 2022 dilakukan integrasi data seluruh Indonesia, dan November hingga Juli 2023 akan dilakukan kegiatan diseminasi hasil SP2020 Lanjutan.

Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur menyambut baik pelaksanaan SP2020 Lanjutan,
Gubernur Nusa Tenggara Timur dan Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur mendorong Walikota Kupang dan Para Bupati se-Nusa Tenggara Timur untuk bisa mendesiminasi informasi tentang SP2020 Lanjutan
yang dilaksanakan ini.

Semua yang dilakukan ini sangat penting dalam mendesain perencanaan pembangunan kedepan. Sebab dengan adanya SP2020 Lanjutan, geliat pembangunan di seluruh
pelosok Indonesia dampaknya benar – benar sampai ke masyarakat, dirasakan oleh masyarakat kita di seluruh Indonesia, termasuk di Nusa Tenggara Timur.

Dan dengan dilaksanakannya SP2020 Lanjutan
ini, hasilnya juga diharpakan agar memberi dampak besar terhadap perwujudan Visi Pembangunan Nusa Tenggara Timur, yaitu : NTT BAngkit menuju Masyarakat Sejahtera dalam Bingkai NKRI.

Sehubungan dengan hal yang telah diuraikan diatas, maka Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur melalui Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi Nusa Tenggara Timur, memandang penting untuk menyelenggarakan kegiatan Pertemuan Badan Koordinasi Kehumasan (Bakohumas) III dengan
tema : “Sensus Penduduk 2020 Lanjutan, Implikasi Strategis Dalam Mewujudkan
NTT Bangkit NTT Sejahtera.”

Lewat Bakohumas ini diharapkan dapat nemberikan pemahaman dan menyebarluasan informasi terkait Pelaksanaan Sensus Penduduk 2020 Lanjutan, Dampaknya terhadap Upaya Mewujudkan Visi : “NTT Bangkit menuju Masyarakat Sejahtera dalam Bingkai NKRI”.

Tujuannya peserta dapat mengetahui teknis pelaksanaan (proses/mekanisme) dari SP2020 Lanjutan,  dan pemahaman tentang dampak dan peran SP 2020 lanjutan demi wujudkan “NTT Bangkit dan Sejahtera.”

Peserta berasal dari Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Pimpinan Perangkat Daerah Lingkup Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur, Para Pimpinan Lembaga Agama Tingkat Provinsi Nusa Tenggara Timur, Para Kepala Bagian Protokol dan
Komunikasi Pimpinan Setda Kabupaten/Kota se Nusa Tenggara Timur, Para Akademisi, Ahli
Kependudukan, dan Media Massa.

Narasumber  adalah  Kepala Badan Pusat Statistik Provinsi Nusa Tenggara Timur/ Ibu Matamira B. Kale, S.Si, M.Si, dengan materi: “SP2020 Lanjutan, Apa dan Bagaimana?”

Plt. Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappelitbangda) Provinsi Nusa Tenggara Timur).

Johanna E. Lisapaly, SH, M. Si, dengan materi “Dampak Strategis SP2020 Lanjutan, dalam Mewujudkan NTT Bangkit NTT Sejahtera”.

Dari  Pertemuan Bakohumas diharapkan peserta dapat memahami dengan benar dan mampu menyebarluaskan berbagai informasi penting tentang “Sensus Penduduk 2020 Lanjutan, Dampaknya Terhadap Upaya
Mewujudkan NTT Bangkit NTT Sejahtera.”

Sementara Karo Apim setda NTT mewakili gubernur NTT mengatakan penduduk merupakan “modal” sekaligus sasaran utama pembangunan suatu wilayah.

Jumlah penduduk yang akurat menjadi bahan perencanaan yang ideal untuk semua pihak dalam membangun semua infrastruktur dan berbagai fasilitas lainnya.

Perencanaan menjadi tidak tepat, apabila data jumlah penduduk yang valid tidak tersedia secara lengkap.

Efek berikutnya yang dapat terjadi, adalah pembangunan menjadi tidak tepat sasaran, tidak tepat manfaat, bahkan tidak tepat anggaran. Oleh sebab itu, sensus penduduk sangatlah diperlukan, karena hasil utama yang diperoleh adalah data mengenai jumlah, distribusi, komposisi, serta karakterikstik penduduk. 

Sensus Penduduk Tahun 2020 (SP2020) merupakan langkah besar demi mewujudkan satu data kependudukan di negeri ini. Kesuksesan SP2020 akan menjamin sirnanya kesimpangsiuran data penduduk yang selama ini masih terjadi.

Sensus Penduduk Tahun 2020 (SP2020) merupakan langkah besar demi mewujudkan satu data kependudukan di negeri ini. 

Pelaksanaan SP2020, khususnya di Provinsi Nusa Tenggara Timur, sebenarnya sudah mulai terasa sejak September 2019. Publikasi terkait SP2020 diluncurkan berbarengan dengan pelaksanaan Puncak Peringatan Hari Statistik Nasional (HSN), tanggal 26 September 2019. SP2020 sendiri telah dijalankan dalam dua tahapan, yaitu : Pertama, Sensus Penduduk secara online dilaksanakan tanggal 15 Februari s.d.    29 Mei 2020, yang memungkinkan penduduk untuk mengisikan informasinya secara mandiri. Kedua, SP2020 Wawancara dilaksanakan sejak tanggal 1 s.d. 30 September 2020, dimana metode tersebut  dilaksanakan melalui wawancara kepada penduduk yang belum dapat berpartisipasi pada Sensus Penduduk Online. 

Adanya Pandemi Covid-19, kegiatan SP2020 sempat tertunda dan mengalami penghentian di tahun 2021. Dan seiring telah melandainya kurva kasus Covid-19 di Indonesia, kegiatan SP2020 ini kembali dilanjutkan pelaksanaannya di tahun 2022 ini, dan diberi nama Sensus Penduduk 2020 Lanjutan (SP2020 Lanjutan). 

SP2020 Lanjutan juga disebut Long Form SP2020, namun untuk publikasi kegiatan lebih sering digunakan diksi Sensus Penduduk 2020 Lanjutan atau SP2020 Lanjutan. 

SP2020 Lanjutan mempunyai misi besar dari hasil pelaksanaannya. Pertama, hasil SP2020 Lanjutan akan digunakan sebagai tolak ukur indikator kependudukan. Kedua, hasil SP2020 Lanjutan digunakan untuk melihat potret demografi setelah Indonesia, khususnya Nusa Tenggara Timur, dalam melewati gelombang kedua Covid-19. Ketiga, sebagai evaluasi capaian pembangunan di bidang kependudukan pada SDGs dan RPJMN. Terakhir, misi besar SP2020 pada 100 tahun kemerdekaan di Indonesia Emas 1945, hasil SP2020 Lanjutan digunakan sebagai pijakan pengambil kebijakan.

Tujuan SP2020 Lanjutan yaitu menghasilkan indikator SDGs dan RPJMN di bidang kependudukan. Data yang dihasilkan yaitu Karakteristik Penduduk, Migrasi, Disabilitas, Ketenagakerjaan, Fertilitas, Mortalitas, dan Perumahan. Hasil tersebut merupakan sumber data indikator kependudukan.

Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur menyambut baik pelaksanaan SP2020 Lanjutan ini. Sebagai Gubernur Nusa Tenggara Timur, saya terus mendorong Walikota Kupang dan Para Bupati se-Nusa Tenggara Timur untuk bisa mendesiminasi informasi tentang SP2020 Lanjutan yang dilaksanakan ini. 

Semua yang dilakukan ini sangat penting dalam mendesain perencanaan pembangunan kedepan. Dengan adanya SP2020 Lanjutan, geliat pembangunan di seluruh pelosok Indonesia dampaknya benar – benar sampai ke masyarakat, dan dirasakan oleh masyarakat di seluruh Indonesia, termasuk di Nusa Tenggara Timur. 

Dengan dilaksanakannya SP2020 Lanjutan ini, hasilnya juga diharapkan memberi dampak besar terhadap perwujudan Visi Pembangunan Nusa Tenggara Timur, yaitu : NTT Bangkit Menuju Masyarakat Sejahtera dalam Bingkai NKRI

Sementara Kepala BPS NTT Matamira B.Kale dalam pemaparannya menjelaskan tentang apa itu SP 2020 Lanjutan, Tahapan yang sudah berjalan, teknis pelaksanaan, kendala dan variable apa saja yang didata dalam SP 2020 Lanjutan.

Upaya BPS menyiapkan data yang punya dampak kepada terwujudnya NTT Bangkit dan Sejahtera adalah menyedikan data sesuai tupoksi BPS NTT untuk dipakai sebagai dasar meletakkan dan menyusun program pembangunan.

Ia berharap semua OPD dapat memakai data dan prinsip BPS adalah Satu Data Indonesia dan dalam struktur pelaksanaan sebagai pembina dan pengampunnya adalah Diskominfo yang disebut waki data. Sedangkan secara nasional wali data adalah Bappennas.

dalam.Satu Data Indoensia adalah gagssan yang snagat baik dan kesimpangsiuran data sering terjadi dan semua mengklaim data ada tapi saat dicari tidak ada. Tapi bisa dicari di website rtps.bps.go.id

BPS tidak bisa mengekspos data individu karena sesuai aturan kerahasiaan data harus dijaga dan orang akan tidak mau memberi data jika diekspos karenanya BPS mengekspos data agregat. Sedang data by name by addrres ada di Dinas Kesehatan dan Dukcapil NTT.

Maximianus Manafe dari Bapelitbangda NTT sampaikan Dampak Strategis SP 2020 Lanjutan  dalam wujudkan NTT Bangkit dan NTT Sejahtera adalah penduduk sebagai modal dasar dan peran penduduk bahwa data BPS dijadikan rujukan meletakkan perencanan, penyusunan dan pelaksanaan program pembangunan di NTT dari level musrembang desa dan kelurahan.||juli br

 

  • Bagikan