SMAN 1 Kupang Efektif Gelar PTM Terbatas dengan Kurikulum K13 dan Sekolah Penggerak

  • Bagikan

KUPANG, TOPNewsNTT|| Pembelajaran Tatap Muka (PTM) Terbatas mulai berjalan di kota Kupang yang dalam bulan September ini, kota Kupang sudah berada pada zona hijau dengan pemberlakuan PPKM Level 3 yang mulai melonggarkan berbagai pembatasan.

Di bidang pendidikan Menengah Atas, sesuai edaran Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT tentang PTM Terbatas sudah dpaat dilakukan sejak 27/09.

Dalam pantauan media sudah banyak SMA/SMK baik negeri maupun swasta menerapkan PTM Terbatas dengan pengaturan 50% dari jumlah siswa dihadirkan tatap nuka disekolah dan terapkan prokes. Pengaturan lain terkait jam pelajaran dan hal teknis lainnya disesuaikan dengan kondisi sekolah dan kebijakan sekolah dengan tetap memperhatikan unsur-unsur wajib memutus rantai penyebaran Covid yakni pakai masker, kaga jarak, cuci tangan dan hindari kontak fisik.  Hal ini juga ditetapkan di SMAN 1 Kupang.

Di temui di ruang kerjanya, Rabu, 29/09, Kasek SMA 1 Kupang, Marselina Tua,S.Pd, kepada awak media menjelaskan bahwa sekolah menengah umum tertua pertama di kota Kupang ini sudah melaksanakan PTM Terbatas sejak 27/09.

“Kami sudah masuk Senin, 27/09 sesuai edaran dari Kadis. Ada 400 orang siswa yang  belum divaksin, kami sudah 3 tahap gelar vaksin. Total siswa 1.408 siswa hampir 100 persen di vaksin. Kecuali karena halangan khusus kesehatan. Jadi 90% sudah divaksin. Kami kerja ssma dengan Puskesmas Oebobo dan ini terakhir pelaksanaan vaskin. Dan PTM Terbatas layak dilaksanakan di SMAN 1 Kupang. Kami juga terapkan PROKES. Setiap kelas dibagi 2 dan menggunakan 40 ruang kelas. Jam pelajaran dibagi dalam 2 sesi dengan 3 jam. Pelajaran juga disesuaikan dengan jadwal normal. Intinya sudah ada tatap muka., agar anak-anak bisa alami keseimbangan dan refresh. Dengan tatap muka, maka ada interaksi, pengawasan dan kontrol diantara siswa dengan siswa maupun siswa dengan guru dan sebaliknya. Karena BDR dengan gunakan media sosial ini tidak efektif semuanya ” tandas Kasek Marselina Tua.

Setelah berlangsung 2 hari, menurut Marselina siswa sangat rindu suasana sekolah tatap muka.

Sebagai salah satu sekolah menengah atas negeri yang terpilih sebagai sekolah penggerak SMAN 1 Kupang menggunakan dua kurikulum sejak BDR.

Yakni kurikulum Sekolah Penggerak ada dua yakni Intra dan Co-Kurikuler. Co-kurikuler  berbasis proyek yakni penguatan karakter berbasis Pancasila.

Thema proyek perrama yang diambil SMAN 1 Kupang untuk proyek tersebut yakni suara demokrasi. Jadi guru tidak mengajar berdasarkan mata pelajaran tapj berdasarkan thema proyek.

Kami baru selesai melakukan simulasi suara demokrssj dengan menggelar pemilihan presiden SMANSA sehari dengan menjadikan SMAN 1 sebagai miniatur NKRI yang melakukan proses demokrasi melalui pilpres SMANSA sehari. Semua tahapan pemilihan disimulasikan mendekati kondisi riil pemilihan umum di dunia nyata.

“Pemilihan dilaksanakan seperti ruil dilaksanakan secara tatap muka dengan orangtua dan virtual dengan siswa di rumah.” Jelas Marselina.

Sebagai sekolah penggerak, sekolah sudah menggelar Bimtek pembentukan karakter dengan  dengan gelar  pelatihan jurnalistik, wawasan kebangsaan dan pembekalan agen dan fasilitator anti perundungan bagi guru dan siswa.

“Perudungan dapat melukai perasaan seseroang dan akan membekas lama dan bahkan cenderung merubah perilaku orang jadi jahat. Karenya leeat pembekalan tersebut baik guru dan siswa dapat menjadi agen perubahan agar dalam tiga tahun kedepan tidak akan terjadi perundungan atau zero bullying ” jelasnya.

Untuk pembentukan karakter siswa yang anti korupsi sekolah juga sudah lakukan sosialisasi anti korupsi, denga materi arti korupsi, perbuatan yang masuk dalam kategori korupsi, dan bagaimana menghindari dan mencegah terjadinya korupsi serta apa tindakan jika ditemukan pelaku korupsi dilingkungan sekolah. Nilai-nilai anti korupsi juga termasuk dalam pembentukan karakter siswa dan guru. Jadi segala sesuatu dimulai

Penerapan kurikulum tidak harus mengikuti model baku, tapi dengan mengikuti kemampuan dan bakat siswa.

Guru harus biaa menciptakan pelajaran dengan dipraktekkan dan menyenangkan, serta digabungkan dengan pelajaran lain. Guru harus bisa ciptakan inovasi metode pembelajaran yang interaktif, dinamis dan praktis diluar kelas di dunia nyata. Hal ini akan lebih menyenangkan dan mampu membuka wawasan berpikir dan cara pandang siswa terhadap setiap mapel dengan implementasi di dunia nyata. Generasi muda harus dipersiapkan menjadi generasi yang berinovasi, kritis dan praktis. Sehingga setelah lulus dan masuki dunia kerja mampu menciptakan inovasi di dunia kerjanya, bahkan menciptakan lapangan kerja baru.

Rosalin berkomitmen akan menerapkan metode pembelajaran seperti itu, menjadikan semua pelajaran menjadi menyenangkan jika dipelajari dalam metode yang baru theori dan praktek berjalan bersama di dalam dan luar kelas.

Ada banyak nilai yang dapat dikembangkan dan diajarkan ke siswa dan guru dalam metode pembelajaran kolaborasi tersebut dan nilai-nilai itu akan menghasilkan Pelajar Profil Pancasila yang menjadi komitmen Sekolah Penggerak. Jelas Kasek Marselina antusias.

Siswa akan dibawa ke alam nyata seperti laut, lingkungan hidup sosial, budaya dan lain-lain untuk belajar banyak hal yang diperoleh dari theori.

Menuju Sekolah Penggerak maka sekolah menetapkan protab ketat penerapan prokes dan pemberian vitamin bagi anak-anak.

Memang sebagai sekolah penggerak, memang ada beberapa perubahan dalam pembelajaran dalam.kurikulum, namun semuanya disosialisasikan dengan baik agar pelaksanaannya dapat berjalan dengan baik.

Kepada orangtua diharapkan dukungan penuh sehingga semua tujuan dapat tercapai dengab baik. Pola pembelajaran tidak bisa secara konvensional tapi harus mengikuti perkembangan dna kebutuhan jaman sekarang. Sehingga siswa lebih inovatif dan critis.

Sekolah negeri favorit yang sebelum dilakukan sistem zonasi dalam PPDB ini jadi rebutan para siswa di NTT yang yang memiliki  97 orang guru (73,3% ASN) selebihnya guru tkd dan honor komite.
“Sebagai sekolah penggerak saya harap dukungan penuh orangtua. Dan selalu beri apresiasi dan motivasi positif sejak dari rumah, kata-kata harus positif dan membangun karakter siswa. Sehingga siswa mampu tumbuh dan berkembang secara positif. Sekolah dan orangtua harus berjalan bersama, demi wujudkan Sekolah Penggerak. Saya berkomitmen menjadikan semua pelajaran menjadi menyenangkan dengan kolaborasi bersama mata pelajaran lain. Itu mimpi saya selama saya masih dikasi kepercayaan disini.” Ujar Kasek Marselina.
Dari total jumlah siswa 1.408 (Siswa Laki-laki : 634 dan Siswa Perempuan : 764) memiliki dua jurusan yaitu IPS dan IPA serta 38 Rombongan Belajar.||juli br
  • Bagikan