Masuki era New Normal dengan status Zona Hijau, ini kebijakan internal pemkab Belu

Atambua, TOP News NTT ■■Era New Normal sudah dijalankan pemerintah kabupaten Belu sejak 15 Juni lalu, walau kabupaten yang dipimpin Bupati Wilbrodus Lay,SH yang sekaligus ketua Umum Gugus Tugas Penanganan Covid-19 ini berhasil mempertahankan wilayahnya dalam Zona Hijau sejak Pandemi Covid mulai menyerang Maret hingga Juli 2020 ini.

Foto bersama Bupati Belu Willbrodus Lay,SH, Kaban Humas & Protokol, Kaban BNPB dan Kasat Pol PP Kabupaten Belu bersama awak media usai konfrensi pers di ruang rapat bupati, senin, 6/7

Upaya mempertahankan kabupaten ini dalam Zona Hijau menurut Bupati Wilbrodus berkat kerja sama dan usaha keras semua perangkat daerah dan masyarakat Kabupaten Belu dalam menerapkan protokol Kesehatan.

Bupati Belu kepada awak media dalam konfrensi pers di ruang rapatnya menjelaskan bahwa Kabupaten Belu masih dalam Zona Hijau hingga kini, tapi tetap terapkan Protokol Kesehatan dengan ketat dalam masa New Normal. Sehingga terjadi perubahan dalam tatanan kehidupan sosial masyarakat kabupaten Belu sejak penerapan New Normal 15 Juni lalu.

“Dengan adanya New Normal, semua tatanan sosial berubah. Biasanya kita harus berjabat tangan, tapi saat hanya saling sapa saja, biasanya tidak pakai masker, tapi sekarang pakai masker. Yang namanya New Normal kita harus mengikuti Tatanan Sosial yang berubah. Biasanya disini, saat ini orang mulai pesta, tapi sekarang ada perubahan. Disini, jika ada pesta seperti pesta-pesta Sambut Baru, Sidi dan pesta-pesta nikah, pasti akan sangat ramai. Namun dengan adanya tatanan baru dalam New Normal, maka kita harus mengikuti. Di sini, biasanya kalau ada pesta nikah kita akan sangat ramai. Ramai dari apa, Tebe, dansa. Tapi sekarang tidak bisa karena adanya aturan New Normal. Dan puji Tuhan sampai sekarang ini kabupaten Belu masih dalam Zona Hijau, ini yang penting dan semua berkat kerja keras semua pihak, bapak-bapak di dinas terkait dan gugus tugas. Walau sempat ada beberapa ODP sejak awal Maret dari klaster Sukabumi, namun berkat kerja sama semua sudah stabil dan kembali menjadi normal. Tidak ada kasus yang menonjol disini. Dan kita akan pertahankan tetap dalam Zona Hijau.” Ujar Willy bangga.

Ada beberapa kebijakan internal yang dibuat selama masa pandemi Covid 19 dan memasuki era new normal dalam aspek Pendidikan, Ekonomi dan Kesehatan, ujar Bupati Willy.

Dalam aspek pendidikan, ujar Bupati yang akan berpasangan kembali denhan Ose Luan pada Pilkada Belu 2021-2026 ini, bahwa sejak dimulainya pandemi Covid 19 pada Maret 2020, Dinas Pendidikan Belu sudah menerapkan sistem belajar dari rumah.

Namun, sebutnya bahwa belum seluruh wilayah di kabupaten Belu menerapkan sistem ini karena adanya kendala yaitu belum semua siswa memiliki kemampuan membeli android dan kuota internet.

Belum tersedianya jaringan internet yang menjangkau sampai ke desa dan dusun, sehingga walaupun siswa memiliki android namun tidak bisa mengakses internet sama sekali.

Kendala lain adalah jaringan internet dari RDTL yang lebih kuat sinyalnya dari jaringan internet Telkomsel sehingga menjadi gangguang utama dalam mengakses internet.
“Karena kendala-kendala inilah, sehingga pemkab Belu belum siap menjalankan sistem pembelajaran online secara
diseluruh kabupaten Belu.” Jelasnya.

Kendala lain di kabupaten Belu adalah terdapat 9 dusun yang belum terpasang jaringan listrik hingga kini,
“Bagaimana ada jaringan internet kalau tidak ada listrik, nah mau sistem belajar online bagaimana? Karena itu saya sudah minta kepada pemerintah pusat dan dan PLN pusat agar bisa mempercepat pembangungan jaringan listrik di kabupaten Belu sampai ke dusun-dusun. Di Belu saat ini ada 9 dusun yang belum ada jaringan listrik. Ada dusun dalam kota yang konsentrasi penduduknya sampai 100 kk namun belum ada listrik. Karena itu jika mau menerapkan pembelajaran online, maka kami harus mengatasi tiga kendala itu. Mencari solusi yang jadi kendala itu, bukan saja dari pihak dinas terkait saja tetapi lintas sektoral. Jadi dari Telkomnya harus memperbaiki dan menambah kapasitas datanya. Dan saya akan minta kepada pemerintah pusat dan PLN untuk menambah jaringan hingga menjangkau sampai ke dusun. Kemarin mereka dari Kota minta kita datang tapi untuk kena ngomel dan kita harus terima itu. Karena ada beberapa RT tidak ada listrik dalam kota. Terus kami punya listrik sambung pakai kabel dari rumah ke rumah subsidi sendiri. Dan saya berjanji akan panggil PLN datang lihat. Warga keluhkan mau jalankan pendidikan secara online bagaimana? Listrik saja kami minta dari tetangga dan kalau tidak hormat, mereka akan matikan listrik sampai 1 minggu. Di kelurahan Fatubanao dalam kota sini, namun masih belum ada listrik.” Ungkap Bupati Willy menjelaskan lebih lanjut.

Untuk pilihan model pendidikan apakah online atau offline, Bupati Willy menjelaskan bahwa, sesuai instruksi presiden dan gubernur NTT bahwa bagi daerah-daerah dalam zona hijau dalam penyelenggaraan pendidikan tidak diberi instruksi terapkan belajar online. Sehingga untuk TA 2020/2021, karena kabupaten Belu masih berada dalam zona hijau, dan masih banyak wilayah di Belu yang belum ada sarana prasarana pendukung pembelajaran online, tidak menerapkan sistem belajar online.

Pelaksanaan kebijakan bidang ekonomi, jelas Bupati Willy, sudah dilaksanakan oleh pemkab Belu lewat program bantuan permodalan. Namun masih ada kendala aturan sehingga hari ini (Senin, 6 Juli) Bupati dan pimpinan Forkopimda mengadakan rapat koordinasi guna membahas kendala dan mencari solusi terkait pelaksanaan program ini.

“Bidang ekonomk, tadi kami rapat agak panjang terkait dampak ekonomi. Di kabupaten Belu kita ada dua skema dana, yang pertama jaring pengaman sosial dan yang kedua dampak ekonomi. Dari kedua dana ini yang sekarang baru berjalan adalah jaring pengaman sosialnya, yang dampak ekonominya tadi kami baru berbicara seperti contoh pedagang di pasar. Mereka berkata yang terdampak harus terbantu adalah mereka yang punya situ siup. Mereka pedagang dipasar yang punya lapak. Pada saat belum ada Covid, pemerintah tidak mempersoalkan situ siup. Pada saat ingin salurkan bantuan pemerintah persoalkan siup situ. Yang kedua, pada saat tidak ada Covid pemerintah saat tarik retribusi tidak mempersoalkan apakah mereka punya situ atau siup, tapi para pedagang tetap mereka bayar pajak. Tapi saat Covid ini ketika kita ingin membantu, pemerintah menuntut harus ada siup situ. Jadi tadi kami dalam rapat supaya kita bisa satukan persepsi. Pada saat tidak pandemi, coba, semua pedagang harus bayar retribusi yang jual sayur, tomat dan sirih pinang tanpa persoalkan ada ijin usaha atau tidak. Mau jual mama sirih, tomat, sayur semua kena pajak. Tanpa bilang mereka yang tidak ada siup situ jangan bayar pajak. Tempati disitu harus bayar. Mereka berjualan dipasar harus bayar pajak. Namun saat kami mau bantu, namun syaratnya harus ada ijin usaha. Jadi mereka tentu tidak akan terima karena tidak ada ijin usaha.” Papar Bupati Willy.

Namun dalam rapat tadi, menurut Bupati Willy sudah temukan solusi dan titik temu, sehingga dampak sosialnya sudah kami temukan, sekarang dampak ekonominya karena persoalan pandangan yang berbeda. “Tapi tadi sudah dijelaskan, sehingga pandangan bisa sama, sehingga kriteria dan data kita buat dan semua sudah bisa di jalankan.” Tandasnya.

Penyaluran BST bagi seluruh masyarakat atau kk diluar yang mampu, jelas Bupati Willy di kabupaten Belu semua sudah dibantu. Tapi masih ada beberapa desa yang masih verifikasi data ulang karena ada pendobelan. Tapi yang lainnya sudah pada pembagian tahap kedua dan datanya secara detil berapa yang sudah menerima ada di Dinas Sosial.

Turut hadir dalam konfrensi pers ini adalah Kasat Pop PP Aloysius Kasat Pol PP Kabupaten Belu dan Kaban BNPB Balthazar Mouk serta Kaban Humas, Protokol dan komunikasi Pimpinan Daerah Cristo Loemau.

Christo menjelaskan bahwa terkait penerapan New Normal sudah dilaksanalan sejak 15 Juni lalu, sesuai instruksi gubernur dan lewat rapat koordinasi dan konpren dengan gutu nasional terkait new normal, telah laksanakan rakor dengam pimpinan 5 agama yang mengatur untuk lakukan kegiatan ibadah dengan tetap lakukan protokol covid. Seperti di Muslim ada 7 rumah ibadah mesjid yang dibagi sesuai zona. Ada gereja katholik yang jadwalnya sudah dibagi sesuai lingkungan dengan protokol kesehatan.

“Dibidang pendidikan kita lakukan sosialisasi terkait kegiatan belajar tanggal 15 Juli. Seperti apa yang dikatakan bapa bupati hanya lembaga pendidikan Ursurlin yang sesuai infrastruktur bisa lakukan sistem pembelajaran online sebelum tanggal 15 juni. Sedangkan pelaksanaan disekolah lain tidak terkendala, semua sekolah sesuai ciri sendiri seperti SMA Surya dengan siswa 1.500 siswa kami tetap koordinasi dengan gugus tugas sehingga ada yang sekolah pagi dan siang dengan menjaga jarak duduk, pembersihan sarana pendidokan dan penyemprotan dengan disinfektan. Terkait protokoler pasar kami juga menghimbau dan mensosialisasikan ditempat-tempat umum terkait penerapan protokol kesehatan.” Ujar Christo.

Strategi pemerintah daerah sebelum melaksanakan pendidikan kembali dalam jangka waktu dekat ini kami akan lakukan rakor dengan gugus bidang sektor pendidikan terkait pelaksanaan sistem belajar di tanggal 15 juli. Selanjutnya semua kepala sekolah disektor pendidikan sebagai leading sektor akan membicarakan hal ini dengan tetap merujuk protokol Covid.

Sedangkan kepala Satuan Pol PP menjelaskan bahwa bagaimana kabupaten Belu dalam zona hijau bahwa sejak awal covid muncul dan diterapkan protokol kesehatan, kabupaten Belu cukup ketat dalam menerapkan protokol kesehatan.

Kita memperketat di 3 pintu masuk untuk kabupaten Belu. Pertama pintu masuk lewat jalur darat batas Belu-Malaka dari jalur Kupang, lewat jalur Malaka dan jalur TTU lewat batas RDTL.

Selain itu ada banyak kegiatan sosial keagamaan yang perlu diperketat. Jadi butuh kerja sama antara pemerintah dalam hal ini gugus tugas dengan masyarakat yang mana masyarakat itu terafiliasi dalam relawan covid itu. Penerapan protokol kesehatan tetap kami lakukan dengan perubahan tatatan sosial tetap kita perhatikan. Kegiatan sosial dalam masa new normal boleh lakukan kegiatan sosial terap dalam aturan protokol kesehatan jaga jafak lakai masker dan tidka libatkan masyarakat dalam jangka waktu tertentu dan setelah itu bubar. Inilah langkah-langkah yang kami lakukan untuk menjaga kabupaten Belu tetap berada dalam status Zona Hijau.

Dari awal walau tidak sampai kasus positif, kami sejak awal hanya ada ODP namun sudah sembuh sehingga kabupaten Belu tetap hijau kami jaga tidak berubah warna. Kami melakukan tetap memperketat pintu masuk.

Bupati Belu menjelaskan bahwa untuk Kabupaten Belu disiapkan 78 miliar dengan peruntukan di bidang kesehatan, sosial, ekonomi, pendidikan dan layanan umum. Bidang kesehatab adalah yang paling banyak menyerap dana, dan selanjutnya adalah jaring pengaman sosial.

Diakhir konfrensi pers, Bupati Willy menyampaikan kepada masyarakat kabupaten Belu agar tetap taat pada protokol kesehatan, pakai masker, cuci tangan, jaga jarak, dan jangan keluar rumah kalau tidak perlu. Kurangi konsentrasi kumpulan orang di pasar, usahakan habis belanja pulang, dan tetap terapkan protokol kesehatan di pasar. Karena tempat paling banyak konsentrasi orang adalah pasar, dan pasar tidak bisa ditutup karena merupakan pusat ekonomi masyarakat.■■ juli br

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *