Mobilnya ditarik paksa, Budi Arcy laporkan Sinar Mas Multifinance ke Polres Sikka

Maumere, TOP News NTT■■ Ignatius Yohanes Varma Panca Sakti Budi Arcy melaporkan PT. Sinar Mas Multifinance Maumere ke Polres Sikka atas tindakan perampasan atau penarikan paksa mobil merk Isuzu Panther  bernopol DH 1732 AC yang tercatat atas nama puteri kandungnya (Novalia Puteri Arcy) tapi selama ini dipakai oleh pria yang dikenal dengan sapaan Budi Arcy warga Waioti, Kelurahan Waioti, Kecamatan Alok Timur, Kabupaten Sikka.

Proses penarikan mobil usuzu panther milik.Novalia Puteri Arcy di tangan Budy Arcy di Maumere, 12 November 2019

Kepada media ini, Budy (Selasa, 20 Januari 2020) per-telepon dari Maumere menjelaskan kronologis penarikan paksa oleh PT. Sinarmas Multifinance Kantor Cabang Maumere di jalan Wairklau, Kelurahan Madawat, Kecamatan Alok, “pada 12 November 2019 Sinar Mas Multifinance cabang Maumere lakukan penarikan paksa kendaraan Isuzu Panther Nopol DH 1732 AC yang tercatat atas nama Novalia Puteri Arcy puteri kandung  saya. Penarikan terjadi di rumah saya di kelurahan Waioti, Kecamatan Alok Timur, Kabupaten Sikka. Padahal, saya telah melunasi sisa angsuran pembayaran selama tiga bulan yang sempat tertunggak pada 12 November 2019. Memang limit akhir waktu pembayaran angsuran adalah pada April 2019, namun ada tertunda sampai November 2019, karena saya ada tender proyek, namun kan ada denda sebagai sanksi jadi saya berpikir biarlah nanti kami membayar. Kami sudah lakukan pembayaran cicilan selama 33 bulan dari 36 bulan  kredit dan tiga bulan sisa kredit  saya bayar pada 12 November 2019 pagi. Namun pada 12 November 2019 sore (hari itu juga, pihak Sinar Mas ( Kris, Kepala Cabang Sinar Mas Maumere) dan dua staf serta dua oknum polisi datangi rumah saya hendak lakukan penarikan kendaraan karena alasan  saya belum membayar seluruh akumulasi denda sejumlah Rp11 juta rupiah. Penarikan dilakukan tanpa surat penarikan dan ada intimidasi sehingga saya melaporkan sebagai tindak pidana perampasan ke Polres Sikka.” Jelas Budy diawal komunikasi kami.

Alasan laporan tindak pidana perampasan oleh Sinar Mas menurut Budy adalah karena prosedur penarikan tanpa surat tugas penarikan, status kredit lunas, dan akumulasi denda tidak diingkari oleh Budi bahkan meminta waktu untuk negosiasi dengan pihak Sinar Mas Cabang Kupang untuk meminta keringanan, namun pihak Sinar Mas Maumere menuntutnya untuk melunasi sore itu juga tanpa memberi waktu dan langsung menarik paksa kendaraannya.

Kasat reskrim polres Sikka Hefry per-telepon membenarkan adanya laporan atas nama Budy Arcy dan menyatakan laporan sementara dilidik untuk pulbaket sampai ke jenjang p21.

Namun menurut data yang diterima Hefry menjelaskan bahwa ini kasus privat dan dialihkan ke pidana sehingga masih menunggu proses pemanggilan saksi dan pihak terlapor seperti apa fakta sebenarnya. Dan perlu mendengarkan keterangan semua pihak yang terkait. “Jawaban kapolres dan solusinya adalah bahwa kasus yang melaporkan pak Budy, padahal seharusnya kreditur yaitu anaknya, namun karena sudah dilaporkan oleh Budy maka sertakan surat kuasa dari puterinya. Agar segera diproses. Jadi tidak ada memperlambat.

Tegas Budy meminta pihak Polres Sikka segera memproses laporannya dalam waktu secepatnya mengingat laporan ini sudah dua bulan dan mobil tersebut sudah ditahan selama dua minggu sedangkan dirinya memiliki usaha yang membutukan mobil tersebut. Ia merasa sangat dirugikan karena mobil tersebut sudah lunas.

Jika tidak diproses segera, maka dirinya akan menyerahkan ke kuasa hukum untuk melaporkan ke Propam Polda NTT terkait kinerja Polres Sikka yang dinilai lambat memproses laporan tersebut.
“Saya melihat ada kejanggalan dalam proses penerimaan laporan yang sudah dua bulan namun tanpa perkembangan apa-apa. Pertama tidak ada SP2HP dari pihak polres Sikka, dan janji gelar perkara yang tidak terwujud. Saya juga tidak diberitahukan tentang perkembangan lidik pihak penyidik sudah sejauh apa. Bahkan sayalah yang secara pro-aktif menanyakanya. Dan jawaban mereka saya nilai tidak beri kepastian apapun terkait laporan saya. Karena itu saya beri waktu sesegera mungkin dilakukan pemanggilan terhadap pihak Sinar Mas sebagai terlapor untuk lakukan klarisfikasi dan pengembalian kendaraan saya. Jika tidak saya akan laporkan ke Propam Polda NTT. Karena saya merasa sudah di rugikan dengan perampasan mobil sampai dua bulan karena menghambat pekerjaan saya.” Tandasnya mengancam.■■ juli br

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *