Pesan rohani perayaan Natal & Tahun Baru Bersama Wartawan Lintas Media, “Jadilah Pewarta yang bersahabat”

KUPANG, TOP News NTT■■ Demikian inti pesan Pendeta Jerry Adoe,S.Th dalam  renungan Natal dan tahun baru 2020 bersama Wartawan Lintas Media pada Jumat, 17/01/2020 di Aula Kampus UPG 1945 NTT.

Dengan mengambil konteks Firman Tuhan dari Kitab Perjanjian Baru Yohanes memberikan thema “Jadilah pewarta yang bersahabat” menyatakan bahwa kata sahabat karena sahabat bisa didapat setelah berteman cukup lama, sahabat datang setiap saat, sahabat datang saat kita susah bukan hany saat senang. Sama seperti Yesus disebut sebagai Sahabat kita yang percaya kepadaNya.

Pdt.Jerry Adoe,S.Th saat sampaikan renungan Perayaan Natal & Tahun Baru Bersama 2020 Wartawan Lintas Media

Pendeta Jerry menyatakan implementasinya yaitu  sebagai jurnalis harus menjadi pewarta yang bersahabat. “Dari arti kata sahabat maka sebagai pewarta harus memberikan warna dan makna sahabat bagi penerim informasi.” Jelasnya.

Dalam perikop Injil Yohanes, Tuhan Yesus memberikan pesan khusus bagi  kepada murid-muridNya (pesan untuk semua terutama jurnalis), bahwa “kamulah sahabatKu.”
“Pesan khusus bagi rekan wartawan harus memiliki jiwa bersahabat dengan setiap orang karena apa adanya.” Jelasnya

Dan kedua, lanjut pendeta Adoe malam ini agar wartawan bisa  menjadikan sesama sebagai sahabat karena cinta atau lebih tepat kasih. “Seperti ayat selanjutnya Yesus berkata dasar semuanya harus berdasarkan cinta Yesus kepada manusia tanpa memandang siapa dia tapi

karena kasih seperti kasih Yesus bagi seluruh manusia dan bagi dunia.” Ujarnya.

Pesan ketiga adalah bahwa sebagai wartawan harus meneladani Yesus yang dalam kasih tanpa memandang ada apa-apanya tapi apa adanya dan karena kasih agape yang tulus.”Pewarta diharapkan menjadi wartawan yang rela berkorban untuk orang lain bukan jadikan orang lain sebagai korban,  seperti karya agung Tuhan Yesus yang  menjadi sahabat yang berkorban bagi sahabat-sahabatNya (kita) yang dikasihinya yaitu melalui penyaliban di kayu salib demi menebus dosa kita. Seperti juga teladan Yohanes Pembaptis yang mempersiapkan jalan untuk kedatangan Tuhan Yesus namun akui dengan kerendahan hati bahwa ia hanya hamba dan Tuhan yang sesungguhnya akan datang. Pewarta yang bersahabat adalah pewarta yang mau berkorban bagi pemberitaan yang benar.” Jelasnya lagi.

Ayat 17, jelas Pendeta Adoe Tuhan Yesus berkata : ” bahwa Aku tidak menyebutkanmu hamba (budak-Dulos-Yunani)  tapi sahabat (fulos: Yunani). Sebagai seorang pewarta maka kita juga menjadikan semua orang sahabat bukan hamba (budak : dulos). Sebagai pewarta bisa menjadikan pena menulis dan mengangkat orang-orang kecil dan sederhana menjadi besar dan berguna.

Yesus sudah memberikan contoh dengan pengorbanan di kayu salib bahwa sebagai sahabat Ia menyampaikan berita dari sorga yang benar dan menyelamatkan. Pewarta juga harus meneladani ini mewartakan berita yang benar dan faktual untuk memberi makna dan dampak yang baik bagi semua pihak. Bukan menjadi pewarta yang memanfaatkan sebuah issue yang menguntungkan diri sendiri.” Ujarnya mengakhiri khotbah.

Ketua panitia Frans Maksi pimpinan media Warta Perempuan sampaikan bahwa acara syukuran Natal dan Tahun Baru 2020 bersama ini apresiasi semua kontribusi semua pihak bagi terlaksananya kegiatan ini.

Tujuan perayaan ini, jelas Frans adalah sebagai bentuk kebersamaan merayakan HUT Yesus dengan thema perayaan natal nasional “Jadilah Sahabat Bagi Semua Orang” dan sub thema “jadilah pewarta yang bersahabat.”Makna perayaan dengan thema itu ingin menegaskan bahwa sejatinya wartawan adalah sahabat bagi semua orang dan menjadi pewarta yang bersahabat dengan memberitakan kebenaran yang faktual bukan hoax.

Maksi berterima kasih kepada semua pimpinan media yang sudah dengan sukacita berkontribusi dalam anggaran dan kerja sama sehingga acara ini terselenggara dan terutama UPG 1945 yang sudah memberi tempat untuk perayaan.

“Kegiatan ini berlangsung dengan kontribusi spontanitas dalam anggaran dan kerja sama yang solid dari semua pimpinan media.” Ujar Frans menegaskan.

David Selan Rektor UPG 1945 menjelaskan bahwa sangat tersanjung karena wartawan memilih UPG 1945 menjadi tempat perayaan dan ini suatu karunia anugerah dari Tuhan. Dan ia siap berkorban bersama wartawan.

Ia mengingatkan bahwa ada lima hal yang harus diperhatikan adalah tantangan adalah ketepatan waktu, akurat, dan kebenaran dan mewarta suara kenabian.

Sedangan Valerius Guru kabag pers mewakili karo Humas NTT menyatakan bahwa pada dasarnya Humas Pemprov NTT siap kerja sama dengan semua media.

Acara dilanjutkan dengan ramah tamah yaitu makan malam bersama.■■ juli br

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *