Untuk tingkatkan kualitas pelaku usaha kuliner kota Kupang, Dinas Koperasi & UKM gelar pelatihan

KUPANG, TOP NEWS NTT■■ Pemkot Kupang lewat Dinas Koperasi & UKM menggelar Pelatihan Pengolahan Aneka Kuliner bagi 50 pelaku usaha kecil menengah se-kota Kupang pada Selasa, 10/12/2019 di Aula LPMP Provinsi NTT. Pelatihan akan  berlangsung selama 3 hari(10–13 Desember 2019).

Kepada media ini usai pembukaan kegiatan, Kadis Koperasi &  UKM  Danberty E.Ndapamerang menjelaskan tujuan Pelatihan keterampilan  aneka olahan kuliner bagi pelaku usaha kuliner kecil dan menengah  se-kota Kupang dirasa sangat perlu agarsebagai pelaku ekonomi sektor informal dapat meningkatan kapasitas sehingga bisa bersiang di dunia usaha kuliner.

“Karena pelaku usaha kuliner ikut mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Dengan pelatihan ini diharapkan para pelaku usaha yang dibina oleh dinas Koperasi dan UKM kota Kupang bisa meningkatkan kemampuan dalam mengolah kuliner lebih berkualitasbaik dari aspek rasa, tampilan, kemasan. Serta pelayanan dan managemen usaha yang modern  demi peningkatan mutu hasil olahan kuliner. Agar mampu bersaing menembus pasar global. Dan ikut mendorong laju pembangunan pariwisata dari sektor kuliner.” Tandas Danberty.

Kadis Koperasi & UKM Danberty E.Ndapamerang lakukan pengalungan tanda pengenal kepada peserta

Ndapamrerang juga menjelaskan  dalam sambutannya bahwa dengan kegiatan pelatihan ini diharapkan makin meningkatkan wawasan dan keterampilan agar talenta yang dimiliki bisa hasilkan income untuk kekuarga. “Sebelumnya Dinas sudah lakukan 6 kali pelathan koperasi, dua kali pelatihan menjahit dengan  mendatangkan isntruktur dari Jogya untuk membentuk produk bernilai ekonomi dari kain perca. Saya harapkan setelah pelatihan ada kelanjutan usahanya, tapi nyatanya fakta membuat  kecewa karena tidak sampai 10% yang melanjutkan dengan usaha sesuai pelatihan. Padahal kegiatan ini bukan untuk walikota dan dinas koperasi tapi untuk pelaku ekonomi. Mengapa kita datangkan pelatih dari luar NTT karena pelaku UKM di NTT masih terkendala masalah pemasaran. Sedangkan pelaku usaha di luar NTT sudah masuk dunia maya. Kita harus bisa masuk dalam market place besar jika ingin maju. Tapi harus tingkatkan.kualitas produksi dan harus membuat hasil kreasi yang berhasil guna. Hasil kreasi dari NTT masih berantakan belum rapi. Kita akan buat grup sebagai kontrol. Kita harus buat kuliner bagus ada nilai rasa, estetika, art dan pelayanan. Saya akan bawa materi tentang pemasaran. Dan saya berharap pelatihan ini bisa diikuti dengan benar dan akan ada evaluasi dan bantuan alat pengepakan sesuai jenis kuliner. Semoga ada dari peserta ini yang dapat. Pada pelatihan menjahit ada peserta yang dapat bantuan peralatan menjahit. Sistem saya adalah setiap peserta akan dievaluasi untuk diberi bantuan dan pelatihan lanjutan.” Tandas Ndapamerang memberi motivasi.

Diakuinya bahwa selama ini kontrol dan pendampingan masih sangat kurang sehingga usaha kuliner belum berkembang. “Kedepan, di TA 2020 saya akan konttol dan pendampingan bagi pengusaha kuliner dan semua usaha kecil menengah yang sudah diberi pelatihan. Seperti apa perkembangan usaha mereka. Bantuan akam berupa alat kerja. Pelatihan, pembinaan dan kontrol juga bagi pelaku usaha koperasi agar pemberian kredit benar-benar melalui tahap seleksi dan survei usaha. Demikian juga pelatihan asalah bagi pelaku usaha yang sudah memiliki usaha.” Ujarnya.

Hadir memberi materi managemen usaha yaitu Kadis Koperasi dan UKM serta  PLUD.
Peserta berjunlah 50 orang yang semuanya adalah pelaku usaha kuliner. Dalam pelatihan pemateri akan diberi pelatihan terori managemen usaha, dan informasi regulasi dan lebijakan pemerintah terkait  managemen usaha kuliner dan peningkatan keterampilan. Dan praktek pengolahan, pengepakan dan managemen pemasadan hasil olahan kuliner. ■■juli br

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *