Dra.Metty Monteiro terima penghargaan pegiat pencegahan stunting dari Kantor Staf Presiden

JAKARTA, TOP NEWS NTT ■■ Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Sumba Barat Dra. Metty H. W. Monteiro yang juga sebagai Bunda Kabupaten Sumba Barat merasa terpanggil memberikan layanan terbaik kepada masyarakat melalui Taman Pawodda atau Gugus Tugas dalam penyelenggaraan Pengembangan Anak Usia Dini Holistik Integratif (Paud HI) yang memberikan 4 pelayanan dasar yaitu bidang kesehatan, pengasuhan, pendidikan dan perlindungan. Terkhususnya layanan kesehatan dan issue stunting yang terus digaungkan oleh Dra.Metty Monteiro.

Penghargaan Pegiat Pencegahan Stunting yang di peroleh Ketua TP PKK dan Bunda Kabupaten Sumba Barat Dra.Metty Monteiro Kantor Staf Presiden padaJumat, 15/11/2019 di Jakarta

Komitmen agar Anak Sumba sehat, cerdas, terlindungi dan berkualitas adalah komitmen  yang selalu ingin dicapai oleh Bunda Metty. “Apakah yang harus kita lakukan untuk anak-anak ini agar hidupnya jauh lebih baik dari kita? Wajah Sumba ditentukan dari wajah anak-anak saat ini”, Inilah kalimat pertanyaan dan komitmen ini

selalu dilontarkan Bunda Metty saat berkunjung ke lapangan maupun dalam pertemuan lintas sektor.

Didukung oleh suami Bapak Drs. Agustinus Niga Dapawole sebagai Bupati Sumba Barat, membuat Bunda Metty semakin bersemangat melakukan yang terbaik bagi anak-anak Sumba.

Dan perjuangan tersebut pada akhirnya membuahkan hasil yang sangat memuaskan dimana hari ini, 15 November 2019 Bunda Metty mendapatkan penghargaan sebagai Tokoh Masyarakat Pegiat Pencegahan Stunting tahun 2019 dari Kepala Kantor Staf Presiden bertempat di Ruang Rapat Utama Kantor Staf Presiden (KSP), Gedung Binagraha, Kompleks Istana Kepresidenan RI, Jakarta Pusat.

Bunda Metty merupakan salah satu dari 10 tokoh masyarakat di Indonesia yang terpilih sebagai pegiat pencegahan stunting tahun 2019. Dan 9 tokoh masyarakat lainnya berasal dari unsur LSM/NGO dan Yayasan serta Duta Genre 2018 – 2019.

Kedeputian III KSP dr. Bryan mengatakan bahwa tidak mudah memilih dan menyeleksi 10 tokoh masyarakat pegiat pencegahan stunting dari sekian banyak tokoh masyarakat yang telah berperan aktif dalam pencegahan stunting di Indonesia. “Dari hasil pertimbangan dan survey lapangan, kesepuluh tokoh masyarakat inilah yang akhirnya diputuskan untuk mendapatkan penghargaan”, ujar dr. Bryan seraya menyampaikan profil dari masing-masing tokoh masyarakat.

Sementara Mayapada Group Dato Sri Tahir mengucapkan terima kasih kepada bapak/ibu yang terpilih hari ini karena sudah menjadi berkat bagi banyak orang. “Bapak/ibu layak mendapatkan penghargaan ini”, ujar Tahir.

Kepala Staf Kepresidenan Republik Indonesia Jenderal TNI (Purn) Dr. Moeldoko dalam sambutannya memberikan apresiasi bagi teman-teman tokoh masyarakat yang telah bekerja di lapangan mendukung program Pemerintah baik di pusat maupun daerah. “Terimakasih kepada teman-teman para pegiat stunting, karena sudah berperan dalam penurunan angka stunting. Tanpa bapak/ibu sadari bahwa peran bapak/ibu, 1,7juta bayi terselamatkan oleh stunting”, ujar Moeldoko. “Saya lihat profil dari masing-masing pegiat sungguh luar biasa menghasilkan suatu hasil kerja yang nyata. Oleh karenanya kami pantas berikan penghargaan ini”, tandasnya.

Moeldoko berharap setelah mendapatkan penghargaan ini, para pegiat mampu menjadi motivator bagi masyarakat lainnya untuk ikut berpartisipasi dalam pencegahan stunting. “Sekali lagi, Terima kasih atas upaya kerja kerasnya”, ucapnya.

Selepas kegiatan, Bunda Metty kepada Humas mengatakan bersama Taman Pawodda Kabupaten Sumba Barat yang terdiri dari 9 Organisasi Perangkat Daerah (OPD), beliau akan melakukan “Gerakan Bersama Cegah Stunting” yang bertujuan untuk membangun komitmen bersama Pemerintah Daerah, pemangku kepentingan dan masyarakat untuk mencegah stunting.

“Sehat itu mahal, dengan memanfaatkan potensi lokal untuk diolah menjadi bahan makanan bergizi dapat membantu masyarakat sadar akan pentingnya gizy bagi pertumbuhan dan perkembangan anak terkhususnya dapat mencegah stunting. “Menggandeng Dinas terkait untuk memberikan pemahaman dan pelatihan praktek pengolahan makanan bergizi berbasis pangan lokal adalah salah satu strategi yang diterapkan”, ujar Metty.

Akhir kata Bunda Metty berpesan bekerjalah dengan hati dan cintai apa yang kamu kerjakan, karena itu akan memberikan hasil bagimu. ■■ Editor: juli br (topnewsntt.com)

Sumber :  SP Humas dan Protokol  Sekretariat Daerah Kabupaten Sumba Barat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *