STIPAS-KAK Gelar Misa Syukur Dies Natalies HUT ke-18 dan Pentabhisan Gereja Basilikan Lateran

KUPANG, TOP NEWS NTT ■■ STIPAS-KAK (Sekolah Tinggi Pastoral Keuskupan Agung Kupang) gelar misa syukur Dies Natalis dalam rangka HUT ke-18 dan pentabhisan Gereja Basilikan Latheran pada Sabtu, 9-11-2019 di halaman kampus STIPAS-KAK.

Misa digelar sekaligus dengan ditabhisnya gereja Basilikan Lateran. Misa dipimpin oleh RD.Arki Manek.
Dalam pesan khotbahnya, RD.Arki Manek sampaikan renungan tentang bait Allah diambil dari Perjanjian Baru saat Tuhan Yesus marah karena bait Allah dijadikan tempat berjualan.
RD.Arki ingatkan  bahwa Bait Allah dibangun dengan tujuan sebagai tempat kudus memuliakan nama Allah Bapa. Dalam bacaan Yesus sebagai orang Yahudi sangat mengerti adat dan aturan Yahudi tentang Bait Suci. Dan Yesus sangat marah ketika melihat pelataran Bait Allah dijadikan tempat berjualan dan sangat mengganggu orang-orang kafir beribadah. Yesus memarahi mereka karena gangguan dari kegiatan yang mengalihfungsikan Bait Allah dari beribadah menjadi perdagangan sehingga membuat orang yang beribadah kepada penukaran uang. Menajiskan Bait Allah dengan aktivitas berjualan sehingga inti dari tujuan pembangunan Bait Allah tercoreng.
Tindakan Yesus membalikkan meja penukar uang dan mengusir para pedagang mengganggu ketenangan dan kewibawaan kaum Farisi. Mereka para kaum Farisi tahu bahwa tujuan pembangunan  Bait Allah dan kegiatan perdagangan itu melanggar aturan Bait Allah dan orang Yahudi,  tapi mereka malah mempertanyakan otoritas Yesus. Yesus memberikan analogi menyuruh mereka membongkar Bait Suci dan Yesus akan bangun dalam 3 hari. Namun kaim Farisi salah mengartikan secara harafiah tentang pembangunan bait suci secara fisik. Karenanya Yesus memberikan hentakan kepada mereka tentang tubuh manusia sebagai bait suci yang hidup. Merusakkan bait suci sama dengan merusakkan tubuh kita sebagai bait suci yang hidup RD Arkian Manek menekankan agar menjaga dan menggunakan tubuh sebagai bait suci yang hidup.
Dalam.rangka HUT ke-18 STIPAS-KAK RD. Arki Manek  ingatkan juga agar mempertahankan lembaga pendidikan guru katholik ini pada visi misi rohani memdidik guru agama katholik dan katekhis yang rohani dan jangan menjadi lembaga capitalisme. Tapi menjadi lembaga pendidikan guru rohani dan menghasilkan tenaga guru yang akan mendidik umat Katholik yang sejati dan tai menggunakan tubuh sebagai bait suci yang hidup dan menjadikan gereja sebagai kemah ibadat yang benar sesuai firman Tuhan.■■ Juli BR

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *