Sinkronisasi Promosi Pengembangan Pariwisata NTT, Anita J.Gah dan Kemenpar RI Gelar BIMTEK

NTT, TOP NEWS NTT■■ Anita J.Gah,SE, politisi Partai Demokrat asal NTT yang masih menjabat sebagai anggota DPR RI Periode 2014–2019 sampai Oktober 2019 dan terpilih kembali mewakili NTT di Pileg 2019-2024, makin tunjukkan keseriusanya membangun pariwisata NTT sebagai primeover perekonomian masyarakat NTT sesuai Komitmen Politik Gubernur NTT VBL, dan sebagai implementasi UU Pariwisata yang sudah di buat sejak 2009.

Anita yang duduk di komisi X DPR RI mwakili NTT Dapil 2 ini, mencakup bidang Pendidikan, Perpustakaan, Pemuda dan Olah Raga serta Pariwisata, sedang lakukan pengawasan terkait kinerja Dinas Pariwisata NTT dan Kabupaten Kota terhadap anggaran pengembangan pariwisata tahun 2019 yang menurut Anita ditambah 50% dari anggaran tahun sebelumnya.

Untuk itu Anita menggandeng Kementerian Pariwisata RI dalam hal ini Asisten Deputy Pengembangan Pemasaran II Regional III dan Deputy Bidang Pengembangan Pemasaran II,  dengan  menggelar Bimtek Sinkronisasi Promosi Pariwisata Pasar Asia Selatan, Asia Tengah, Timur Tengah dab Afrika di Aston Hotel pada Kamis, 12/9/2019.

Bimtek ini dilaksanakan menurut Anita,  dalam rangka sinkronisasi promosi pariwisata di NTT dengan pasar Asia Selatan, Asia Tengah, Timur Tengah dan Afrika yang diselaraskan dengan UU Pariwisata dalam menyukseskan 3 Sektor Strategy Unggulan Presiden RI Joko Widodo yang nomor duanya adalah Sektor Pariwisata, dari dua sektor lainnya yaitu sektor Pertanian dan Perikanan.

Hadir mewakili Kementerian Pariwisata RI  adalah Zorida Ibrahim sebagai pemateri ‘Arah kebijakan Strategi Pemasaran Pariwisata Indonesia’ mewakili Asisten Deputy  Pengembangan Pemasaran II Regional III dan Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran II Kementerian Pariwisata dan juga Alfonsius Ara Kian Kabag Pemasaran mewakili Dinas Pariwisata Provinsi NTT dan dari Dinas Pariwisata Kota Kupang adalah Kabid. Pemasaran Maria Labupili.

Anita J.Gah dalam sambutannya meminta pemda NTT untuk serius menggali potensi pariwisata di masing-masng wilayah kabupaten dan kota Kupang, dan  memanfaatkan anggaran dan perhatian Kementerian Pariwisata, yang lewat penetapan UU Pengembangan Pariwisata yang dibuat oleh pemerintah pusat untuk menyukseskan sektor pariwisata sebagai salah satu dari  3 Sektor unggulan strategis pemerintah pusat dibawah kepemimpinan Presiden  Joko Widodo.  Dua sektor lain yang termasuk 3 Sektor Unggulan yaitu sektor  Pertanian dan  Perikanan. “Karena saya sebagai anggota wakil anda di pusat pada komisi X yang membidangi Pendidikan, Perpustakaan, Prmuda Olah Raga dan Pariwisata. Dan anggaran untuk pengelolaan dan pembangunan Pariwisata di NTT sudah besar tahun 2019 ditambah 50% dari tahun sebelumnya.  Ini tujuannya untuk pengembangan sektor pariwisata di NTT. Pemda NTT dari Kabupaten /Kota harusnya pro aktif terhadap hal ini. Karena lewat pengembangan pariwisata maka akan berkembang juga berbagai sektor sda dan sdm di NTT.” Tegas Anita.

Anita menyinggung kekayaan sda dan sdm serta potensi lain di NTT namun belum dikelola secara serius. Sehingga Anita minta  pemerintah NTT perlu memperhatikan kembali UU No.10/2009 tentang Pariwisata. Terutama tentang promosi harusnya ada Badan Promosi Daerah di setiap Dinas Pariwisata provinsi, kabupaten dan kota di NTT. Karena ada diatur dalam UU Pariwisata dan ada  anggaran dari Kementerian Pariwisata RI.  Pemetaan dan pengelolaan potensi pariwisata sangat penting dilakukan agar penggunaan  anggaran Kemenpar  sesuai program pengembangan pariwisata dan tepat sasaran,  harus juga  melibatkan masyarakat diwilayahnya destinasi pariwisata.
“NTT sangat kaya akan potensi pariwisata baik sda, kesenian, budaya, kuliner, tenun ikat dan semua sektor kehidupan manusia adalah aset pariwisata. Sektor pariwisata menurut Anita diangkat dan dikembangkan tujuannya adalah demi mengangkat harkat dan martabat bangsa Indonesia, orang NTT. Tujuan akhir UU adalah mengangkat jati diri bangsa Indonesia seperti Visi pariwisata Indonesia “Wonderful Indonesia”, dan mempererat hubungan bangsa Indonesia dengan bangsa lain. Dengan bimtek ini kementerian pariwisata ingin agar ada input ide pendapat dalam pengembangan pariwisata dan jadi satu keputusan yang tepat ke depan dalam pengembangan pariwisata. Saya sebagai anggota DPR RI wakili NTT akan meminta penambahan anggaran tapi kesamaan persepsi dalam pengembangan pariwisata di NTT agar anggaran tidak sia-sia, demikian. Kita akan bawa pariwisata NTT ke luar negeri.” Ujarnya.

Anita yang sampaikan materi tentang UU pariwisata untuk pengembangan pariwisata lewat perspektif hukum yang memungkinkan kemitraan dengan semua stakeholder pariwisata di NTT untuk ikut membangun pariwisata. “Pemda NTT harus taati dan perhatikan UU pariwisata sejak 2009 karena ada rencana induk pengembangan pariwisata di Indonesia tmsk NTT. Ada dana 30 M, DAK. Dan saya akan lakukan kunjungan khusus untuk melihat apakah pemerintah sudah laksanakan anggaran sesuai untuk yang berlaku. Dan kalau sudah seharusnya dampaknya sudah dirasakan masyarakat. Kita ingin hari ini NTT harus meningkat pariwisatanya dan masyarakat ekonominya meningkat. Ada 1.181destinsi di NTT tapi kok mengapa masih banyak yang belum tahu dan masyarakat belum sejahtera dengan pengelolaan anggaran untuk promosi dan pengembangan pariwisata?. Harusnya masyarakat di sekitar lokasi pariwisata harusnya di bina dan dibimbing untuk menjadi masyarakat berketerampilan dan bermental pariwisata. Banyak potensi pariwisata di NTT harus ada kegiatan pengembangan pariwisata dengan harus berkesimbungan agar semua pihak merasakan manfaatnya.” Tandas Anita.

Sedangkan Zorida Ibrahim menjelaskan tentang UU pengembangan pariwisata  sangat memberikan peluang besar bagi keterlibatan stakeholder dibidang pemasaran pariwisata. Serta data perkembangan pariwisata dari jumlah potensi destinasi  wisata, program yang sudah dicanangkankan, capaian-capaian yang sudah dilakukan pemerintah pusat dalam tahun anggaran 2018 dan 2019. Posisi Indoensia dalam capaian itu.

Apa saja program unggilan Kemenpar terhadap pasar Asia Selatan, Asia Tengah, Timur Tengah dan Afrika.

Tingkat pertumbuhan pariwisata nasional dalam kunjungan mencapai 12,58% diatas 4 negara Asia lainnya Vietnam, Malaysia, Singapura, dan Jepang. Marketing I  pariwisata Indonesia mencapai 1 8.406 013 dan deputi  marketing II adalah 7.399.600

Capaian deputi dibidang pemasaran II teritnggi Cina, Eropah, India, Jepang, US, yang masyarakat ke pasar pariwisata Indonesia.

2019 capaian wisman ke Indonesia sejak tahun 2015 :  10 , 2016 :  12 milion, 2017 :  15 m, 2018 : 17 m dan 2019 :  20 m

Implementasi strategi media adalah destinasion (great Bali 40%, great Jakarta 30%, great Batam). Komitmen promosi memegang   origin dan time.
Implementasi strategi media branding, advertising dan seling.

Promosi yang dilalukan dengan penggunana media Paid media, owned media, social media dan endorser.

Grand marketing strategy 2019 : ordinary strategy : branding, adv, seling; extra ordunery strategi : incentives access,

Alfonsius Ara Kian , Kabid Pemasaran Dospar Provinsi NTT menjelaskan tentang program strategis pengembangan pariwisata provinsi NTT yang menjadikan Pariwisata sebagai Leading Sector Perekonomian Masyarakat NTT. Serta 7 destinasi pariwisata  NTT yang sedang dan akan dikembangkan tahun 2019, 7 destinasi pada 2020, dan 4 destinasi lainnya pada 2021, sehingga diharapkan pada 2022, 22 destinasi wisata di NTT akan selesai dikembangkan dengan menerapkan sistem pelibatan masyarakat sebagai masyarajat pariwisata di masing-masing destinasi.

Alfons sangat setuju jika.dikatakan NTT kaya akan potensi pariwisata. Data Dispar NTT, ada  1.108 destinasi baik  alam, budaya, minat khusus. Destinasi pariwisata NTT adalah  paling terbanyak, kaya dan unik di Indonesia. “Salah satu atraksi khusus unik adalah atraksi panggil ikan dugon di Alor dan Komodo.” Ujar Alfons.

NTT memiliki Pulau Sumba  sebagai pulau terindah demgan Nihiwatu sebagai hotel terunik dan termahal di dunia dan berbagai sda dan atraksi budaya lainnya yang sangat bernilai tinggi. Seperti atrasi penangkapan ikan paus  di Lamahera adalah yang paling unik karena ada unsur budayanya karena ada filosofi dan legenda bahwa nenek moyang orang Lamalera adalah ikan Paus.

Pemprov NTT sudah menyusun Ranperda pariwisata sedang disusun untuk jadi payung hukum pengembangan pariwissta di NTT. Penguatan sdm pariwisata sebagai program pengembangan pariwisata.

Anita nyatakan bahwa akan melakukan pertemuan internal dengan dinas-dinas psriwisata untuk membicarakan bagaimana membangun pariwisata NTT sebagai leading sector.

“Pemda NTT harus melunakkan aturan hukum bagi investor untuk berinvestasi disektor pariwisata. Saya tidak menuduh pemerintah melawan UU pariwisata tapi jika melihat dari perkembangan pariwisata di NTT yang belum bergerak

Pasal 43 dalam UU no 10 2009 tentang Pariwisata ada pasal Badan Promosi Pariwisata di daerah dalam hal mempromosikan potensi pariwisata. Pantas pariwisata NTT seperti Nona Cantik yang susah di jangkau dan maju, karena akses dan sebagainya tidak mendukung. Karena pemda NTT tidak paham twntang UU Pariwisata No.10  pasal 43.

Anita dengan tegas meminta gubernur jangan bicara tentang pariwisata tapi sudah baca dan laksanakan tidak UU pariwisata no.10 pasal 43 tentang promosi pemaasaran pariwisata atau tidak?  “UU jangan hanya jadi buku tertutup tapi anggaran terus mengalir tapi masyarakat tidak ikut terangkat secara ekonomi. “Ujarnya. ■■ Juli BR

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *