Wakil Wali Kota Kupang Hadiri Caucus Mayor 2019 di Bogor

Bogor, TOP NEWS NTT ■■ Wakil Wali Kota Kupang dr. Hermanus Man hadir dalam Mayor Caucus 2019 yang diselenggarakan oleh Ikatan Ahli Perencanaan Indonesia (IAP) dengan dukungan Kementerian Agraria dan Tata Ruang/BadanPertanahan Nasional (ATR/BPN), kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (BAPPENAS), Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) dan Pemerintah Kota Bogor di Kota Bogor pada Senin (9/9).

Kegiatan bertema “Beyond The Metropolis” tersebut merupakan kegiatan pertemuan para wali kota seluruh Indonesia yang bertujuan untuk mendiskusikan implementasi tujuan ke-11 SDG’s, yaitu menjadikan kota dan pemukiman inklusif, aman, tangguh dan berkelanjutan. Acara tersebut merupakan rangkaian dari acara kongres ke-55 Perencana Kota Sedunia (55th ISOCARP World Planning Congress 2019).

Kegiatan Mayor Caucus 2019 bertujuan untuk :
• Memberikan ruang bagi para wali kota untuk  mendiskusikan peran kota-kota dan kepemimpinan daerah dalam menyukseskan pencapaian tujuan-tujuan di dalam tujuan pembangunan berkelanjutan (TPB/SDG’s).
• Para peserta dapat saling bertukar gagasan mengenai tantangan, harapan, dan strategi dalam rangka mewujudkan tujuan ke-11 dalam TPB/SDG’s, yaitu membangun kota dan pemukiman inklusif, aman, tangguh dan berkelanjutan.

Hasil yang diharapkan dari pelaksanaan kegiatan adalah komunike bersama yang ditandatangani oleh para Wali kota. Komunike bersama ini memuat komitmen pada Wali kota untuk bekerjasama menyukseskan implementasi tujuan ke-11 TPB dengan menerapkan prinsip-prinsip pengelolaan kota.

Peserta adalah para wali kota/wakil wali kota seluruh Indonesia yang menghadirkan beberapa technical keynote yaitu dari Bappenas, Kementerian Agraria dan Tata Ruang/ Badan Pertanahan Nasional, kementerian Dalam Negeri dan Gubernur Provinsi Jawa Barat.

Tujuan pembangunan berkelanjutan, yaitu tujuan 11 TPB sangat erat kaitannya dengan kota-kota. Tujuan 11 TPB ini berfokus untuk mencapai kota dan pemukiman yang inklusif, aman, tangguh dan berkelanjutan.

Semakin banyaknya penduduk yang memilih untuk tinggal di perkotaan (sebesar 53% pada tahun 2014 menurut UN Indonesia, 2017) membuka lebih banyak kesempatan untuk maju di satu sisi.

Namun hal ini juga memunculkan masalah baru seperti pemukiman kumuh yang meluas, konsumsi energy yang berlebihan dan risiko bencana yang meningkat.

Tujuan 11 TPB memberikan prioritas aksi untuk tujuh aspek pembangunan sebagai berikut :
1. Pelayanan dasar untuk perumahan dan pemukiman yang layak, aman dan terjangkau;
2. Transportasi publik yang aman, terjangkau, mudah diakses dan berkelanjutan;
3. Urbanisasi yang kreatif dan berkelanjutan;
4. Pelestarian warisan budaya;
5. Pengurangan risiko bencana;
6. Pengurangan dampak lingkungan perkotaan;
7. Pengembangan ruang terbuka hijau yang aman, inklusif dan mudah dijangkau

Secara khusus, pengurangan dampak lingkungan perkotaan, terutama penanganan sampah merupakan salah satu masalah utama yang dihadapi oleh kota-kota. Proporsi penduduk dunia yang semakin tinggi di wilayah perkotaan menciptakan krisis sampah global, diantaranya muncul berbagai dampak kerusakan  lingkungan berupa pencemaran air tanah, saluran air dan sungai, pencemaran lautan, dampak kesehatan akibat pembakaran sampah dan emisi gas rumah kaca dari metana dan karbon dioksida (CO2).

Manajemen persampahan (solid waste management atau SWM), melalui salah satunya melalui pendekatan ekonomi sirkular (circular economy), memegang peranan penting dalam mencapai tujuan 11 TPB diatas.

Pendekatan ini berfokus pada sistem ekonomi yang menekankan pengurangan sampah dan pemanfaatan utama dari sumber daya yang ada.

Hal ini menjadi  sangat penting tidak hanya akan menciptakan lingkungan yang sehat dan berketahanan, investasi pada sektor persampahan juga membuka peluang usaha bagi millennials, wirausaha dan pelaku industry di bidang ilmu pengetahuan, teknologi, rekayasa, sosial, studi bisnis dan teknologi informasi.■■ editor : Juli BR/Top News NTT

Sumber :SP Bagian Humas Kota Kupang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *