Ketua LPM dan RT/RW se-Kota Kupang Ikut Bimtek

KUPANG, TOP NEWS NTT ■■ Pemerintah Kota Kupang, melalui Bagian Tata Pemerintahan Sekretariat Daerah Kota Kupang menyelenggarakan bimbingan teknis bagi Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat, Rukun Warga dan Rukun Tetangga Kelurahan se-Kota Kupang di Aula Hotel Cahaya Bapa, Selasa (10/9). Wali kota Kupang, Dr. Jefirstson R. Riwu Kore, MM, MH hadir dan memberi sambutan dalam kegiatan tersebut. Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Asisten Pemerintahan Sekda Kota Kupang, Drs. Yoseph Rera Beka dan Kepala Bagian Pemerintahan Setda Kota Kupang Ir. Yohana Koeain, M.Si.

Dalam sambutannya, wali kota Kupang mengingatkan kembali agar setiap Ketua RT bersama Ketua RW dan LPM Kelurahan masing-masing turut mensukseskan semua program pemerintah yang menyentuh kebutuhan masyarakat, termasuk dalam pembagian beras sejahtera (Rastra). Beliau berharap agar semua ketua LPM dan RT/RW se-kota Kupang untuk berlaku Netral atau tidak pandang bulu saat pendataan masyarakat di wilayah masing-masing yang akan menerima Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) dan Bantuan Sosial Beras Sejahtera (Rastra).

“Saya harap agar ketua LPM dan RT/RW membantu mencatat atau memberikan masukan nama-nama orang/keluarga yang berhak mendapatkan bantuan, jangan ada diskriminasi dan nama-namanya agar diserahkan ke Lurah masing-masing untuk kemudian direkap melalui Dinas Sosial,” ujar Walikota saat memberi sambutan membuka kegiatan Bimtek. Bahkan wali kota  menegaskan bahwa akan memberhentikan Lurah yang kedapatan dengan sengaja menghilangkan atau menghapus nama keluarga yang berhak mendapat bantuan (BPNT/Rastra). Walikota mengatakan hal tersebut terpaksa diungkapkan disetiap kesempatan guna menjamin program pemerintah melalui BPNT dan Rastra dapat berhasil dan benar-benar tepat sasaran. “untuk itu saya minta maaf, saya terpaksa tegas kepada para Lurah, saya selalu katakan akan memberhentikan oknum Lurah apabila kedapatan dengan sengaja menghilangkan atau menghapus nama orang/keluarga yang mendapat Rastra. Saya berharap agar di tahun depan semua masyarakat yang tergolong tidak mampu yang belum mendapatkan Rastra, dapat mendapatkan bantuan. Jika perlu Pemerintah Kota Kupang akan anggarkan apabila kemampuan pusat terbatas”.

Wali kota Kupang mengatakan bahwa sejauh ini sudah ada 26.000 rumah tangga penerima manfaat (RPM) yang terdata di Dinas Sosial Kota Kupang, untuk mendapatkan BPNT/Rastra data penerima harus masuk dalam Basis Data Terpadu. Jika belum ada, para Lurah harus segera mengusulkan nama-nama tersebut ke Dinas Sosial Kota Kupang. “ini terus menerus saya tegaskan kepada para camat dan lurah” ujarnya.

Dr. Jefri Riwu Kore juga menyinggung penerangan jalan di wilayah Kota Kupang yang menurutnya akan rampung terlaksana tahun ini. “Saya optimis masalah lampu jalan akan selesai semua pada waktunya. Saya terus memantau pelaksanaannya melalui para Lurah, setiap saat saya meminta data dari tiap Lurah dan meminta laporan dari mereka by phone dan whatsapp group. Lampu disini ada dua macam yaitu lampu PLN dan lampu solar cell. Lampu PLN sebanyak 4.500 lampu sedangkan solar cell sebanyak 500 lampu,” ungkapnya.

“jadi, jika masih ada tempat yang masih gelap, itu karena keterlambatan data permintaan yang disampaikan lurah. Jadi jika belum terpasang tahun ini maka akan masuk daftar tunggu untuk dipasang pada bulan Januari 2020,” sambungnya.

Selain itu, Wali kota Kupang juga menyinggung air bersih, menurutnya Pemerintah Kota Kupang sedang memaksimalkan Kali Dendeng di Kelurahan Manutapen sebagai sumber air bersih melalui Instalasi Pengolahan Air (IPA) yang diharapkan akan menghasilkan 100 liter per detik air.

Sementara untuk taman kota, menurut Dr. Jefri Riwu Kore, ada enam taman yang sedang dalam pengerjaan yaitu Tagepe (Taman Generasi Penerus) yang terletak di Jl. Sam Ratulangi, taman Ina Bo’i di depan Hotel Ina Bo’i, Taman Sonbai di Jl. Urip Sumoharjo, Taman Adipura di pertigaan traffic light Oesapa di Jl. Timor Raya, dan taman di Patung Kasih di perempatan Undana Jl. Frans Seda, Jl. Herman Johannes dan Jl. Adisucipto. Jefry mengaku, untuk penataan Kota Kupang, diperlukan partisipasi dari semua pihak termasuk didalamnya komponen masyarakat. “Kemarin, pengecatan trotoar kita libatkan ASN dan aparat serta masyarakat di kelurahan,” jelasnya.

Wali kota Kupang juga menambahkan bahwa tahun depan akan mengajak seluruh elemen untuk memulai menanam pohon dan air, “agar wajah kota ini menjadi hijau dan ini juga bermanfaat untuk masyarakat hingga generasi mendatang karena menanam pohon juga merupakan upaya menanam air, oleh karena itu, Pemerintah Kota Kupang berencana akan membentuk UPTD,” tukasnya mengakhiri sambutan.■■editor : Juli BR

Sumber : SP Bagian Humas Kota Kupang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *