Pertumbuhan Ekonomi NTT Semakin Membaik

NTT, TOP NEWS NTT ■■ Wakil Gubernur (Wagub) NTT, Drs. Josef A. Nae Soi, MM menyatakan pertumbuhan ekonomi NTT  mengalami peningkatan  selama beberapa bulan terakhir.  Pemerintah Provinsi NTT  terus berupaya keras mengajak para investor untuk menanamkan modalnya di NTT.

“Puji Tuhan, atas kerja keras semua elemen masyarakat dan pemerintah kabupaten/kota, pertumbuhan ekonomi NTT semakin membaik dan terus mengalami trend positif. Sembilan bulan lalu, pertumbuhannya masih berkisar 5,18 persen. Namun per hari ini, pertumbuhan ekonomi kita sudah mencapai 6,36 persen. Tentu ini suatu prestasi yang menggembirakan, namun tak boleh membuat kita cepat berpuas diri,” jelas Josef Nae Soi saat memberikan sambutan sekaligus membuka acara Rapat Koordinasi (Rakor) Pimpinan Daerah Terkait Peningkatan Kualitas Penyelenggaraan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) Prima di Hotel Sahid T-More, Kupang, Selasa (27/8).

Kegiatan yang diprakarsai Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PM-PTSP) NTT ini dihadiri Direktur Dekonsentrasi Tugas Pembantuan Kementerian Dalam Negeri, Sugiarto, Kepala Bidang Perluasan dan Promosi Kementerian Koordinator Perekonomian, Ani Suryati Ningsih, Bupati Kupang, Wakil Bupati Manggarai Barat, Wakil Bupati TTS, Sekretaris Daerah Ngada, pejabat yang mewakili Bupati/Walikota se-NTT, para pimpinan DPRD Kabupaten/Kota se-NTT, para Kepala PM-PTSP Kabupaten/Kota se-NTT. Rakor tersebut berlangsung dari tanggal 27 sampai dengan 29 Agustus 2019.

Menurut Josef, kecenderungan stunting dan gizi buruk juga menurun dalam beberapa bulan terakhir dengan berbagai upaya dan terobosan yang dilakukan pemerintah provinsi dan kabupaten/kota. Namun Wagub mengingatkan bahwa, pertumbuhan ekonomi ini masih belum  optimal untuk menurunkan angka kemiskinan NTT.  Angka kemiskinan NTT masih terbilang cukup tinggi. Karenanya, pemerintah Provinsi NTT terus bekerja keras dengan segala daya dan upaya dalam menurunkan angka kemiskinan ini. Salah satunya dengan menciptkan iklim investasi yang kondusif agar para investor mau menanamkan modalnya di NTT.

“Presiden Jokowi dalam berbagai kesempatan  menekankan  pentingnya investasi bagi kemajuan negara dan daerah. Dinas PM-PTSP  ibaratnya seperti ginjal dalam organ tubuh. Punya peranan penting dalam pengembangan investasi daerah. Aturan yang kita punya sudah sangat lengkap, tinggal yang diperhatikan adalah komitmen dan  konsistensi dalam penerapannya,” kata Wagub Nae Soi.

Lebih lanjut, politisi partai Golkar tersebut berharap agar dalam Rakor tersebut  sungguh dilakukan upaya sinergitas, sinkronisasi dan kolaborasi. Tidak hanya sekadar koordinasi, tapi kolaborasi. Kolaborasi berarti saling menghidupkan dan ada keterikatan yang sangat kuat antara Pusat, Provinsi dan daerah.  Sehingga saat melakukan kegiatan perizinan  harus cepat, teliti, ramah  dan memiliki etos kerja melayani.

“Memberi izin, cobaannya sangat banyak. Amplop –amplop akan bergelimpangan. Tapi sekali anda tegas, sekali anda mengatakan tidak, anda sungguh hebat dan luar biasa . Pakailah prinsip _fortiter in re, suaviter in modo_ atau tegas dalam  prinsip, ramah pada cara. Senyumlah dalam memberikan pelayanan,” pinta pria asal Ngada tersebut.

PTSP apalagi ditambah kata prima,lanjut Josef,  punya makna sempurna. Kategori  Pratama dan Madya bukan berarti ada perbedaan pelayanan. Pelayanan harus prima apapun kategorinya. Yang membedakan hanyalah peralatan, tapi pelayanan tetap cepat, tepat dan mudah. Apalagi dengan sistem pelayanan online sekarang ini, harus semakin mempercepat proses perizinan.

“Kita di NTT  melayani investor harus lebih cepat lagi. Bahkan kita harus merangsang agar investasi bisa mengalir ke NTT. Kita sekarang diberi tanggung jawab oleh Presiden untuk memberikan kontribusi kepada nasional melalui emas putih atau garam bagi kebutuhan dalam negeri. Sekarang kita impor garam sekitar 3,7juta  metrik ton per tahun, saya minta daerah-daerah yang punya potensi garam dapat melayani investor secara cepat,tepat, terukur, dan tertib administrasi,” kata Josef Nae Soi.

Terkait dengan pengembangan  perizinan pariwisata, Wagub secara khusus meminta perhatian agar pelayanannya semakin dipermudah. Dikatakannya, dengan penetapan Labuan Bajo sebagai  ikon pengembangan destinasi pariwisata super prioritas, petugas perizinan satu pintu harus persiapkan diri, agar saat investor datang, mereka bisa klik darimana saja,  persyaratan sudah ada secara online. Mereka bisa penuhi persyaratan bahkan mereka bisa cetak izin sendiri.

“Saya minta para pejabat dan petugas penanaman modal dan perizinan dapat meningkatkan kemampuan dalam hal teknologi informasi. Tingkatkan kemampuan teknik, manajerial maupun dalam hal melayani masyarakat dan investor,” pungkat Josef Nae Soi.

Sementara itu, Kepala Dinas  PM-PTSP NTT, Marsianus Jawa saat menyampaikan laporan panitia menjelaskan, tujuan kegiatan ini adalah memberikan gambaran yang jelas akan pemahaman  tugas dan fungsi pelayanan PTSP serta meningkatkan kualitas pelayanan perizinan.

“Juga diharapkan melalui kegiatan ini, akan dihasilkan rumusan langkah strategis terhadap percepatan pelyanan menjadi pelayanan prima. Kami mengaharapkan adanya dukungan komitmen dari pimpinan daerah dan DPRD Kabuapaten/Kota  bagi pelaksanaan tugas PTSP,” jelas Marsianus.

Dalam kesempatan itu juga diberikan Piagam Penghargaan lima  PTSP terbaik dalam pelayanan yakni PTSP Kabupaten Belu,Manggarai Barat, Timor Tengah Utara, Ende dan  Kota Kupang.■■Editor : Juli br/Top News NTT

Sumber :  SP Biro Humas dan Protokol NTT

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *