Peduli Bahasa Indonesia, Kantor Bahasa NTT Selenggarakan Penyuluhan Penggunaan Bahasa

NTT, TOP NEWS NTT ■■ Kementerian Pendidikan Dan Kebudayaan dan Kantor Bahasa NTT, tunjukkan perhatian terhadap penggunaan bahasa Indonesia di ruang publik bagi Badan publik di Kota Kupang. Perhatian itu ditunjukkan lewat pelaksanaan  Penyuluhan Penggunaan Bahasa Bagi Publik di Kota Kupang. Penyuluhan ini ditujukan bagi pejabat OPD, para tenaga pendidik dan jurnalis se-kota Kupang yang pembukaannya dilaksanakan pada Senin, 12 Agustus 2019. Kegiatan ini akan berlangsung hingga tanggal 15 Agustus 2019 di Hotel Neo by Aston, Kupang, NTT.

Kepala kantor bahasa NTT Valentina Lovinatha Tanate,S.Pd menjelaskan bagi para pejabat OPD, Para Kepala Sekolah dan media massa/media daring, terkait penggunaan bahasa Indonesia yang benar dalam tugas-tugas dan lingkup ruamg publik baik secara  lisan maupun  tertulis, formal dan non formal baik di lingkup pemerintahan, lingkungan pendidikan, lingkup media masa dan kehidupan sehari-hari. Penggunaan bahasa Indonesia di lingkup pemerintahaan  sebagai bahasa komunikasi dalam pelayanan publik, didunia pendidikan sebagai bahasa pengantar dalam lingkup pendidikan dan didunia media masa sebagai bentuk penyampaian informasi dimedia masa akan melembagakannya penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar.

“Jika sebagai jurnalis terbiasa menulis berita dengan menggunakan bahasa Indonesia yang benar, maka masyarakat akan diajar dan didorong ikut menggunakan bahasa Indonesia  yang benar juga. Demikian juga di dunia pendidikan jika selalu menggunakan bahasa Indonesia yang benar, maka siswa akan terbiasa menggunakan bahasa Indonesia yang benar. Kegiatan ini melibatkan pimpinan OPD, tenaga pendidik, jurnalis dan siswa SMP dan SMA tentang penggunaan Bahasa Indonesia yang benar agar terjadi keseragaman dalam penggunaan bahasa Indonesia.” Ujar Kepala Kantor Bahasa NTT menjelaskan.

Ia juga memperkenalkan 7 orang penyuluh dari Kantor Bahasa Pusat, Kementerian Pusat Bahasa dan Kantor Bahasa NTT akan melakukan penyuluhan selama 4 hari ini (12-15/8/2019).

Kegiatan ini dibuka oleh Sekretaris Badan Pengembangan Bahasa dan Perbukuan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan M.Abdul Khak yang sekaligus sebagai pemateri  dengan  materi “Literasi Bahasa Di Ruang Publik.” Yang menjelaskan tentang pentingnya penggunaan bahasa Indonesia sebagai bahasa pengantar dalam seluruh kegiatan literasi kita baik secara lisan dan tulisan, formal dan non formal. Disamping tetap memelihara bahasa daerah sebagai ciri kebhinekaan kita sebagai bangsa Indonesia yang beraneka ragam.

Abdul Khak mengingatkan bahwa dalam UUD 1945, dan dalam Sumpah Pemuda diatur tentang keharusan menggunakan dna menjunjung tinggi bahasa Indonesia sebagai Bahasa Persatuan dan Bahasan Persatuan atau Bahasa Pemersatu. Yang dikukuhkan dalam UUD 1945 pasal 36 sebagai Bahasa Negara. Jadi Status Bahasa Indonesia adalah sebagai Bahasa Nasional dna Bahasa Negara. Bahasa Indonesia adalah ciri khas bangsa Indonesia, jiwa dan. Slogan kantor bahasa adalah utamakan bahasa Indonesia, lestarikan  bahasa daerah, dan kuasai bahasa asing harus menjadi slogan dan motto setiap anak bangsa ini.

Seringkali kita temui dalam penggunaa bahasa Indonesia tidak menjunjung tinggi uu no 24 tentang penggunaan bahasa Indonesia yang benar di ruang publik. Dalam dunia usaha tanpa sengaja penempatan bahasa asing melebihi bahasa Indonesia, dalam pengumuman, nama badan usaha dan sebagainya di ruang publik.

Dalam praktek penulisan berita juga seringkali didapati penulisan kata bentukan yang rancu dan susukan kosa kata yang tidak tepat sehingga memberikan makna yang berbeda dari maksud sebenarnya.

Abdul memberi saran bahwa dalam penulisan berita boleh saja menggunakan bahasa Indonesia yang ingin memberikan kesan khusus dan menangkap peluang bisnis dan pembaca, namun harus dengan menggunakan tata bahasa Indonesia sesuai kaidah yang benar.

Kantor Bahasa NTT akan lakukan MoU dengan setiap pemda untuk melaksanakan UU terkait penggunaan bahasa Indonesia yang benar, dan permendagri nomor 24/2017 tentang pengutamaan penggunaan  Bahasa Indonesia sebagai bahasa Negara, untuk melindungi penggunaan Bahasa Indonesia sebagai bahasa negara diatas bahasa asing. Sehingga marwah Bahasa Indonesia tetap terjaga dengan baik dan benar bagi generasi masa depan bangsa Indonesia.

Selain penyuluhan dan pembinaan, Kantor Bahasa juga sudah lakukan MoU dengan beberapa pemda di seluruh Indonesia agar di ruang publik, penggunaan bahasa Indonesia harus diutamakan dari pada bahasa asing. Sehingga bisa menjadi contoh bagi generasi muda untuk mengutamakan dan  menghargai bahasa Indonesia sebagai bahasa Negara.

Kegiatan penyuluhan selanjutnya dibagi dalam 3 kelas yaitu pejabat OPD, Para Kepala Sekolah dan Jurnalis ■■juli br

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *