Ini Saran Anita Gah Untuk Bangun Pariwisata Kota Kupang

NTT, TOP NEWS NTT ■■ Dalam sesi kedua Sosialisasi Pengembangan Pemasaran Pariwisata Kota Kupang, Anita Jacoba Gah dalam pemaparannya melihat bahwa pariwisata NTT sebenarnya sangat menjanjikan dan adalah sebuah  proyek raksasa yang sudah disentuh tapi belum maksimal. Demikian juga pariwisata Kota Kupang, sangat luar biasa kaya dan seperti proyek besar. Sehingga pemerintah harus pro-aktif menggali semua potensi yang ada di Kupang.
“Pariwisata NTT sangat eksotis dan menjanjikan. Pariwisata adalah sebuah proyek raksasa. Dan harus diurusi dengan serius. Demikian juga Kota Kupang. Potensi pariwisata Kota Kupang adalah Pantai,lalu atraksi budaya, situs sejarah, seni dan olah raga jika serius di urus dan dikembangkan dalam paket promosi wisata yang menarik, maka akan meningkatkan kunjungan wisataan ke NTT. Wisatawan akan lama tinggal di Kota Kupang, karena tawaran paket wisata, habiskan uang mereka, dan lanjutkan ke daerah lain. Seharusnya sebagai ibukota provinsi NTT, Kota Kupang harus memberi pesona lebih kuat sebagai Icon Pariwisata NTT, dan yang mampu mnarik wisatawan ke kabupaten lain di NTT. Seperti istilah pak asdep Tazbir : “mengeruk isi dompet wisatawan dengan terhormat dan sopan.” Pemkot harus mampu menerjahkannya seperti apa. Dengan pengembangan destinasi dan potensi pariwisata, dan mengemasnya dengan promosi yang menarik. Pemerintah pusat lewat kementerian pariwisata akan siap mendukung. Saya sebagai wakil rakyat untuk NTT akan sangat mendukung dengan memperjuangkan anggaran bagi pengembangan sektor pariwisata di NTT. Ayo Pemda bangkit dan bangun pariwisata NTT.” Tandas Anita menyarankan.

Sebagai wakil rakyat di pusat Anita janji akan sangat mendukung pembangunan pariwisata NTT, terutama Kota Kupang dengan anggaran dan aturan. Namun semua tergantung dari pemda NTT, Pemkot Kupang bagaimana menangkap peluang dan mau menggerakkan semua elemen pemerintahan memiliki komitmen dan kreatifitas dalam pembangunan pariwisata NTT.

“Langkah strategis yang harus dilakukan oleh pemda dari tingkat provinsi NTT sampai kota kabupaten adalah : Pertama adalah peningkatan SDM Birokrasi, ASN, stake holder pelaku pariwisata. Mutasi kadang menjadi kendala karena ASN yang punya kemampuan malah dimutasi ke tempat lain sehingga datang ASN baru dan  harus belajar lagi. Belum mempraktekkan kemampuan mereka sudah dipindahkan. Sehingga datang orang baru dan belajar lagi. Jika saya jadi kepala daerah, jika ada ASN yang mampu melakukan kinerja yang baik dalam pengembangan pariwisata harus di beri insentif yang lebih tinggi lagi. Agar pemerintahan daerah bersama stake holder pelaku usaha pariwisata bisa melakukan tugasnya lebih baik.
Kedua adalah kreatifitas dalam menggali dan mengelola potensi pariwisata kota Kupang yang sudah ada.
Ketiga adalah promosi, keempat adalah jalin kemitraan dengan stake holder.

“Kami dari dewan pusat akan memperjuangkan semua rencana program promosi pariwisata NTT lewat event-event. Dan para pemusik dan penari tradisional harus didorong pelaku seni baru. Jangan itu terus orangnya. Pemimpin di daerah harus komitmen untuk memajukan pariwisata NTT berpikir keras dan bekerja kuat untuk memajukan pariwisata NTT agar makin maju untuk membawa NTT maju, masyarakat sejahtera. Kita perlu merancang promosi pariwisata dengan sistem DOT  (Destination-Origin- Time), atau pemasaran obyek pariwisata yang jujur, terbuka dan original. Tentang destinasi yang original dan mengedepankan waktu yang sesuai untuk penawaran setiap destinasi pariwisata.
Anggaran di Pusat adalah promosi pariwisata baik didalam maupun luar negeri.” Ujar Anita.

Dinas Pariwisata Kota Kupang, dalam pemaparan Materi “Kebijakan pemkot dalam bidang pemasaran pariwisata 2019”  dibawakan oleh Maria Ladu Pilo kabid pemasaran Dispar Kota Kupang. Memaparkan 3 program strategis pemkot dalam pengembangan pariwisata Kota Kupang :
1. Pengembangan jaringan kerja sama promosi pariwisata dengan memfasilitasi pengentasan sanggar etnis Kota Kupang. (Festival Sanggar Budaya).
2. Pelaksanaan promosi pariwisata nusantara didalam dan luar negeri dengan memfasilitasi  sanggar etnis dalam.kegaitan apeksi regional dan nasional serta jambore pariwisata.
3. Peningkatan pemanfaatan teknologi informasi dalam pemasaran pariwisata melalui pengadaan website dinas pariwisata dalam link dengan instansi terkait.

Bapa Hengky menanggapi pemaparan Maria menyatakan bahwa semua langkah promosi pariwisata kota Kupang berjalan ditempat. Semuanya yang disebut itu bukanlah pelaku seni dan sanggar yang sebenarnya sudah mati. Dan yang ikut lomba-lomba adalah ASN semuanya. Beri peluang kepada kaum milenial yang adalah tiang negara. Jadi berilah kesempatan kepada pelaku seni orang muda.

Dan menanggapi kritikan, pendapat dan usulan peserta yang pada intinya inginkan pemkot lebih serius mengurusi pariwisata NTT, Kota Kupang, Anita dengan tegas menyatakan bahwa pengembangan pariwisata perlu komitmen, anggaran dan kreatifitas, kemasan yang menarik dan promosi yang masiv. Dan dirinya akan memperjuangkan dengan keras di Senayan agar anggaran bagi pariwisata NTT bisa disetujui. Dan akan mengawasi dengan ketat penggunaan angaran di daerah. “Karena komitmen semua elemen dari Senayan hingga daerah adalah kontribusi anggaran dari pusat ke daerah tepat sasaran dan masyarakat NTT sejahtera sejalan dengan program Utama Gubernur NTT yaitu Pariwisata menjadi leading sector perekonomian masyarakat NTT.” Tandasnya diakhir pemaparannya. ■■Juli br

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *