Pebruari 2019, Provinsi NTT Alami Deflasi 0,51% Dipicu Penurunan Terbesar Pada kelompok Transpor (1,2%)

NTT, Top News NTT,  IHK (indeks harga konsumen), merupakan salah satu indikator ekonomi yang sering digunakan unruk mengukur tingkat perubahan harga (inflasi/deflasi) ditingkat konsumen, khususnya di desa dan perkotaan. Perubahan IHK dari waktu ke waktu menunjukkan pergerakan harga dari paket komoditas yang dikonsumsi oleh rumah tangga. Di Indonesia, tingkat inflasi diukur dari presentase perubahan IHK dan diumumkan ke publik setiap awal bulan oleh BPS Provinsi dengan mengundang media dan sejumlah SKPD terkait.

“Untuk IHK Pebruari 2019 provinsi NTT, BPS merilis bahwa provinsi NTT  alami deflasi 0,51% dengan IHK sebesar 134,30.
Setelah pada Januari 2019 alami inflasi sebesar 0,23%. Atau terjadi kenaikan IHK dari 135,00 pada Januari 2019, turun menjadi 134,00 pada Pebruari 2019. (Inflasi Januari 2019 terjadi akibat terjadinya penurunan harga pada 4 dari 7 kelompok pengeluaran). Sedangkan secara nasional Indonesia alami Deflasi 0,80%.” Demikian penjelasan Kepala BPS Provinsi NTT Matitje Pattiwallapia kepada media pada Pers Confress 1-2-2019 di Confress Room BPS Provinsi NTT.

Sedangkan secara nasional, Badan Pusat Statistik (BPS) merilis indeks harga konsumen Februari 2019. Selama bulan tersebut, terjadi deflasi sebesar 0,08% (month to month).

Sementara secara tahunan atau year on year sebesar 2,57%% tingkat inflasi di Februari 2019.

Hal tersebut diungkapkan oleh Deputi Kepala BPS Yunita Rustanti di Gedung BPS dalam konferensi persnya, Jumat (01/03/2019).

“Dari deflasi 0,08%, kelompok bahan makanan menyumbang deflasi -1,11%. Komoditasnya daging ayam, cabe merah, telur ayam ras, cabe rawit, jeruk, wortel dan sebagainya” kata Yunita.

Deflasi 0,51% pada Pebruari 2019, searah dengan deflasi yang terjadi pada Pebruari 2018 yaitu sebesar 0,15%.

Deflasi 0,51% di NTT terjadi karena adanya penurunan indeks harga pada 4 kelompok pengeluaran. Dan penurunan terbesar datang dari kelompok transpor sebesar ( 1,2%) dan kelompok bahan makanan sebesar 1,08%. Sedangkan kelompok jasa keuangan alami kenaikan indeks harga sebesar 0,42% dan 0,11%.

Kelompok bahan makanan  alami penurunan sebesar -1,08% dengan  andil -0,26%. Makanan jadi, minuman dan rokok alami penurunan sebesar  -0,13% dengan andil sebesar  -0,02%.

Sedangkan secara kelompok,  penurunan terbesar dari kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan turun sebesar 1,52%.  Penurunan terbesar kedua adalah dari kelompok makanan, makanan jadi dan sandang sebesar 1,08%, 0,13% dan 0,07%. Sedangkan kelompok kesehatan dan perumahan  alami kenaikan indeks harga sebesar 0,42% dan 0,11%.

Kota Kupang sebagai kota sampel kenaikan IHK NTT, juga alami deflasi 0,66%.  Sedangkan Kota Maumere alami inflasi sebeaar 0,48%.

Dari ke 82 kota sample IHK Nasional, 13 kota alami inflasi dan 69 kota alami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Kota Tual sebesar 2,98%. Deflasi terbesar terjadi di Kota Merauke sebesar 2,11% dan terendah di Kota Serang sebesar 0,02%.

Menurut kelompok pengeluaran, pemberi andil terbesar dalam pembentukan deflasi di NTT bulan Februari 2019 adalah kelompok transpor dengan andil sebesar 0,28%. Diikuti oleh kelompok bahan makan sebesar 0,26%, sedangkan kelompok perumahan dan kesehatan memberikan andil negatif terhadap deflasi sebesar 0,03% dan 0,02%.

Di Kota Kupang, terjadi deflasi 0,66% dan terjadi penurunan IHK dari 136,34 pada Januari menjadi 135,44 pada Pebruari 2019. Penurunan terbesar terjadi pada kelompok bahan makanan dan  transpor dengan andik sebesar 0,37% dan 0,33%. Harga daging ayam ras, angkutan udara, cabai merah, cabai rawit, telur ayam ras, ikan tongkol, bunga pepaya, ikan kakap merah, kelapa sawit, dan labu siam adalah penyumbang terjadinya deflasi di Kota Kupang.

Empat kelompok pengeluaran dari 7 kelompok alami penurunan yang sebabkan deflasi di Provinsi NTT.

Sedangkan di Maumere, terjadi kestabilan harga Indeks Konsumen yaitu pada Pebruari 2019 alami inflasi sebesar 0,48% atau terjadi kenaikan IHK dari 126,21 pada Januari 2019 menjadi 126,81 pada Pebruari 2019.■■Juli BR

Sumber : BPS Provinsi NTT

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *