Walikota Kupang Luncurkan SDI Naikoten 1 Jadi Sekolah Ramah Anak Pertama di Kota Kupang

Kota, Topnewsntt.com., Sekolah Dasar Inpres Naikoten 1 Kupang diluncurkan Walikota Kupang DR.Jefry Riwu Kore sebagai Sekolah Ramah Anak pertama di Kota Kupang. Pencanangan SDI Naikoten 1 Kupang ini dilakukan karena Sekolah ini dinilai sudah memiliki dan melakukan semua hal yang menjadi persyaratan Dasar sebuah sekolah ramah anak. Seperti ketersediaan sarana prasarana pendukung ramah anak seperti halaman dan lapangan yang menjadi tempat bermain dan berolah raga, ruang kelas, tempat cuci tangan, MCK, dan lingkungah sekolah dengan program dan  aturan yang ramah anak, serta disiplin dan penyelesaian masalah internal dan eksternal yang mengutamakan aspek ramah anak.

Hal ini dikatakan  Kepala Sekolah  SD Inpres Naikoten 1  Martha Limba Mbau dalam laporan panitianya di hadapan walikota dan pimpinan satuan kerja pemkot Kupang, siswa dan orangtua siswa.
“Peluncuran sekolah ramah anak di SD I Naikoten 1 ini, adalah  yang pertama kali dilakukan di Kota Kupang. Sekolah ini terpilih oleh Dinas Pendidikan dan Olah Raga  pada  14 des 2018 lewat beberapa seleksi.  Unit-unit yang dinilai antara lain ; Pendidik dan tenaga pendidik karena dianggap bsa mengurangi wibawa guru dan kurang konsep guru dan orgtua dlm konsep sekolah ramah anak. Praktek sekolah ramah anak pada sd ini memberi efek lebih baik bagi siswa dan jadikan sekolah sebagai rumah mereka, prestasi mereka meningkat dan menciptakan suasana ramah anak  bagi siswa. Gerakan Ramah Anak diwujudkan dengan kebiasaan Sambut siswa di gerbang sekolah dan membiasakan setiap warga sekolah untuk lakukan gerakan 3 S ( salam sapa senyum ) bagi semua warga sekolah dan semua orang yang datang ke lingkungan sekolah. Menciptakan  suasana ramah anak  dalam pentaan lingkungan sekolah baik dari halaman sampai kelas, dan MCK dan tempat cuci yang layak sesuai karakter siswa.  Teladan memungut sampah bagi guru, MCK dan tempat  cuci tangan yang disesuaikan dengan kondisi anak, pemasangan CCT disemua lingkungan sekolah, ketersediaan air, pemeliharaan kebersihan dan uks, serta aturan dan mewujudkan  lingkungan yang  bebas asap rokok, kantor yang ramah anak dan  sehat, pemeriksaan kebersihan siswa oleh dokter cilik sekolah dan lapangan sebagai arena bermain dan menyediakan bengkel kerja dan lopo restorasi bagi pendisiplinan anak dengan sistem ramah anak. Dengannya semua ini, pihak sekolah  berharap agar sekolah  ini bisa jadi sekolah ramah anak dan nyaman bagi siswa untuk bersekolah seperti di rumah sendiri dan bisa memotivasi sekolah lain dalam menciptakan lingkunhan sekolah yang ramah anak.” Jelasnya dalam laporan panitia pelaksana.

Sebelum peluncuran yang ditandai pelepasan sepasang burung perkutut didahului dengan  penanda tangan prasasti dan penandatangan komitmen bersama  menciptakan lingkungan sekolah yang ramah anak, dan ditutup dengan  pelepasan dua ekor burung perkutut sebagai resminya pencanangan tersebut.

Dalam moment ini pihak sekolah memberi kesempatan testimoni dari pihak  siswi, dan siswa kelas  6 Sri Bintang Fauziah terpilih memberi testimoni terkait kondisi sekolah sebelum dan sesudah program ramah anak ini berjalan. Sri memberi kesaksian tentang kondisi sekolah sebelum dan  setelah menjadi sekolah ramah anak. Bahwa halaman olah raga yang sebelumnya  berlubang, setelah diperbaiki menjadi tempat  bermain yang nyaman  bagi mereka. Suasana ramah anak juga terbukti lewat bentuk pembinaan dan disiplin tanpa kekerasan dalam hal  siswa tidak kerjakan PR, siswa tidak akan dimarahi, tapi guru mengarahkan siswa untuk kerjakan PR di bengkel kerja dengan bimbingan guru kelas. Kekerasan tidak akan terjadi dilingkungan sekolah karena ada cctv yang dimonitor dan  diawasi  langsung oleh  kepala sekolah.  Sekolah juga haruskan semua siswa  membawa bekal setiap hari  Senin, Rabu dan Jumat dan diteliti oleh dokter cilik sekolah.

Sedangkan Walikota Jefry Riwu Kore dalam sambutannya sekaligus dengan resmi mencanangkan SD I Naikoten 1 sebagai sekolah ramah anak, mengapresiasi
bahwa kegiatan yang dinilai  sangat bagus.  Karena dengan penerapan sistem Sekolah Ramah Anak, yang bisa  menggali  talenta yang luar biasa dari anak.
Walau diakui ada sisi positif dan negatif. “Positifnyanya yaitu siswa dan guru dapat menjalin hubungan dalam komunikasi yang baik. Tapi sisi negatifnya siswa bisa saja tidak menghormati gurunya. Sehingga saya berharap agar sekolah bisa tegakkan disipilin. Saya satu-satunya orang yang perjuangkan uu perlindungan guru yang hingga saat ini  masih saja mandek di DPR RI. Saua berharap agar ada aturan dan batas toleransi  bagi disiplin anak dengan pola ramah anak. Dan semoga bisa diterapkan disekolah lain.” Ujarnya berpesan.

Kepada Dinas Pendidikan Kota Kupang Wlalikota memerintahkan  upayakan agar  semua sekolah bisa menjadi Sekolah Ramah Anak.
“Kadis saya sudah minta agar upayakan semua sekolah harus terapkan sistem Sekolah Ramah Anak.  Ramah anak harus juga dalam maslah kesehatan. Dan kami sudah instruksikan dari lama agar setiap sekokah ada tempat cuci anak.” Ujarnya mengingatkan kadispendik kota.

Walikota minta agar Dinas Pendidikan siapkan anggaran  pengadaan banyak fadilitas lagi untuk menunjang program sekolah ramah anak.

Usai acara ini dilanjutkan peninjauan 7 sekolah dasar lain di wilayah kota Kupang yang sudah menerapkan sistem Lingkungan Sekolah Yang Ramah  Anak. ***)))juli br

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *