Wakil Walikota Kupang : “2019 Hilangkan 7 Titik Rawan Korupsi Lewat Aplikasi Versi 4.3”

 

Kota, Topnewsntt.com., Demikian antara lain harapan Wakil Walikota Kupang, dr.Herman Man wakili pemkot Kupang pada sambutan membuka kegiatan Bimtek Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah e-SIRUP, Aplikasi SPSE Versi 4.3 Dan Pedoman Perencanaan Pengadaan bagi pejabat PA, PPK, Admin dan Pejabat Pengadaan Barang dan Jasa lingkup Pemkot Kupang pada Rabu, 7-9/11 di Hotel Sylvia. 

Herman berharap dengan penerapan Aplikasi SPSE Versi 4.3 pada 2019 bagi semua transaksi pengadaan barang dan jasa di lingkup pemkot Kupang, maka akan dapat memberantas tujuh (7) titik rawan KKN di lingkup Pemkot Kupang.
Karena selama ini ketujuh titik rawan itulah yang menjadi faktor penyebab terjadinya korupsi di lingkup pemerintahan Kota Kupang.

“Kelemahan dari hampir semua proyek yang bisa timbulkan korupsi adalah perencanaan dasar yang amburabudul, perjalanan dinas yang sering terjadi manipulasi tiket. Padahal di BPK sudah ada link kerjasama dengan maskapai penerbanagan sehingga setiap perjalanan dinas diawasi. Hal berikut adalah pengadaan barang dan jasa dan hibah bansos yang prosedur penyaluran tidak benar. Korupsi juga terjadi pada mutasi dan perijinan. Inilah tujuh titik rawan korupsi, sehingga pemkot Kupang satu persatu mulai ubah aplikasi pada proses pelelangan barang dan jasa.” Tandas Herman diawal sambutannya dihadapan pada peserta bimtek.

Wakil walikota juga mengingatkan bahwa ada perbedaan antara aplikasi versi sebelumnya dengan aplikasi SPSE Versi 4.3 yang baru dalam proses pengadaan barang dan jasa. Yang menjamin tidak akan terjadi lagi rekasaya.
” Kita akan pake e-tendering dan e-contrak serta e-bugdeting. Aplikasi yang baru lebih efisien dan ekonomis.” Ujarnya mengingatkan.

Sedang tujuan yang hendak dicapai dan harus diperoleh peserta dari bimtek hari ini ada 3 hal antara lain yang harus diperoleh dan diterapkan yaitu pertama :  knowledge (pengetahuan) terutama tentang perpres dan aturan yang terbaru. “Karena tujuan aturan dari pusat adalah mencegah dan mengurangi terjadinya tindak korupsi dalam proses pengadaan barang dan jasa. Sehingga tidak ada kesalahan. Hal kedua yang harus diperoleh adalah atitude atau perubahan perilaku. Dan ini sangat penting. Karena secara rohani jika pikiran, perkataan dan perbuatan yang kotor makan akan hasilkan dosa jika tidak dibimbing dan diubah. Atau terjadinya KKN. Merubah pikiran jadi baru dan jauh dari pikiran dan perilkau korupsi, maka dengan sendirinya akan hasilkan kerja yang bersih. Dan yang ketiga adalah practice skill dengan nara sumber yang mumpuni sehingga 3e- bisa tercapai dan berjalan bagus, sehingga kita akan lewati titik kritis korupsi. Saya berharap dengan sistem ini maka tender-tender di tahun 2019 akan berjalan bagus dan jauh dari KKN.” Ujarnya menjelaskan lebih lanjut.

Herman berharap dengan penerapan Aplikasi SPSE Versie 4.3 ini, maka penyerapan anggaran akan makin baik dan bersih dipemkot Kupang. Karena jika tidak maka itu akan berpengaruh terhadap besaran anggaran yang tidak akan terserap habis dan itu akan mengurangi dana pusat yang akan turun ke Kota Kupang. Di Kota Kupang sendiri, jelas Herman, penyerapan uang sangat tinggi lewat berbagai program kerja. Namun managemen proyek di kota Kupang buruk. Karena selalu lari dari jadwal akibat berbagai kendala, seperti administrasi yang selalu telat. Sehingga pengawasan dan evaluasi tidak on time. Saya harap dengan penerapan sistem pengadaan barang yang lebih baik maka semua berjalan efisien, efektif dan ekonomis. Mulai tahun depan pengadaan atk kita terpusat. Tender bisa satu pintu sehingga setiap dinas akan mengajukan permintaan barang di satu unit. Sehingga mudah diawasi belanja atk dan penggunaan anggarannya. Demikian juga perjalanan dinas akan diawasi ketat. Konsultasi tidak harus kluar daerah karena sudha jaman ITE dan ada aplikasi e-pengadaan barang. Manual ini yang buka peluang korupsi.” Tandas Herman terkait harapan penerapan aplikasi SPSE Versi 4.3.

Herman berharap jika penerapan Aplikasi SPSE Versi 4.3 ini berjalan dengan baik, maka pemkot Kupang bisa menuju “Kupang bersih.”
” Terutama bersih  dalam hal korupsi lewat aplikasi SPSae versi 4.3 dan pedoman perencanaan pengadaan barang dan jasa.” Demikian pesan wakil walikota membuka bimtek pengadaan barang/jasa pemerintah e-SIRUP, Aplikasi SPSE Versi 4.3 dan pedoman perencanaan pengadaan. Tanggal 6-9/11/2018 di hotel Silvya Kupang.

Ketua panitia Bimtek, Handly Hidayat, dalam laporannya terkait Bimtek Pengadaan Barang dan Jasa menjelaskan tentang tujuan pengadaan barang dan jasa lingkup pemkot adalah berlatar belakang perpres no: 16/ 2018 tentang pengadaan barang dan jasa pengganti perpres no: 54/2016. Sehigga pemkot Kupang lewat bagian pengadaan barang dan jasa laksanakan bimtek bagi pejabat pengadaan barang dan jasa ini. Sedangkan latar belakang pelaksanaan bimtek adalah perpres no:16 /2018. Peraturan AKPP sebagai pengadaan barang dan jasa yang memberi peran penting bagi PA, KPA sebagai pejabat pengadaan barang dan jasa dan admin.

Sedang tentang Aplikasi SPSE 34 dan  42 sudah tidak digunakan lagi pada tahun 2019 tapi akan gunakan versi 43.

Penggunaan Aplikasi SPSE 4.3 ini, jelas Hidayat, dengan tujuan agar tercipta efektifitas, efisiens, dan ekonomis dalam setiap proses pengadaan barang dan jasa

Kegiatan Bimtek ini dengan menggandeng dan bekerja sama dengan LKPPI, yang di tujukan bagi PA, KPA dan Pokja di setiap SKPD lingkup pemerintahan Kota Kupang. Agar pegadaan berlangsung efektif, kompetitif dan ekonomis. Tujuan akhirnya adalah agar tercitpa pemahaman dari pejabat pengadaan barang dan jasa lebih efektif, efisien, dan kompetetif serta hasilkan barang dan jasa yabg berkualitas dari jumlah, mutu barang dan penyedia. Tujuan lain dari bimtek ini juga adalah demi memperkuat kapasitas dan sdm pejabat pengadaan barang dan jasa, jelas Hidayat dalam laporannya.

Bimtek ininakan berlangsung selama tiga hari dari tanggal 7-9 Nopember 2018. Materi yang akan diberikan adalah pertama terkait pedoman pelaksanaan barang dan jasa, serta penerapan aplikasi SPSE 4.3. Sedangkan jumlah peserta adalah 158 orang yang adalah PA, KPA, Admin grup, PPK dan pejabat pengadaan barang lingkup pemkot Kupang. Pemateri berasal dari LKPP RI (Muh Yusuf Chandra). **juli br

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *