Kontingen NTT Raih 6 Emas dan 4 Perak, Pada Lomba Pesparani Katholik Perdana 2018 Di Ambon

NTT, Topnewsntt.com., Frans Salem Ketua LP3KN NTT dalam wawancara via wattsapp kepada Kupang Media usai menemani Kontingen Pesparani Katholik  NTT 2018  di  di Ambon yang berlangsung dari 26/10 – 1/11-2018 menyatakan terima kasih untuk doa masyarakat NTT bagi kontingen Pesparani  Nasional  Pertama  Ambon  Tahun  2018 sehingga berhasil mendapat 6 emas (PSGAR/ Alor, PSDW/Sikka, PSGD/Mabar, PSDC/Kota Kupang,  bertutur KS/Sumba Barat dan Mazmur Dewasa/Belu) dan 4 perak (PSDP/Lembata, PSA/Kota Kupang, Mazmur Anak dan Mazmur Remaja/Kabupaten  Flotim) dari 12 Kategori lomba.

Dari 6 emas tersebut, kontingen NTT memperoleh satu Champion (juara 1) untuk kategori Mazmur Dewasa (Shinta) asal Kab Belu. Hadir dalam lomba itu (tulis Frans Salem) antara lain Dirjen Bimas Katolik Drs.Eusebius Binsasi serta Ketum LP3KN Prof.DR.Adrianus Meliala dan ibu.

Terkait hasil lomba, Frans Salem yang adalah mantan sekda Provinsi NTT nyatakan rasa  syukur kepada Tuhan  karena atas perkenananNya,  sehingga Lomba  PESPARANI Nasional Perdana 2018  di Ambon bisa terwujud yakni dengan  dimulainya PESPARANI I 2018 di Ambon Maluku.

Frans Salem juga nyatakan terima kasih kepada  Gubernur  NTT (Viktor Laiskodat) dan  Wakil Gubernur NTT (Yosef A.Nae Soi) dan seluruh pihak terkait termasuk secara khusus Ketua DPRD Provinsi NTT (Anwar Pua Geno) yang merupakan  pimpinan Rombongan Provinsi  NTT telah menyertai kontingen dan berada ditengah-tengah  para peserta.

Frans melukiskan kondisi di Lomba di Ambon bahwa semua  Provinsi sebagai peserta lomba  datang dengan satu semangat yaitu untuk membangun Persaudaraan Sejati untuk berpesta dan bergembira, bukan sekedar mencari juara.

Frans mengapresiasi Tuan Rumah Lomba Pesparani 2018 yaitu Kota Ambon, yang dalam penilaian Frans sebagai ketua LP3KN  sangat luar biasa menyelenggarakan lomba Pesparani Perdana 2018,  karena  mereka benar-benar  siap menjadi tuan rumah. “dan krn itu kita Provinsi NTT harus banyak belajar dari pola penyelenggaraan pemerintah kota Ambon dalam Lomba Pesparani perdana 2018 ini. Sangat sukses dan kami puas.” Tulis Frans mengungkapkan apresiasinya.

Frans menjelaskan dalam pesan wattsapp  bahwa suasan Lomba yang berlangsung dalam nuansa persaudaraan yang terjadi membuat tidak   ada satupun kontingen yang lakukan  protes atas keputusan Dewan Juri. “Akibat suasana persaudaraan yang terjalin dalam lomba, maka tidak ada satupun kontingen yang lakukan protes atas hasil penjurian. Ini sangat luar biasa sekali dan patut dicontoh oleh semua provinsi sebagai peserta lomba. Luar biasa.” Tulisnya kagum atas situasi lomba yang terjadi di Ambon.

Frans juga ungkapkan rasa terima kasih  kepada seluruh masyarakat provinsi NTT yang telah mendoakan kontingen PESPARANI NTT 2018 sehingga semuanya sehat-sehat dan dapat tampil maksimal sehingga bisa meraih 6 Medali Emas dan 4 Medali Perak.
“Terima kasih kepada masyarakat NTT yang sudah mendukung kontingan NTT dengan doa sehingga bisa raih 6 medali emas dan 4 medali perak dari 12 kategori lomba.” Tulisnya berterima kasih.

Sedangkan kepada seluruh Anggota Kontingen Provinsi  NTT yang telah mempersembahkan penampilan terbaik dari yang dimiliki, Frans Salem juga nyatakan rasa terima kasihnya. Demikian juga kepasa  seluruh  Pelatih baik Tingkat Kab/Kota yang telah berjeri lelah memberikan segala kemampuan yang dimiliki untuk melatih semua peserta lomba sehingga mampu meraih kesuksesan bagi keharuman nama provinsi  NTT. “Kepada seluruh anggota yang sudah persembahkan yang terbaik sehingga 6 medali emas dan 4 medali perak bisa diraih dari 12 kategori lomba, dan kepada seluruh tim pelatih lomba, juga saya sebagai ketua LP3KN provinsi NTT ucapkan terima kasih banyak sehingga kontingen Pesparani NTT mampu raih juara dan harumkan nama NTT. Saya ucapkan proviciat dan saya bangga.” Tulisnya lanjut.

Komitmen pemprov NTT menanggapi kepercayaan dari Ketum LP3KN agar provinsi NTT menjadi  Tuan  Rumah  PESPARANI Nasional Kedua 2019, harus disambut baik dengan persiapan yang baik agar tidak saja sukses tetapi sangat SUKSES.
“Seperti pidato bapa Gubernur NTT Viktor Laiskodat bahwa jika dipercaya,  maka provinsi NTT akan menjadikan PASPARANI Kedua sebagai Yang  Terbaik  untyk 50 tahun kedepan.

“Kita akan lapor kepada  bapa Gubernur  dan YM Para Uskup segera setelah dapat keputusan bapa Menteri Agama RI bahwa Provinsi NTT dipercaya  sebagai tuan rumah.” Tulisnya berkomitmen.

Walau kontingen provinsi NTT belum menjadi juara umum, namun dengan perolehan medali sudah cukup membuktikan  bahwa provinsi NTT cukup punya kemampuan dalam lomba perdana ini. “Juara umum lomba pesparani perdana 2018 adalah Kontingen provinsi Kalimantan Timur, tulis Frans.**) juli br

2 tanggapan untuk “Kontingen NTT Raih 6 Emas dan 4 Perak, Pada Lomba Pesparani Katholik Perdana 2018 Di Ambon

  • November 5, 2018 pada 3:06 am
    Permalink

    Medali emas dan peraknya itu tak dijelaskan diraih oleh kategori mana ? Berita blum tuntas, nih …

    Balas
    • Desember 1, 2018 pada 8:16 am
      Permalink

      Ada tuh kategorinya.

      Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *