Gubernur Minta BPS Bersama Pemprov Bentuk Forum Data Dan Wali Data Di NTT

NTT, Topnewsnt.com., Demikian antara lain point penekanan Gubernur NTT Viktor B.Laiskodat dalam sambutannya yang dibacakan oleh Indra Ahmad Saori (Kasie Desiminasi dan Layanan Statistik) membuka kegiatan Ekspos Data Strategis Dan Workshop Wartawan dengan Thema : “Dengan Data Kita Wujudkan NTT Bangkit Menuju Sejahtera” yang diselenggarakan  oleh BPS Provinsi NTT yang diikuti oleh 150 peserta dari kalangan Pimpinan SKPD Pemprov NTT, Tokoh masyarakat, Agama dan Akademisi, BPS provinsi NTT, Kabupaten Kota dan Wartawan. Workshop ini dilaksanakan pada Selasa, 23/10 di Sotis Hotel.

Dalam sambutannya, Viktor B.Laiskodat nyatakan bahwa pemprov NTT bersama BPS, Bappeda dan Kominfo harus bentuk Forum Data dan Wali Data di NTT.  Karena dengan pembentukan  Forum Data dan Wali Data akan memudahkan penyedia informasi dan pengguna data dengan mudah mengakses data demi pelaksanaan tugas-tugas ke depan dan mengukir kinerja pembangunan daerah ini.

Karena itu Gubernur minta BPS, BAPPEDA dan Dinas Kominfo terus lakukan berbagai upaya di bidang input, olah dan sajikan data secara akurat sebagai fondasi kuat dalam proses penyusunan, perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi program pembangunan dan hasilnya.

Gubernur nyatakan betapa  pengtingnya akurasi data sebagai fondasi perencanaan dan evalusi program kerja  Pempron NTT sehingga  diatur dalam UU Nomor 25/2004 (tentang sistem Perencanaan Pembangunan Nasional, pasal 31 yang amanatkan bahwa Perencanaan Pembangunan didasarkan pada data dan informasi yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan. Juga dipertegaskan dalam UU No.23/2014 (tentang Pemerintahan Daerah, pasal.391 bahwa pemerintah daerah wajib sediakan data informasi pemerintah daerah terdiri atas infomasi pembangunan daerah dan informasi keuangan daerah. Karena pentingnya data dalam proses pembangunan sehingga pemprov NTT meletakkan data sebagai  fondasi yang kuat dalam proses perencanaan dan evaluasi. Gubernur minta kerja sama yang solid antara BPS dan Pemprov NTT (Bapedda), dalam membangun Forum Data, koordinasi statistik, pembinaan statistik dengan stakeholder terkait serta terjalinnya kerjasama antara BPS dengan Diskominfo dengan pembentukan Forum Data dan  Wali Data yang akan memudahkan penyedia dan pengguna data dengan mudah mengakses data demi pelaksanaan tugas-tugas ke depan dan mengukur kinerja pembangunan di NTT.

Namun, gubernur sayangkan bahwa penyediaan data yang akurat sampai level administrasi terkecil  masih kurang diperhatikan. Padahal pembangunan dari desa akan signifikan dalam mempengaruhi perekonomian suatu wilayah. Fakta bahwa hingga saat ini BPS adakan sensus sehatun sekali, karenanya data pada level desa sangat bergantung pada data registrasi tingkat desa/kelurahan. Artinya apabila daya yang dikumpulkan BPS dari aparat desa atau pada level OPD adalah “sampah”, maka output data tersebut juga “sampah” atau GIGO = Garbage In, Garbage Out.

Tingkat kepedulian masyarakat akan pentingnya data sebagai dasa pengambilan kebijakan juga masih sangat rendah. Peran serta masyarakat dan semua pihak diminta terhadap pengambilan data oleh Petugas Survei Lapangan agar kooperatif memberikan informasi. Padahal dengan menjawan pertanyaan dari petugas sensus maka akan menjadi sebuah kontribusi terkecil terhadap negara, karena akan hasilkan outpun data yang akurat dan pengambilan kebijakan pun akan tepat sasaran. Pembangunan memang mahal, tapi membangub tanpa.data yang akurat akan lebih mahal lagi. Demikian pernyataan gubernur NTT Viktor B.Laiskodat seperti dikutip Indra Akhmad Saori. Karenanya Gubernur ajak semua masyarakat ikut berkontribusi dalam memberikan informasi yang benar. Bagi jurnalis, gubernur berpesan dan mengajak agar proaktif dan.produktif dalam menyuarakan perkembangan pembangunan NTT dengan berlandaskan data akurat dan terkini yang disediakan oleh BPS.

Sedangkan kepala BPS Provinsi NTT Maritje Pattiwaellapia menjelaskan bahwa workshop ini diselenggarakan dalam rangka memperingati hari Arsip sedunia. Dan berharap agar semua unsur terkait di NTT bisa ikut menunjang semua tupoksi BPS dalam menyajikan data akurat.

Workshop diisi oleh  pemateri dari BPS Provinsi NTT:
1. Heri Drajat Raharja-Kasie Analisis Statistik Lintas Sektor (membawa materi ipm dan itk)
2. Alberth Christian Lukan-Kasie Statistik Ketahanan Sosial (membawa materi kemiskinan)
3. Abdul Azis-Kasie Statistik Niaga dan Jasa (membawa materi inflasi)
4. I Gede Made Suwartana-Kasie Statistik Pertanian (membawa materi pertanian)
5. Yezua Harnold Abel-fungsional statistisi (membawa materi pdrb).***()()juli br

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *