Wagub Lepas Pengungsi Luar Negeri Ke Tanjung Pinang*

NTT, Topnewsntt.com., Wakil Gubernur NTT, Drs.  Josef A. Nae Soi,MM melepas 27 pengungsi asal Afganistan dari Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) Kupang ke Tanjung Pinang, Batam, Kepualauan Riau di halaman Rudenim Kupang, Selasa (16/10). Wagub Nae Soi menyatakan, pemindahan ini merupakan kebijakan dari Kementerian Hukum dan HAM RI (KemenkumHAM).

“KemenkumHAM sudah menyiapkan satu tempat di sana untuk membina para pengungsi.  Semua pengungsi luar negeri dari seluruh Indonesia perlahan-lahan dipindahkan ke sana. Di sana ada tempat yang lebih representatif, ” kata Wagub Nae Soi dalam sambutannya.

Menurut Wagub, NTT sebagai bagian dari NKRI selalu mendukung tanggung jawab bangsa Indonesia pada dunia Internasional dalam hal penanganan pengungsi dari luar negeri. NTT terbuka untuk menerima siapa saja yang mau datang, sepanjang bisa melakukan interaksi dan interrelasi baik dengan masyarakat di sini.

“Kita pindahkan ke sana bukan untuk lepaskan tanggung jawab. Tinggal di sini juga,kita akan bina dan perhatikan. Kita punya kewajiban untuk bina dan atur para pengungsi luar negeri agar tidak terjadi gesekan sosial, “jelas Wagub dalam kesempatan tersebut.

Kepada para pengungsi yang akan dipindahkan,  Wagub berpesan untuk membawa hal-hal yang menyenangkan selama di NTT ke Tanjung Pinang dan meninggalkan pengalaman-pengalaman tidak menyenangkan.

“Kami berharap saudara-saudara pengungsi sekali waktu dapat berkumpul kembali dengan sanak keluarga di negara asal. Pasti ada kerinduan seperti itu. Kalau seandainya betah di Indonesia, mari kita bekerjasama sebelum mendapat suaka ke negara lain,” ajak Wagub Nae Soi.

Wagub juga mengapresiasi Rudenim Kupang yang telah menampung dan membina para pengungsi. Beliau juga mengajak International Organization Migration (IOM) untuk meningkatkan kerjasama dalam mendeteksi dan menangani masalah sosial dengan kehadiran pengungsi.
“Kepada pihak Rudenim,  saya minta untuk terus bekerja mengedepankan semangat Profesional, Akuntabel, Sinergi, Transparan dan Inovatif (PASTI),” jelas Yoseph.

Terkait rencana menjadikan Pulau Ndana di Kabupaten Rote Ndao sebagai tempat penampungan pengungsi luar negeri, Josef Nai Soi menjelaskan,hal itu sudah dikomunikasikan dengan Kepala IOM Indonesia, Mr. Mark Gatchel. IOM menyambut positif tawaran tersebut. Lembaga ini akan segera melihat dan meninjau pulau tersebut.

“Kita juga akan mengkomunikasikan rencana ini dengan Direktorat Jenderal (Dirjen) Imigrasi, “jelas Josef.

Protection Associate atau staf perlindungan United Nations High Commisioner for Refugees (UNHCR) Kupang, Hendrik Ch Therik menegaskan,  pemindahan pengungsi adalah keputusan Dirjen Imigrasi KemenkumHAM.

“UNHCR pada prinsipnya mendukung pemindahan ini. Karena tempat penampungan di Kupang sudah tidak mencukupi lagi. Selama ini ke-27 pengungsi ini ditampung di Rudenim Kupang yang seharusnya bukan menjadi tempat penampungan melainkan persinggahan pengungsi,”jelas Hendrik.

Sementara itu Asni Yulita,  Kepala Perwakilan IOM Kupang mengatakan, tempat penampungan pengungsi luar negeri di Kupang berdasarkan keputusan pemerintah daerah adalah Hotel Ina Boi,  Hotel Lavender dan Home Stay Kupang Inn.
“IOM menfasilitasi kebutuhan para pengungsi ini, ” jelas Asni.

Pada kesempatan tersbut Wagub menyerahkan secara simbolis kartu pengungsi kepada perwakilan pengungsi yang akan dipindahkan ke Tanjung Pinang, Batam. Rencananya ke-27 pengungsi akan diberangkatkan ke Batam pada Rabu (17/10).

Menurut catatan Divisi Imigrasi KEMENKUMHAM NTT, ada sekitar 317 pengungsi luar negeri di NTT.

Berdasarkan amanat Perpres Nomor 125 Tahun 2016 Tentang Penanganan Pengungsi Luar Negeri,  istilah pengungsi luar negeri menggantikan sebutan imigran gelap dan ilegal.

Tampak hadir pada kesempatan tersebut Kepala Divisi Imigrasi Kantor KemenkumHAM NTT, Erwin Wantania,  Kepala Rudenim Kupang,  Albert S. Fenat, Kepala Dinas Sosial NTT,  Wilem Foni,  Kepala Biro Humas NTT, Semuel Pakereng, pejabat Kantor KemenkunHAM NTT, ke-27 pengungsi,insan pers dan undangan lainnya. **)juli br

Sumber :  siaran pers Biro Humas

10 tanggapan untuk “Wagub Lepas Pengungsi Luar Negeri Ke Tanjung Pinang*

  • Desember 20, 2018 pada 11:17 am
    Permalink

    Someone essentially help to make seriously articles I would state. This is the very first time I frequented your web page and thus far? I surprised with the research you made to create this particular publish amazing. Magnificent job!

    Balas
    • Januari 6, 2019 pada 11:50 am
      Permalink

      Thx u sir!

      Balas
  • Maret 25, 2019 pada 3:09 pm
    Permalink

    Very energetic article, I loved that a lot.
    Will there be a part 2?

    Balas
    • April 18, 2019 pada 6:13 am
      Permalink

      This is a news from province governement. We have to interview for the action from this statemen to real

      Balas
  • Maret 26, 2019 pada 9:00 am
    Permalink

    This design is spectacular! You obviously know how to keep a reader amused.
    Between your wit and your videos, I was
    almost moved to start my own blog (well, almost…HaHa!) Wonderful job.
    I really loved what you had to say, and more than that,
    how you presented it. Too cool!

    Balas
    • April 18, 2019 pada 6:12 am
      Permalink

      Thx a lot..and stay juned

      Balas
  • Maret 28, 2019 pada 11:02 pm
    Permalink

    I have been browsing online more than 4 hours today, yet I never
    found any interesting article like yours.
    It’s pretty worth enough for me. In my opinion, if all website owners and bloggers made good content
    as you did, the internet will be a lot more useful than ever before.

    Balas
    • April 18, 2019 pada 6:11 am
      Permalink

      Thx a lot and stay juned

      Balas
  • April 15, 2019 pada 5:16 am
    Permalink

    If you would like to take a great deal from this post then you have to apply such
    strategies to your won weblog.

    Balas
  • April 16, 2019 pada 5:59 pm
    Permalink

    Thank you for the auspicious writeup. It in fact was a amusement account it.
    Look advanced to more added agreeable from you! By the way,
    how can we communicate?

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *