Walikota Kupang Dampingi Presiden IFAD Evaluasi Program CCPD Pada 11 Kelurahan Contoh Di Kota Kupang

Kota, Topnewsntt.com., Presiden The International Fund For Agricultural Development (IFAD) Mr.Gilbert Houngbo  tiba di Kupang, Rabu (10/10), setelah menempuh perjalanan dari Roma, Italy. Kunjungi presiden IFAD dan tim adalah dalam rangka evaluasi hasil penerapan beberapa  program CCPD yang di luncurkan oleh IFAD di 11 Kelurahan di Kota Kupang sejak 2014 lalu. Dan tahun 2018 adalah tahun akhir pelaksanaan program CCPD  ini. Program CCPD IFAD ini adalah berkat  bantuan dana dari Bank Dunia yang ditujukan bagi pembangunan di bidang bahari yaitu lewat berbagai bantuan pemberdayaan bagi nelayan pesisir, reklamasi wilayah pantai lewat penanaman kembali mangrove maupun pemberian dana bagi pembangunan infrastruktur bagi pengembangan usaha bagi nelayan pesisir dan pelatihan pengolahan hasil laut bagi nelayan sebagai pelaku ekonomi  kecil.

Presiden IFAD Mr. Gilbert Houngbo didampingi timnya yaitu delegasi Ms. Stefania Lenocci (President’ Senior Adviser),  Ms. Katie Taft  (Communication Office to Senior Management),  Mr. Ron Hartman (Country Director for South East Asia and Pacific Region) ,  Ms. Anissa Pratiwi (Country Programme Officer)  dan (Representatif Indonesia Roma)  Mr. Gustaf Daud Sirait. Turut hadir juga  tim dari Kementrian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia Jakarta. Mereka dijemput oleh Walikota Kupang DR. Jefirstson R. Riwu Kore. MM, MH, Wakil Walikota Kupang dr. Hermanus Man, didampingi Plt.Sekda Kota Kupang, Asisten Sekda Kota Kupang serta beberapa Kepala Dinas di Wilayah Kota Kupang.

Rombongan langsung menuju ke lokasi program CCPD di Taman Wisata Hutan Mangrove, Kel. Oesapa Barat sebagai kunjungan awal.

Dalam sambutannya didepan ratusan masyarakat pesisir yang hadir, Walikota Kupang DR. Jefirstson R. Riwu Kore. MM, MH menyatakan bahwa dari 500 ribu lebih masyarakat Kota Kupang, 25% adalah nelayan. Sehingga sebagai pemerintah sangat berterima kasih kepada IFAD yang membantu nelayan di 11 kelurahan pesisir di Kota Kupang lewat program CCPD.  Walikota beri apresiasi kepada IFAF bahwa setelah program CCPD masuk ke Kota Kupang, pendapatan para nelayan meningkat dan berharap program ini ada kelanjutannya.  “Kota Kupang berpenduduk sekitar 500.000 dengan sekitar 25% dari peduduk bekerja sebagai nelayan. Saya sangat berterima kasih untuk program CCPD  dari IFAD yang telah menolong masyarakat di Kota Kupang. Seperti yang kita ketahui pendapatan penduduk ikut naik oleh karena bantuan dari IFAD. Karena itu saya berterima kasih dan berharap agar ke depan bantuan dari IFAD terus berlanjut.”  Ujar Walikota berterima kasih.

Sedangkan  Presiden IFAD (Mr. Gilbert Houngbo) dalam sambutan singkatnya tunjukkan ekspresi senang  atas penyambutan yang hangat baik dari masyarakat pesisir maupun pemkot terhadap kedatangan tim IFAD. Gilbert ungkapkan  keinginannya untuk  belajar dari  kesuksesan masyarakat selama program CCDP berjalan.

Sekilas Gilbert ungkapkan pengalamannnya tentang program CCPD.
“Pertama kali saya mendengar program CCDP setelah mengikuti pertemuan di Stockholm, Swedia membahas bagaimana menaikkan produksi hasil laut dan nelayan,  sekaligus menjaga kelestarian lingkungan dan CCDP adalah salah satu yang dipresentasikan. Banyak sekali ilmu positif yang saya dengar dalam acara internasional itu.  Karena itu sangat penting kedatangan kami untuk mengetahui bagaimana progres ataupun masalah yang ada di masyarakat. Ini bukan cerita sukses dari IFAD, melainkan cerita sukses dari masyarakat. Sekalian menekankan dukungan Pemerintah Republik Indoneia agar cerita sukses tidak berhenti disini tapi akan meningkat di masa depan.” Tandas Gilbert bersemangat.

Pada kunjungan itu nampak hadir Kadis Perikanan Kota Kupang Orson Nawa, Lurah Oesapa, Camat Kelapa Lima dan jajarannya.

Dan pada Kamis, 11 Oktober 2018 presiden IFAD Gilbert Houngbo dan rombongan didampingi walikota Kupang dan jajaran pejabat di lingkup pemkot Kupang lanjutkan kunjungan ke kelurahan pesisir di Kecamatan Alak. Tepatnya di pusat kerajinan nelayan dan pasar ikan di  pantai kelurahan Nunbaun Delha jln. Tirosa.

Nampak hadir Camat Alak Ridon Bire dan staf, Lurah Nunbaun Delha dan staf, Kepala Dinas Perikanan Kota Kupang Orson Nawa. Dalam kunjungan singkat itu, presiden IFAD Gilbert Huangbo menyatakan bahwa ia tidak akan bicara banyak pada moment ini, justeru ia dan rombongan datang untuk kunjungan langsung ke lokasi pelaksanaan program CCPD dan mendengar langsung dari nelayan apa yang sudah dibuat dengan bantuan modal usaha dari IFAD. Bagaimana tingkat keberhasilan dan kendala dilapangan. Karena tahun 2018 adalah tahun terakhi peluncuran program ini dan saat ini adalah sebuah kegiatan evaluasi program CCPD. Gilbert apresiasi nelayan di kota Kupang yang dinilainya berhasil.

Pada kesempatan itu beberapa nelayan menceritakan langsung keberhasilan dan kendala yang mereka alami. Dan semuanya sangat berterima kasih atas bantuan IFAD lewat program CCPD karena mereka akui mereka bisa tingkatkan produksi usaha mereka. Namun mereka keluhkan masalah pemasaran. Karenanya meminta bantuan IFAD bagi akses pemasaran seperti apa. Dan berharap program CCPD tidak akan berhenti sampai rahun 2018 saja. Tapi moga tahun depan ada kelanjutannya. Presiden IFAD menilai cukup berhasil program  CCPD dan apresiasi para nelayan. Dan berjanji setelah kembali lagi akan meriview dan membawa laporan ini dan semoga ada kelanjutan program ini.

Walikota Kupang pun sama berharap agar program ini ada kelanjutannya dari IFAD di Kota Kupang.

Kadis Perikanan Kota Kupang Orson Nawa kepada media Top News NTT jelaskan bahwa ini program sharing anggaran antara Bank Dunia dan Pemkot Kupang untuk 11 kelurahan. Orson nilai cukup berhasil dan sudah berlangsung selama 4 tahun sejak 2014 dan tahun 2018 adalah tahun evaluasi tingkat keberhasilannya karena tahun terakhir.**))juli br

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *