Gubernur NTT Viktor B.Laiskodat Dimata Dra.Lidia Dunga Poety,MM

NTT, Topnewsntt.com., Kepemimpinan Viktor Bungtilu Laiskodat, sebagai Gubernur NTT  di mata Kabag Pelmas dan Hubungan Kelembagaan pada Biro Humas Setda Provinsi NTT  Dra.Lidia Dunga Poety,MM adalah sosok yang disiplin, sangat berkarakter, keras dan berkemauan keras namun terbungkus dalam hati yang lembut.

Diruang kerja, Bagian Pelayanan Masyarakat dan Hubungan Kelembagaan  Biro Humas Setda Provinsi NTT,  (Selasa, 9/10/2018),  kepada Topnewsntt,   perempuan matang asal Sumba ini melihat Viktor B.  Laiskodat adalah sosok pemimpin yang sangat pintar luar biasa, tajam menganalisa, dan  memiliki hati emas. Namun dalam pandangan Lidia,   karakter dan pandangan tajam dan keras itu tetap terbungkus hati emas dan itu adalah perpaduan luar biasa dari Tuhan untuk provinsi NTT. Dan aura kepemimpinan yang luar biasa ini, dalam pandangan Lidia sangat  cocok untuk mendorong ASN di NTT untuk  meningkatkan kinerja ASN demi hasilkan pelayanan masyarakat yang lebih berkualitas.

“Menurut saya, orang NTT atau ASN di NTT memang cocok dan  harus dimotivasi dengan gaya kepemimpinan seperti itu. Beliau secara materi lebih dari cukup  dan tidak butuh duit lagi.  Tapi memang tujuan  beliau  datang benar-benar untuk membangun NTT. Tidak ada motivasi lain sejauh pengamatan  saya. Gubernur dan wakil gubernur adalah pasangan luar biasa yang Tuhan anugerahkan bagi NTT.” Ujar Lidia bangga.

Secara keseluruhan Viktor Laiskodat menurut Lidia adalah seorang pemimpin yang suka bekerja. Dan konsisten dalam mewujudkan program kerja. Dan perempuan paruh baya ini sangat  mengapresiasi segala gebrakan yang sudah direncanakannya untuk dilaksanakan oleh pasangan gubernur NTT ini. Lidia yakin sekali jika seluruh program kerjanya bisa diwujudkan dalam masa lima tahun kepemimpinannya.

Lidia ungkapkan bahwa walau dalam tutur kata selalu bicara dengan keras dan tajam namun terbungkus dalam hati yang lembut.
“Dan itu nyata dalam dua kali beliau memimpin upacara, setiap himbauan dan seruannya dalam pengertian saya  benar-benar mengandung suatu motivasi dan seruan yang bertujuan membangun mental ASN untuk  siap bekerja dengan konsisten. Karena dalam menjalankan semua program dalam ranah kepemimpinan yang baik antara beliau dan ASN  dalam sebuah  gerbong kepemimpinan, maka kita semua ASN  harus sejalan.  Saya melihat semua motivasi itu baik. Gubernur menurut saya, selalu berbicara dari aspek moral dan perilaku dan itu dilakukannya dalam rangka menggiring semua ASN menuju pelaksanaan visi misi beliau yaitu visi “NTT Bangkit Menuju Masyarakat Sejahtera” dan melaksanakan 5 Misi yaitu “pertama Pendekatan Pembangunan Yang Bersifat Inklusif dan Berkelanjutan, Kedua Pengembangan Pariwisata, ketiga  Ketersediaan SDM, keempat  Pembangunan Infrastruktur dan kelima adalah Reformasi Birokrasi.” Tandas Perempuan energik ini bangga.

Lidia berpendapat bahwa untuk menjalankan kelima Misi tersebut, yang menjadi fondasi utama dan  yang harus diperkuat adalah Reformasi Birokrasi. Karena hal itu sangat penting sekali bagi penguatan struktur dan menjaring ASN yang berkualitas dan penataan birokrasi dan revolusi mental.
” Jika mau masuk dalam irama kerjanya gubernur, sebagai ASN kita diajak untuk lari, dia tidak ingin ajak kita berjalan santai jika ingin membangun NTT dari segala aspek. Jika ingin membenahi banyak hal yang masih berantakan di NTT. Sekarang yang harus dilakukan oleh semua ASN adalah bagaimana menerjemahkan semua gerak langkah beliau sesuai dengan Tupoksi ASN masing.” Imbuhnya lagi.

Ia berpendapat jika ingin terwujud  penataan birokrasi dalam rangka pengembangan reformasi birokrasi, maka harus  dilihat kembali penempatan pejabat dan staf harus  sesuai dengan  kompetensi ASN tersebut, agar semua ASN bisa menjalankan pekerjaan dengan total dalam bidang yang sesuai dengan latar belakang pendidikan. “Sempat beliau menyatakan sebagai sebuah arahan yang memotivasi, jika ada ASN yang tidak mau menjalankan pekerjaan di bidangnya maka silahkan mundur atau berhenti dari pekerjaannya sebagai ASN. Tapi mari kita terjemahkan sebagai bentuk motivasi untuk seluruh ASN mau melaksanakan tugas tanpa mengeluh.” Ujar Lidia berpendapat.

Reformasi birokrasi menjadi penting setelah struktur birokrasi di susun dan ditata dengan menempatkan SDM sesuai basic pendidikan, maka ASN tersebut bisa bergerak sesuai tupoksi masing-masing. Agar masing-masing ASN mampu melaksanakan tugasnya sesuai dengan basic pendidikan dan tupoksi masing-masing, lanjutnya lebih jauh.

Diakhir wawancara kami, Lidia dengan samgat mengajak  semua ASN  dapat menerjemahkan karakter keras dalam seruan dan himbauan Viktor Laiskodat dalam kapasita sebagai Gubernur NTT sebagai sebuah motivasi baik demi peningkatan kualitas kerja dalam mempersembahkan pelayanan publik yang makin berkualitas bagi masyarakat.

Terkait  berbagai gebrakan pelaksanaan program kerja Gubernur NTT Viktor B.Laiskodat,  seperti moratorium pengiriman TKI dan panggil pulang seluruh TKI dari luar negeri dan moratorium tambang,  dimata Dra.Lidia Dunga Poety,MM  adalah sebuah mimpi yang sudah sepantasnya dipikirkan oleh seorang Kepala Daerah, Bapaknya Provinsi NTT. Karena dalam pandangan Lidia, Laiskodat adalah seorang gubernur dengan mimpi yang sangat mulia bagi TK. Dan pemikiran mulia ini sudah pasti hasil pengamatan dari kondisi riil dan  berbagai kasus yang menimpa para TKI asal NTT yang legal dan ilegal dalam kurun waktu lama. Gubernur tentu sudah melihat bagaimana para TKI asal NTT diperlakukan sangat tidak manusiawi dari berbagai aspek sehingga NTT menjadi provinsi yang selalu menerima jenazah para korban human traficking dari negara majikan mereka. Dan sebagai putera daerah ia tahu jika potensi didaerah bisa menolong para TKI asal NTT untuk membuka usaha dan menjadi owner dari usaha sendiri. Dimata Lidia sebagai figur  yang sudah melanglangbuana  ke berbagai tempat bukan saja keluar daerah NTT, bahkan ke luar negeri, keputusan besar seorang  Viktor.B.Laiskodat melakukan moratorium pengiriman TKI ke luar negeri adalah keputusan tepat karena berangkat dari fakta dan data human traficking. Gubernur, jamin Lidia, tahu persis bahwa NTT kaya akan sda, dan sdm para TKI  NTT cukup untuk mendorong mereka membangun usaha di NTT dan dengan dukungan pemerintah sesuai tupoksinya.

” Saya sangat apresiasi ketajaman berpikir dan perhatian gubernur sebagai anak daerah. Luar biasa dan ini bisa datang hanya dari seorang kepala daerah yang memiliki hati kasih dan punya kepedulian tinggi terhadap anak daerah. Dan yang punya pandangan dan wawasan berpikir global dan secara nasional, bahwa NTT itu terdiri dari 22 Kabupaten Kota.  Tanpa berpikir tentang asal usulnya sendiri sebagai focus point. Dan inilah seorang pemimpin yang nasionalis karena mampu merangkul dan melihat NTT sebagai sebuah kesatuan bukan terkotak-kotak pada suku dan agama tertentu.” Tandas Lidia bangga.

Lidia yang sudah 20-an tahun mengabdi sebagai ASN di lingkup pemerintahan Setda Provinsi NTT ini sekali lagi menunjukkan sikap apresiatif terhadap sikap kepemimpinan dan program kerja serta visi misi pasangan gubernur dan wakil gubernur periode 2018-2023 ini sebagai pasangan lengkap seperti anak dan bapak. Gubernur  yang smart dan berkarakter kuat dan wakil yang tidak kalah pintar, mengerti birokrasi, dewasa, bijak dan kebapaan.

Terkait moratorium tambang, Lodia nyatakan sudah tepat karena pengalaman selama ini daerah tidak peroleh keuntungan apa-apa dari tambang. Dan bahwa jika gubernur hendaki moratorium tentu sudah melalui pengkajian yang dalam dan dengan dasar pertimbangan bahwa banyak kandungan bahan tambang sebagai kekayaan alam NTT harus dilindungi agar bisa diberdayakan dengan lebih bijak demi pemerataan pembagunan, peningkatan kesejahteraan masyarakat NTT dan lebih melibatkan pengusaha lokal NTT sendiri sehingga tidak perlu lagi TKI asal NTT harus keluar negeri. Dan ini adalah sesuatu yang sangat positif tandas Lidia mantap menutup wawancara kami.  **ll juli br

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *