Walikota Kupang Akui Penataan Koridor 5 Tanpa Perencanaan, Sebabkan Usulan Rp.8 M Ditolak Banggar!

Kota, Topnewsntt.com., Demikian diakui walikota Kupang DR.Jefritson Riwu Kore terkait ditolaknya pengajuan anggaran tahap kedua penataan Koridor 5  ( Bundaran Tirosa sampai SMPN 5 Kupang) oleh Badan Anggaran DPRD Kota Kupang. Pengakuan itu dinyatakan Walikota  dalam wawancara singkat usai pembukaan Bimtek Pengisian Data Kelurahan pada  Aplikasi Prodeskel pada Rabu, 26/9 di Hotel Maya.

“Benar bahwa penolakan Banggar DPRD Kota Kupang terhadap usulan Pemkot dalam Sidang Paripurna KUA dan PPAS Anggaran Perubahan 2018 Pemkot akibat tidak adanya perencanaan dasar penataan Koridor 5 (Bundaran Tirosa sampai ke SMPN 5 Kupang).” Jelasnya singkat.

Dijelaskan Walikota bahwa  Sidang pembahasan KUA & PPAS Anggaran Perubahan 2018 Pemkot Kupang yang sedianya  berakhir Minggu, 22/9 namun tertunda akibat adanya skorsing dan baru  berakhir pada Selasa, 25/9/2018. Sidang  yang  berlangsung alot ini ditutup dengan hasil persetujuan APBD Perubahan 2018, dengan   dua usulan Pemkot yang tidak disetujui Badan anggaran. Alasan skorsing sendiri menurut Walikota akibat belum adanya pejabat definitif Sekda Kota Kupang. Dan sidang baru bisa dilanjutkan setelah dirinya melantik Plt.Sekda Thom Gah.

Kepada Topnewsntt.com, Walikota Kupang DR.Jefritson  jelaskan bahwa ada dua usulan dalam sidang paripurna pembahasan KUA Dan PPAS Anggaran Perubahan 2018 yang tidak diakomodir Banggar. Yakni usulan penambahan dana Rp. 70 M bagi pengadaan 7.000 titik  Lampu Jalan  LED (ditunda ), sedangkan usulan penambahan dana tahap kedua Rp.8 M bagi penataan Koridor 5 Bundaran Tirosa sampai ke SMPN 5 Kupang (termasuk pengadaan 10.000 pohon) ditolak oleh Badan Anggaran sambil menunggu rekomendasi dari Gubernur NTT.

Penolakan usulan anggaran Rp.8 M bagi penataan Koridor 5, dijelaskan Walikota bahwa memang  ditolak oleh DPRD Kota Kupang akibat tidak adanya perencanaan dasar. Karenanya Banggar menunggu laporan perencanaan dasar  dan rekomendasi dari Gubernur NTT. Dengan jujur walikota akui kesalahan ada pada pihak tim anggaran Eksekutif pemkot  Kupang. Karena belum adanya perencanaan dasar bagi pembangunan Koridor 5 yang dimulai dari Bundaran Tirosa menuju SMPN 5 Kupang itu.
Namun walikota ungkapkan jika disetujui saja pun usulan Rp.8 M tersebut ditambah anggaran awal Rp.7,9 M (Rp.15.7 M), maka jumlah  masih juga kurang untuk selesaikan  penataan koridor 5. ” Jika disetujui pun usulan itu, masih kurang. Karena jika mengikuti perencanaan asli maka anggaran seharusnya Rp.25,5 M. Tapi mengingat APBD Kota Kupang tidak mencukupi maka dipress menjadi Rp.16,7 yang dibagi dalam dua tahap usulan. ” jelasnya.

Namun walikota akui kadis PU Kota Kupang Benny Sain tidak mengerti konsep perencanaan dasar dan pembagian dua kali usulan itu. Sehingga tidak menyusun perencanaan dasarnya. Padahal waktu ditanyakan oleh DPRD Benny nyatakan sudah siap.  Namun walikota berjanji jika penataan itu akan tetap di selesaikan sampai akhir sambil menunggu rekomendasi Gubernur NTT.

Sedang usulan Rp.70 M yang masih ditunda,  walikota  jelaskan disebabkan  Banggar masih  menunggu penjelasan dari tim anggaran eksekutif Kota Kupang terkait rincian penggunaan Rp.70 M itu. “Karena itu masih dalam Sidang KUA dan PPAS Umum sehingga  kami masih diberikan kesempatan memberikan penjelasan terkait rincian untuk apa usulan dana sebesar itu.  Jika kami jelaskan maka saya yakin Banggar akan setujui kareba itu sudah sesuai dengan kebutuhan kota ini menuju smart city. Rinciannya dari Rp.7.000 titik lampu jalan dengan dana Rp.70 M adalah untuk  24   adalah untuk  PLN, 1.000  Titik lampu lengkap  dengan tiang, 4.650 bola lampu, lampu hias dan 3 unit mobil pemasangan lampu. Dan pembelian semua lampu dan lain2 lewat e-catalog. Sehingga tidak ada intervensi pemkot.  Dan seharusnya Dewan setujui jika jelas perincian. Karena itu kami akan berikan data dan perincian jelas untuk apa saja dana Rp.70 M itu.” Ujarnya menjelaskan.

Namun Walikota ungkapkan bahwa dirinya sudah berusaha juga memperoleh  sumbangan lampu LED   sumbangan 205 mata lampu solar cell atas permintaan pribadi dari anggota DPR RI Fraksi Gerindra Farry Francis.
“Sumbangan ini bisa menambah kebutuhan akan lampu jalan di Kota Kupang  ditambah  usulan 7000 lampu jalan jika disetujui oleh Banggar. Dan permintaan 7.000 titik mata lampu ini sudah sesuai kebutuhan penerangan Kota berdasarkan usulan masyarakat sendiri. Dan itu sudah sesuai kebutuhan penataan penerangan jalan Kota Kupang,”  jelas Jefry.

Walikota sesalkan juga bahwa DPRD juga menolak usulan pengadaan 10. 000 pohon untuk menghijaukan kembali luasan wilayah koridor 5 yang akan tata. 10.000 pohon itu yaitu pohon trambesi, ketapang kencana, sepe dan kelor. Kelor sangat  sulit dicari yang pohon besar untuk dicabut,  sehingga difokuskan pada pohon trambesi, Ketaoang Kencana  dan sepe. Namun usulan 10.000 pohon, jelas  Walikota,  tidak disetujui oleh DPRD. Namun walikoya janjikan  pemkot akan tetapkan kerjakan  penataannya sambil tunggu rekomendasi dari gubernur. **)) juli br

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *