Komitmen Bangun Pariwisata Kabupaten Kupang, Anita Gelar Bimtek Pemasaran Pariwisata di Jemaat Sion Camplong

NTT, Topnewsntt.com., Anita Jacoba Gah,SE sebagai anggota DPR RI Fraksi Partai Demokrat Komisi 10 yang membidangi Pendidikan dan Pariwisata makin konsern mendukung pembangunan bidang pariwisata di NTT. Bertempat di Jemaat GMIT Sion Camplong, (Kamis, 20/9/2018) dengan menggandeng Kementerian Pariwisata RI, Dinas Pariwisata Kabupaten Kupang, kembali menggelar Bimtek Pemasaran Pariwisata bagi pelaku pariwisata dan  tokoh masyarakat  di kabupaten Kupang. Dalam kegiatan dimana dirinya adalah sebagai pemateri terkait pemasaran pariwisata, juga Charles Amekan  dan I Gusty Ngurah Ardana sebagai COE mewakili Kementerian Pariwisata RI.

Membuka kegiatan ini, Charles Amekan (Kadis Pariwisata Kabupaten Kupang),  menjelaskan bahwa dirinya sangat  berterima kasih kepada Anita Jacoba Gah,SE sebagai wakil rakyat di Senayan yang sudah berjuang bagi perkembangan pariwisata Kabupaten Kupang dalam perencanaan, penganggaran dan pelaksanaan pembangunan pariwisata. Bahwa pariwisata  kabupaten Kupang sangat besar potensinya. Namun diakui bahwa selama ini pemerintah dan masyarakat kabupaten Kupang belum sadar bahwa pariwisata bisa menjadi salah satu sumber peningkatan dan pendapatan ekonomi dan menjadi leading sektor. Semogan dengan pemerintahan provinsi NTT dan pemkab yang baru sektor pariwisata bisa meningkat dan menjadi leading secktor ekonomi masyarakat. Namun diakui bahwa anggaran dan sdm sangat kurang. Namun diharapkan lewat bimtek ini maka masyarakat kab kupang bisa menjadi pelaku usaha dan ekonomi pariwisata.

” 2017 kemarin pemerintah Kabupaten Kupang  lewat Dispar Kabupaten Kupang memperoleh anggaran bagi pembangunan pariwisata di kabupaten  Kupang namun karena ada sedikit kendala, sehingga baru pada 2018 kami  dapatkan DAK. Dan berharap pada 2018 ini pariwisata Kabupaten Kupang akan  lebih bisa berkembang. Kita harus bisa meniru Provinsi Bali dimana pelaku pengelola pariwisata adalah masyarakat. Pemerintah hanya menyiapkan perda dan aturan hukum yang memberikan keleluasaan bagi nasyarakat mengelola pariwisata.” Ujar Amekan.

Namun ia mengeluhkan bahwa banyak destinasi di Amarasi, Tesbatan dan Nefoboko ada dalam wilayah kehutanan dan menjadi kendala bagi pemkab untuk dikelola. Sehingga ia berharap baik Anita Gah sebagai anggota Anggota DPR RI komisi 10 dan juga COE Kementrian Pariwisata Gusti Ngurah Ardana bisa membawa kendala ini ke pusat dan berbicara dengan Kementerian Kehutanan RI agar ada solusi bagi pemkab dalam mengelola obyek pariwisata dalam kawasan Hutan Lindung dan Hutan Rakyat.

Dan ia berharap ada lagi kegiatan lain yang dapat menunjang peningkatan pembangunan pariwisata kabupaten Kupang dalam mewujudkan NTT sebagai Gerbang Destinasi wisata dunia dan wonderful Indonesia.

Dalam pemaparannya Anita menjelaskan bahwa pariwisata sebagai pemasok devisa no 3 bagi Indonesia. Karena itu betapa pentingnya pembangunan dan pengembangan pariwisata. Sejak 2016 hingga sekarang ada belasan juta wisatawan yang datang ke Indonesia. Dan obyek pariwisata NTT, amat besar namun belum secara sadar dikembangkan dan dibangun oleh pemerintah provinsi.

Kabupaten Kupang adalah kabupaten terdekat dengan kota Kupang sehingga harus lebih dikembangkan dan dijual untuk memberikan peningkatan PAD bagi Kabupaten Kupang.

“Yang saya lihat dan amati adalah banyak obyek wisata di kabupaten Kupang yang sangat menarik namun belum dikenal karena belum dikelola. Karena itu saya undang pelaku pariwisata dan tokoh agama dan masyarakat bisa memberikan ide saran dan informari terkait kendala sehingga belum di bangun oleh pemkab da pemprov. Sebagai wakil anda di senayan saya bisa ketok dan kawal.anggaram bagi pengembangan pariwisata Provinsi NTT dan Kabupaten Kota. Tahun 2018 adalah 36 milyar, 2017 adalah 30 milyar. Saya ingin agar anggaran itu bisa dipergunakan dengan pintar dan bijak mengembangkan pariwisata kabupaten Kupang. Dan apakah masyarakat ikut merasakan anggaran itu lewat pengembangan pariwisata di NTT? Potensi apa yang harus dikelola dan diangkat sehingga menjadi  Branding untuk wisatawan datang ke Kabupaten Kupang. Pak kadis sudah tahu tidak anggaran  bagi pembangunan pariwisata Kabupaten Kupang untuk tahun 2018 dan 2019? Harus tahu itu dan dengan bertanggung jawab mengembangkannya.  Bapa mama saya ingin anda berpikir apa yang bisa dibuat bagi pengembangan pariwisata di sini? Anda sebagai kepala dinas Pariwisata mari berpikir bijak dan cerdas apa yang akan dibuat dengan anggaran yang saya kawal dari Senayan. Saya lihat beluma ada perkembangan yang signifikan bagi pariwisata Kabupaten Kupang.” ujar Anita sarankan.

Anita keluhkan juga kolam Camplong yang sebenarnya adalah brand pariwisata kabupaten Kupang masih seperti itu saja
“Saya akan banyak tanya kepada pak kadis dan siap turun lapangan tinjau obyek wisata di sini. Untuk bedah kasus kenapa obyek wisata itu tidak berkembang. Dan saya akan bantu minta dan kawal anggaram untuk bangun  pariwisata NTT, Kabupaten Kupang asal  bisa dipertanggungjawabkan dengan pembangunan dan perkembangan pariwisara kabupaten Kupang.

Dalam sesi tanya jawab masyarakat banyak mengeluhkan bahwa pembangunan bidang pariwisata kabupaten Kupang karena pemerintah belum sadar bahwa sektor pariwisata adalah salah satu pemberi PAD yang dapat membangun ekonomi masyarakat kabupaten Kupang.

Dengan tegas Anita meminta pihak pemerintah kabupaten Kupang, terutama Dinas Pariwisata kabupaten Kupang dapat membuka pikiran dan wawasan serta dengan bijak menginput masukan, kritik, dan permintaan warga yang inginkan peningkatan bagi pembangunan dan pengelolaan sektor pariwisata sebagai leading secktor dalam mewujudkan NTT sebagai Pintu Gerbang Tujuan Wisata Dunia.

“Saya minta pak kadis buat dalam proposal apa yang dibutuhkan bagi kebutuhan pengelolaan dan pengembangan pariwisata kabupaten Kupang. Dan apa manfaatnya bagi masyarakat sekitar obyek pariwisata. Kepada kadis saya minta apa yang disampaikan oleh masyarakat hari ini harus jadi sebuah input sebagai aspirasi maayaralat yang peduli bagi pengembangan pariwisata kabupaten Kupang sehingga  harus di wujudkan.  Intinya saya siap membangun pariwisata Kabupaten Kupang dan saya kita bisa ketemu untuk bicara lebih serius rerkait 7 destinasi pariwisata ini.” Tandas Anita memberi harapan.

Dalam menjawab kritik saran dan keluhan masyarakat, Charles Amekan Kadis Pariwisata Kabupaten Kupang  menandaskan bahwa pengelolaan sektor pariwisata adalah banyak wilayah pariwisata ada dalam kawasan hutan lindung dan hutan rakyat. Tapi iya menegaskan bahwa semua kritik saran ini akan jadi bahan bakar untuknya ngotot kepada pemprov untuk bangun obyek kawasan pariwisata. Masalah tanah adalah kendala terbesar dalam pengelolaan obyek pariwisata. “Kalau mau kawasan obyek wisata dikelola maka kepada tuan tanah saya minta bebaskan tanah itu jika mau kami sebagai pemerintah kabupaten intervensi dan ibu Anita di Senayan dukung dengan penganggaran dari Kementerian Pariwisata RI. Sedangkan bagi obyek wisata di kawasan Hutan saya minta ibu Anita bantu ke Kementerian Kehutanan RI agar bisa di bebaskan.” Ujar kadis.

Anita janji akan perjuangkan tapi jangan jadikan itu sebagai alasan. Juga pemetaan wilayah mana yang masuk ke Kementerian Kehutanan dan mana yang masuk tanah ulayat. Anita minta ada surat aspirasi dari masyarakat bagi pembebasan kawasan hutan pertama ke Gubernur, sehingga bisa dilanjutkan ke DPR dan Ke Kementerian. Tapi untuk semua itu saya minta kadis bantu masyarakat untuk membuat surat aspirasi terbuka kepada pemerintah bupati, provinsi dan ke Kementerian pariwisata dan Kehutanan RI. Saya dukung pak kadis dengan kawal dan lobi anggaran. Kabupaten Kupang harus maju dan berubah lewat Sektor Pariwasata. Bapa mama minta dong karena kedaulatan ada di tangan rakyat. Dan kedaulatan rakyat diatas segala-galanya. Masyarakat harus bersatu dengan pemerintah. ” Tandas Anita bersemangat.

I Gusti Ngurah Ardana membawa materi terkait strategi pemasaran pariwisata.**))juli br

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *