Terkait Kasus Dana BOS Di SD Inpres Liliba, Robby Ndun Angkat Bicara

Kota, Topnewsntt.com., Kabid Dikdas Dinas Pendidikan Kota Kupang Robby.A.Ndun,S.Pd selaku Ketua Tim Manager Pengelolaan Dana BOS Kota Kupang angkat bicara kepada Media ini terkait kemelut kasus Dana BOS di SD Inpres Liliba yang sudah beredar di berbagai media online dengan berbagai versi. Terutama jugdement dini terhadap Kasek RM bahwa ada indikasi penyalahgunaan dana BOS. Bahkan hingga  wawancara ini berlangsung, demikian penjelasan Robby Ndun,  kasus tersebut sudah sampai pada tahap laporan  ke pihak kepolisian Polda NTT terhadap kasek SDI Liliba  (RM)  oleh bendahara Dana BOS SDI Liliba (RK).

Ditemui Topnewsntt di Ruang kerjanya pada Rabu, 5/9/2018 pukul 12.30 wita, Kabid Dikdas Robby A.Ndun menjelaskan bahwa sebenarnya masalah ini hanyalah miss komunikasi saja antara kasek RM dan bendahara Dana Bos yang bisa diselesaikan secara internal di tingkat sekolah. Alasannya karena kasek (RM) dan bendahara (RK) yang alami mis komunikasi ini adalah tim dalam managemen pengelolaan dana BOS sekolah. Sesuai dengan Juknis mereka punya tugas dalam pengelolaan Dana BOS dan penyelesaian masalah jika terjadi.
“Karena mereka ini adalah tim kerja dalam managemen Dana BOS sekolah. Dan seharusnya masalah yang terjadi bisa  diselesaikan mereka di tingkat managemen Dana  BOS. Karena sesuai juknis, mereka ini punya tugas dalam pengelolaan dana BOS.” Tandas Robby tenang.

Kasek SDI Liliba Rosina Menoh

Robby juga menegaskan  bahwa apa yang terjadi tidak seheboh pemberitaan di media online tersebut. Karena lagi, tandas Robby, statemen dimedia online itu ditulis  secara sepihak oleh media dari satu pihak saja  tanpa konfirmasi kepada RM selaku Kepala Sekolah.

Robby menjelaskan bahwa masalah sebenarnya yang terjadi di SD I Liliba adalah terkait RAPS sekolah yang sudah dibahas pada Nopember 2017 dan gunakan Juknis Dana BOS 2017.  “Kami  sebagai Manager Dana BOS Kota Kupang mewakili pemerintah Kota Kupang  dengan memanggil kedua belah pihak ke Dinas bahkan turun ke sekolah untuk mendengarkan keterangan apa yang sebenarnya terjadi, dan setelah tahu bahwa itu hanyalah kesalahpahaman dalam pengelolaan Dana BOS saya  kembalikan ke pihak sekolah untuk diselesaikan secara internal. Karena sebenarnya hasil pemeriksaan BPK 2017 tidak ada indikasi penyalahgunaan keungan Dana BOS di sekolah ini. Jadi pemberitaan di media bahwa ada dugaan penyalah gunaan dana BOS tidak benar. Yang ada hanya sedikit masalah administrasi akibat adanya revisi secara internal tanpa melalui rapat dalam beberapa item pada RAPS Dana BOS 2018. Dan setelah saya lakukan pemeriksaan iti bisa diselesaikan secara internal antar mereka sebagai tim kerja Managemen Pengelolaan Dana BOS sekolah tanpa perlu bicara ke media. Karena memang belum terjadi komunikasi sama sekali antara bendahara dan kasek. Tapi sudah duluan ke media bahkan ke kantor polisi. Ini tidak benar mekanismenya.” Tandas Robby menjelaskan. Ia sangat menyesalkan terjadi kondisi ini. Karena menurutnya dalam juknis sangat jelas tertera jika terjadi masalah internal dalam tim kerja maka harus diselesaikan secara internal disekolah  dulu, jika tidak bisa maka baru ke atasan langsung ada kabid PTK dan dirinya sebagai Kabid Dikdas.

Alasan Robby kembalikan penyelesaian masalah ke pihak sekolah karena menurutnya ini hanyalah salah paham saja tentang regulasi perubahan beberapa item pengeluaran pada RAPS dana BOS tahun 2018 oleh Kasek yang dianggap sepihak oleh bendahara dana BOS dan ada kecurigaan penyalahgunaan dana ini oleh Kasek. Karena adanya perubahan intenal yang dilakukan kasek tanpa melibatkan guru dan  pihak terkait di sekolah tersebut. Robby menyatakan bahwa dalam juknis Dana BOS memang diperkenankan Kasek melakukan perubahan dalam RAPS. Namun seharusnya adalah untuk tidak  menimbulkan  kecurigaan ke depan, alangkah lebih baik jika dibicarakan selbmuanya dengan semua komponen terkait.

Kasek SDI Liliba (RM ) yang saat wawancara berlangsung berada di ruang kerja Kabid Dikdas membenarkan bahwa memang ada kejadian tersebut di sekolah yang baru dipimpinnya selama setahun itu. Dengan lugas wanita lemah lembut ini mengisahkan bahwa ini hanyalah kesalahpahaman bendahara Dana BOS (RK)  semata terhadap dirinya.

RM membenarkan bahwa ihwal kesalahpahaman yang menimbulkan dugaan penyalah gunaan Dana BOS ini berawal pada awal 2018 silam dirinya melakukan perubahan pada beberapa item pengeluaran internal sekolah pada RAPS 2018. Seperti pada item pengeluaran biaya konsumsi dan kegiatan ekskul. Namun ada penambahan pada item lain. Namun rupanya, menurut RM bendahara atau ada pihak yang tidak setuju dan menduga ada penyelewengan keuangan dan oleh  bendahara memberikan informasi kepada media sehingga dipublikasi oleh salah satu media online Radarntt sebanyak 13 kali terkait dugaan tersebut. Tanpa konfirmasi kepada dirinya sebagai kepala sekolah.

RM sangat sesalkan kejadian ini, karena ia akui memang lakukan revisi pada RAPS Dana BOS 2018 namun tidak ada penggunaan secara pribadi olenya. Semua untuk kebutuhan sekolah. RM sesalkan juga tindakan bendahara RK yang melaporkan kejadian ini kepada pihak berwajib. Namun sebagai kepala sekolah RM akui sudah berulang kali berupaya menghubungi RK dan mengajaknya bicara sebagai atasan bawahan bahkan sebagai saudara terkait dugaan tersebut dan menyelesaikan laporan pertanggung jawaban penggunaan Dana BOS di sskolah ini. Namun disesalkan RM juga bahwa hingga hari ini bendahara belum bersedia menemuinya.

“Saya tahu ini hanya salah paham dan dugaan sepihak dari bendahara kepada saya, sehingga saya berupaya memanggilnya untuk sama-sama duduk bicara ada apa sebenarnya hingga dirinya menduga-duga hal seperti ini kepada saya. Saya ingin agar kita sama-sama menghitung semua pengeluaran dana BOS ini dan bisa melihat dimama letak kesalahan saya. Namun sampai hari ini bendahara selalu menghindar dengan berbagai alasan. Sampai laporkan saya ke polda NTT.” Tuturnya menyesalkan.

Namun RM tandaskan bahwa ia akan mengikuti saja proses hukum yang ada. **))juli br

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *