Ahokers NTT Gelar Deklarasi Dukung Jokowi -Ma’aruf Sebagai Presiden RI Periode Kedua

NTT, Topnewsntt.com., Koordinator Ahokers NTT Pdt.Ady Ndi’i kepada Topnews NTT menjelaskan latar belakang Ahokers NTT lakukan deklarasi Dukung Jokowi – Ma’aruf sebagai presiden RI periode 2019-2024 adalah karena ada gerakan dan opini yang terindikasi berpotensi mempengaruhi masyarakat Indonesia dan NTT khususnya agar jangan dukung Jokowi-Ma’aruf sebagai presiden RI dengan penyebaran issue bahwa karena fatwa Ma’aruflah yang memenjarakan Ahok. Atau issue yang ingin merampas dukungan terhadap Jokowi-Ma’aruf.

“Karena latar belakang itulah sehingga kami Ahokers lakukan deklarasi dukungan hari ini. Lewat kegiatan ini kami ingin menggugah dan menyuarakan masyarakat NTT agar jangan terprovokasi oleh opini yang dibuat oleh Gerakan-gerakan yang inginkan 2019 Ganti presiden, ganti sistem dan berbagai opini dalam gerakan dan deklarasi serupa.” Tandas Ady disela-sela berlangsungnya orasi.

Lebih lanjut pria yang adalah pendeta ini menjelaskan bahwa Deklarasi hari ini (Rabu, 5/9/2018) merupakan kegiatan kedua kali yang dilakukan Ahokers dalam rangka galang dukungan terhadap Jokowi, menentang ketidak adilan teehadap Ahok dan melawan segala issue dan berita hoax yang berusaha membuat presenden buruk terkait kinerja Jokowi sebagai presiden RI. Gerakan pertama pada tahun 2017 yang lalu berupa pembakaran 1000 lilin tanda dukacita terhadap matinya keadilan di Indonesia terkait vonis penjara terhadap Ahok.

Deklarasi kali ini dihadiri oleh perwakilan dari berbagai suku di NTT, antara lain Suku Amarasi, Soe, Helong, Sabu Raijua, Rote Ndao, Alor, Flores, Sumba dan Timor. Dengan berpakaian adat wakili etnis masing-masing suku di NTT peserta deklarasi ini memakai ikatan kepala bertuliskan “Ahokers NTT For Jokowi Presiden.” Utusan dari berbagai suku itu masing-masing akan menyampaikan orasi dukungan mereka. Dan pakaian adat ini melambangkan keadilan sosial bagi seluruh masyarakat Indonesia, khususnya masyarakat NTT lewat pembangunan yang merata dari desa ke kota. Sesuai jiwa Nawa Cita presiden Jokowi.
“Hari ini peserta deklarasi hadir dengan mengenakan pakaian adat daerah masing-masing di NTT. Dengan konsep ini maka kami ingin menyuarakan bahwa dalam pemerintahan Jokowi-Jusuf Kalla sudah terbukti Nilai ‘Keadilan Sosial Bagi Seluruh Masyarakat Indonesia,’ terutama masyarakat NTT lewat berbagai pembangunan infrastruktur dan penambahan anggaran bagi masyarakat miskin dengan kartu PIP, KIS, PKH dan berbagai program lainnya. Pembangunan dimulai dari desa ke kota. Dengan pakaian adat ini kami NTT sehati sesuara dukung Jokowi periode kedua.” Jelas Ady menandaskan.

Tujuannya utama dari deklarasi ini adalah agar dukungan terhadap Jokowi dari masyarakat NTT tidak beralih. Pendeta Ady memberikan alasan mengapa NTT harus memilih Jokowi adalah karena Jokowi adalah pemberian Tuhan untuk Indonesia, untuk NTT.

Ahoker sendiri, menurut Pdt.Ady adalah sebuah gerakan murni dari masyarakat NTT pecinta kebenaran, keadilan dan Cinta NKRI dan 4 Pilar Kebangsaan yang diketuai oleh dirinya sendiri yang terbentuk sejak munculnya kasus Ahok pada tahun 2017.

Upaya lain yang akan ada dilakukan Ahokers dalam menindak lanjuti deklarasi ini dalam mewujudkan dukungan terhadap Jokowi, adalah dengan membangun komunikasi dengan relawan Jokowi dan turun ke berbagai daerah di NTT untuk memberikan pemahaman bagi masyarakat terkait keberhasilan dari Jokowi sebagai presiden dan memberikan informasi selengkap-lengkapnya, sebanyak-banyaknya tentang kinerja dan prestasi Jokowi sebagai presiden demi melawan hoax yang ingin jatuhkan Pemerintahan dan pribadi Jokowi sebagai presiden, dan juga issue dan gerakan yang bertujuan menghancurkan keutuhan bangsa Indonesia yang beragam dalam banyak hal seperti issue, gerakan dan tagar 2019ganti presiden, ganti sistem. Yang bertujuan mengganti Pancasila sebagai dasar negara Indonesia. “Mengapa perlu dikakukan deklarasi dan upaya ini, karena Jokowi adalah pemberian Tuhan untuk Indonesia. Sehingga semua kita masyarakat NTT harus memberikan dukungan.” Tandas Ady bersemangat.

Peran masyarakat tidak boleh berhenti setelah pilpres, tapi harus terus berlanjut selama masa pemerintahan Jokowi berjalan. Alasannya adalah karena sejak Jokowi terpilih sebagai presiden pada periode ini, rongrongan terhadap kepemimpinannya sudah sangat kuat arusnya. Keinginan ganti presiden sudah ada sejak awal pilpres 2014. Dan peran masyarakat Ahokers adalah terus memberikan dukungan dengan memberikan informasi seluas-luasnya, selengkap-lengkapnya sehingga bisa melawan hoax dan masyarakat terdidik dalam pemilu sehat, jujur dan adil.

Dalam deklarasi ini akan ada pembacaan dukungan yang intinya menyatakan bahwa Indonesia ada dalam ancaman perpecahan yang besar karena adanya rongrongan terhadap keutuhan bangsa dan 4 pilar kebangsaan. Dan Jokowi adalah satu-satunya Presiden yang berani bubarkan HTI. Dan masyarakat NTT harus dukung beliau karena sudah terbukti kinerjanya.

“Yang diharapkan dsri deklarasi adalah bahwa semua Ahokers dari seluruh NTT harus setia kepada Jokowi. Jangan memakai standar perasaan dalam pemilihan pilpres dan dukungan terhadap Jokowi karena issue terhadap wakilnya Ma’aruf. Jangan mau diprovokasi oleh issue hoax dan penuh kebencian. Kenali siapa Jokowi, apa prestasi dan bagaimana prinsip serta gaya kepemimpinannya, sehingga pilihan anda tepat.” Tandasnya tegas.

Lewat deklarasi hari ini ada harapan yang ingin dinyatakan kepada pemerintah Indoensia, khususnya pemprov NTT, Kabupaten dan Kota yaitu adanya ketegasan dan konsistensi pemerintah terhadap berbagai kondisi yang ada indikasi dan berpotensi ganguu keutuhan bangsa Indonesia.

“Pemerintah sudah bubarkan HTI dan sebaiknya tidak boleh ada lagi gerakan2-gerakan atau apapun yang bisa buat perpecahan dan provokasi. Seperti contoh vidio pernyataan dari sdr.Ismael Yusanto Petinggi HTI yang nyatakan “2019 ganti presiden ganti sistem.” Pemerintah seharusnya tanggap dan bertindak tegas terhadap statemen dalam vidio tersebut. Jika ada di NTT HTI harus adil dan tegas dengan tangkap dan bubarkan. Penegakan hukum dan keadilan di Indonesia jangam gunakan perasaan.

Salah seorang peserta deklarasi, Pdt.Adonit Tnunai yang juga adalah perwakilan masyarakat Amarasi yang ikut dalam deklarasi ini menyatakan bahaa masyarakat kabupaten Amarasi sangat dukung Jokowi sebagai presiden untuk periode kedua. Alasannya yaitu karena presiden Jokowi datang ke Kabupaten Amarasi dan kenakan pakaian adat Amarasi. Ia berpendapat bahwa Jokowi sangat pantas menjadi presiden periode kedua. Alasannya dikarenakan Jokowi telah membangun dari pedalaman ke kota.

Upaya yang akan di buat sekembalinya ke kabupaten Amarasi adalah akan menyuarakan siapa Jokowi sebenarnya dan apa saja yang telah dilakukan bagi masyarakat NTT. Dan dengan sangat yakin pendeta Adonit myatakan bahwa orang Amarasi sangat cintai Jokowi dan akan mendukungnya pada pilpres 2019.

Upaya lain yang akan dilakukan sekembalinya ke Kabupaten Amarasj adalah dengan membantu masyarakat dalam setiap keswmpatan dengan suarakan hal-hal yang berbau hoax yang akan rongrong Negara Indonesia. ” Setiap Gerakan yang akan rongrong RI akan kami ditolak.” Tandasnya tegas diakhir wawancara kami. **)) juli br

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *